alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Waspada Kejahatan Social Engineering Incar Nasabah Bank

WONOGIRI–Kehilangan uang tabungan yang menimpa Dwi Darmono, nasabah BRI warga Perumahan Megatama, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri Kota disebut sebagai kejahatan social engineering. Nasabah diimbau menjaga kerahasiaan data nasabah.

Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Wonogiri Muhammad Nu’man mengatakan, BRI telah menindaklanjuti aduan dari nasabah bersangkutan. Sudah ada investigasi yang dilakukan atas aduan Dwi.

“Yang bersangkutan merupakan korban tindak kejahatan social engineering. Ini disebabkan nasabah memberikan data transaksi perbankan (password), PIN yang bersifat pribadi dan rahasia, sehingga transaksi pemindahan dana dapat berjalan sukses,” ujarnya dalam pers release yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (6/8).

Pria yang akrab disapa Aan itu menambahkan, pihak BRI mengimbau nasabah lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan. Penggantian PIN kartu ATM secara rutin juga merupakan hal yang penting.

Selain itu, nasabah juga perlu menjaga kerahasiaan data. Nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi dan lainnya kepada pihak manapun. Termasuk orang yang mengatasnamakan BRI.

“BRI berempati atas kejadian tersebut. Namun demikian, bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan,” terang Aan.

Pihaknya juga mengimbau agar nasabah menggunakan saluran resmi website dan social media resmi sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Di antaranya melalui www.bri.co.id, IG @bankbri_id; Twitter: bankbri_id, kontak bri, promo_bri; FB: Bank BRI; YouTube: Bank BRI, Tiktok: Bank BRI.

“Jika mendapat notifikasi melalui SMS atau email atas transaksi yang tidak dilakukan, nasabah bisa segera menghubungi Contact BRI 14017/1500017 untuk melakukan pemblokiran rekening,” pesannya.

Diberitakan sebelumnya, Dwi Darmono kehilangan uangnya di rekening bank BRI senilai Rp 33.650.000, Kamis (17/3).
Saat itu, korban mendapatkan telepon via WhatsApp dengan nomor + 1 (401) 734-9312 yang mengaku dari BRI Point. Orang tak dikenal itu mengabarkan bahwa Dwi mendapatkan hadiah dari BRI.

Diduga, ketika tengah berbincang melalui telepon itu, saldo yang ada di rekening BRI miliknya tersedot. Berdasarkan catatan rekening koran milik Dwi, uang itu dikirim dua kali. Pertama senilai Rp 33.600.000 dan yang kedua yakni Rp 50 ribu. (al/wa)






Reporter: Iwan Adi Luhung

WONOGIRI–Kehilangan uang tabungan yang menimpa Dwi Darmono, nasabah BRI warga Perumahan Megatama, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri Kota disebut sebagai kejahatan social engineering. Nasabah diimbau menjaga kerahasiaan data nasabah.

Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Wonogiri Muhammad Nu’man mengatakan, BRI telah menindaklanjuti aduan dari nasabah bersangkutan. Sudah ada investigasi yang dilakukan atas aduan Dwi.

“Yang bersangkutan merupakan korban tindak kejahatan social engineering. Ini disebabkan nasabah memberikan data transaksi perbankan (password), PIN yang bersifat pribadi dan rahasia, sehingga transaksi pemindahan dana dapat berjalan sukses,” ujarnya dalam pers release yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (6/8).

Pria yang akrab disapa Aan itu menambahkan, pihak BRI mengimbau nasabah lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan. Penggantian PIN kartu ATM secara rutin juga merupakan hal yang penting.

Selain itu, nasabah juga perlu menjaga kerahasiaan data. Nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi dan lainnya kepada pihak manapun. Termasuk orang yang mengatasnamakan BRI.

“BRI berempati atas kejadian tersebut. Namun demikian, bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan,” terang Aan.

Pihaknya juga mengimbau agar nasabah menggunakan saluran resmi website dan social media resmi sebagai media komunikasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Di antaranya melalui www.bri.co.id, IG @bankbri_id; Twitter: bankbri_id, kontak bri, promo_bri; FB: Bank BRI; YouTube: Bank BRI, Tiktok: Bank BRI.

“Jika mendapat notifikasi melalui SMS atau email atas transaksi yang tidak dilakukan, nasabah bisa segera menghubungi Contact BRI 14017/1500017 untuk melakukan pemblokiran rekening,” pesannya.

Diberitakan sebelumnya, Dwi Darmono kehilangan uangnya di rekening bank BRI senilai Rp 33.650.000, Kamis (17/3).
Saat itu, korban mendapatkan telepon via WhatsApp dengan nomor + 1 (401) 734-9312 yang mengaku dari BRI Point. Orang tak dikenal itu mengabarkan bahwa Dwi mendapatkan hadiah dari BRI.

Diduga, ketika tengah berbincang melalui telepon itu, saldo yang ada di rekening BRI miliknya tersedot. Berdasarkan catatan rekening koran milik Dwi, uang itu dikirim dua kali. Pertama senilai Rp 33.600.000 dan yang kedua yakni Rp 50 ribu. (al/wa)






Reporter: Iwan Adi Luhung

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/