alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Kasus Kecelakaan di Wonogiri Naik 65 Persen, Penyebab Didominasi Human Error

WONOGIRI – Jumlah kecelakaan di Kota Sukses selama Operasi Ketupat Candi (OKC) 2022 melonjak 65 persen dibandingkan tahun lalu. Penyebabnya didominasi human error.

Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto mengatakan, berdasarkan datanya, selama OKC 2021 terjadi 16 kasus kecelakaan dengan satu orang meninggal dunia dan 23 orang luka ringan. Total kerugian materi Rp 6,3 juta.

Sedangkan pada OKC 2022 sebanyak 42 kasus kecelakaan dengan dua orang meninggal dunia, 43 orang luka ringan, dan kerugian material Rp 24,8 juta.

“Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada OKC tahun ini terjadi di Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Girimarto. Kendaraan milik warga lokal, bukan pemudik,” ujar Marwanto.

Jenis kendaraan yang mendominasi kecelakaan yakni sepeda motor dengan lokasi di Wonogiri bagian timur. “Sebagian besar penyebabnya karena human error. Bukan karena ramainya jalan atau padatnya kendaraan ya. Justru kalau ramai, pengendara lebih hati-hati. Ketika longgar, biasanya (melaju) kencang,” tuturnya.

Hasil evaluasi OKC 2022, imbuh Marwanto, menjadi pijakan kebijakan pada Lebaran tahun depan untuk rekayasa lalu lintas. “Secara keseluruhan lalu lintas di Wonogiri ramai lancar (saat OKC 2022),” pungkasnya. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Jumlah kecelakaan di Kota Sukses selama Operasi Ketupat Candi (OKC) 2022 melonjak 65 persen dibandingkan tahun lalu. Penyebabnya didominasi human error.

Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto mengatakan, berdasarkan datanya, selama OKC 2021 terjadi 16 kasus kecelakaan dengan satu orang meninggal dunia dan 23 orang luka ringan. Total kerugian materi Rp 6,3 juta.

Sedangkan pada OKC 2022 sebanyak 42 kasus kecelakaan dengan dua orang meninggal dunia, 43 orang luka ringan, dan kerugian material Rp 24,8 juta.

“Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada OKC tahun ini terjadi di Kecamatan Selogiri dan Kecamatan Girimarto. Kendaraan milik warga lokal, bukan pemudik,” ujar Marwanto.

Jenis kendaraan yang mendominasi kecelakaan yakni sepeda motor dengan lokasi di Wonogiri bagian timur. “Sebagian besar penyebabnya karena human error. Bukan karena ramainya jalan atau padatnya kendaraan ya. Justru kalau ramai, pengendara lebih hati-hati. Ketika longgar, biasanya (melaju) kencang,” tuturnya.

Hasil evaluasi OKC 2022, imbuh Marwanto, menjadi pijakan kebijakan pada Lebaran tahun depan untuk rekayasa lalu lintas. “Secara keseluruhan lalu lintas di Wonogiri ramai lancar (saat OKC 2022),” pungkasnya. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/