alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Antisipasi PMK, Dislakpernak Wonogiri Gencarkan Pemeriksaan di Pasar Hewan

WONOGIRI – Dinas Kelautan Dan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri menggalakkan pemeriksaan hewan ternak guna mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dislakpernak Wonogiri Sutardi mengatakan, petugasnya di 25 kecamatan telah turun melakukan pengecekan kemungkinan adanya PMK. Mengingat populasi sapi di Kota Sukses adalah ketiga terbesar di Jateng. Jumlahnya sekitar 170 ribu ekor sapi.

“Jika ada sapi yang bergejala PMK bisa segera melapor ke kami,” katanya, Kamis (12/5).

Menurut Sutardi, sejak munculnya informasi wabah PMK di luar daerah Kota Sukses, dia mendapat perintah langsung dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo guna memantau kondisi ternak yang berpotensi terkena PMK. Ketika muncul kasus dapat langsung ditangani. Stok obat dan vitamin dipastikan cukup.

Upaya yang dilakukan dislakpernak di antaranya pemeriksaan hewan ternak yang masuk ke pasar hewan dan sosialisasi kepada peternak secara masif.

Virus penyebab PMK, imbuh Sutardi, tak menular ke manusia. Virus menular di hewan berkuku belah, yakni sapi, kambing, kerbau, domba dan lainnya. Hewan dengan PMK juga masih bisa dikonsumsi. “Selama dimasak dengan benar dengan suhu sampai 100 derajat celsius,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, polres turut mengawasi potensi penyebaran PMK, sekaligus memberikan sosialisasi kepada peternak.

Seperti dilakukan anggota Polsek Ngadirojo yang mengecek rumah pemotongan hewan (RPH) milik salah satu warga di Dusun Manggis RT 01 RW 11 Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Rabu (11/5).

“Dari keterangan pemilih RPH, ada sekitar 60 ekor sapi di sana. Keadaannya sehat dan tidak terjangkit PMK. Pengecekan kesehatan hewan juga dilakukan rutin oleh dokter hewan,” pungkas dia. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Dinas Kelautan Dan Perikanan dan Peternakan (Dislakpernak) Wonogiri menggalakkan pemeriksaan hewan ternak guna mengantisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dislakpernak Wonogiri Sutardi mengatakan, petugasnya di 25 kecamatan telah turun melakukan pengecekan kemungkinan adanya PMK. Mengingat populasi sapi di Kota Sukses adalah ketiga terbesar di Jateng. Jumlahnya sekitar 170 ribu ekor sapi.

“Jika ada sapi yang bergejala PMK bisa segera melapor ke kami,” katanya, Kamis (12/5).

Menurut Sutardi, sejak munculnya informasi wabah PMK di luar daerah Kota Sukses, dia mendapat perintah langsung dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo guna memantau kondisi ternak yang berpotensi terkena PMK. Ketika muncul kasus dapat langsung ditangani. Stok obat dan vitamin dipastikan cukup.

Upaya yang dilakukan dislakpernak di antaranya pemeriksaan hewan ternak yang masuk ke pasar hewan dan sosialisasi kepada peternak secara masif.

Virus penyebab PMK, imbuh Sutardi, tak menular ke manusia. Virus menular di hewan berkuku belah, yakni sapi, kambing, kerbau, domba dan lainnya. Hewan dengan PMK juga masih bisa dikonsumsi. “Selama dimasak dengan benar dengan suhu sampai 100 derajat celsius,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, polres turut mengawasi potensi penyebaran PMK, sekaligus memberikan sosialisasi kepada peternak.

Seperti dilakukan anggota Polsek Ngadirojo yang mengecek rumah pemotongan hewan (RPH) milik salah satu warga di Dusun Manggis RT 01 RW 11 Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Rabu (11/5).

“Dari keterangan pemilih RPH, ada sekitar 60 ekor sapi di sana. Keadaannya sehat dan tidak terjangkit PMK. Pengecekan kesehatan hewan juga dilakukan rutin oleh dokter hewan,” pungkas dia. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/