alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan Pasutri di Nguntoronadi Terungkap

WONOGIRI – Satlantas Polres Wonogiri berhasil mengungkap kasus tabrak lari di jalan raya Nguntoronadi-Tirtomoyo yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) asal Eromoko. Seorang sopir bus menjadi tersangka atas kejadian itu.

Diketahui, kejadian tabrak lari di Jalan Raya Nguntoronadi-Tirtomoyo, tepatnya di Dusun Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi terjadi pada Senin (25/4) lalu sekitar pukul 04.55. Kecelakaan mengakibatkan W, 52, dan S, 47, pasutri asal Desa Pucung, Kecamatan Eromoko meninggal dunia. Saat kejadian, pasutri tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter dengan pelat nomor AD 6295 VT.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan atas kejadian itu. Tepat 18 hari usai kejadian atau tepatnya pada Selasa (10/5) lalu, pelaku tabrak lari berhasil diungkap.

“Pelaku tabrak lari ini adalah seorang sopir bus,” terang Marwanto, Kamis (12/5).

Identitas pelaku tabrak lari itu adalah NR, 35, sopir bus asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dia adalah sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) AM dengan nopol B 7092 UGA.

Kasatlantas menuturkan, sejumlah penyelidikan dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi dan goresan yang ada di sepeda motor korban. Juga dilakukan pemeriksaan saksi, termasuk satu saksi utama yakni pengendara sepeda motor yang melintas sesaat sebelum kejadian.

Dia menjelaskan, bus melaju dari barah barat ke timur. Kondisi jalan yang dilalui bus agak bergelombang. Bus sempat mendahului satu sepeda motor dan berjalan agak ke kanan.

“Bus saat itu sempat membunyikan klakson cukup keras,” kata Marwanto.

Diduga karena kaget dengan klakson bus dan bus yang berjalan terlalu ke kanan, sepeda motor yang ditumpangi korban yang melaju dari arah timur ke barat terjatuh ke arah kanan. Korban yang terjatuh kemudian terlindas ban belakang sebelah kanan bus yang dikemudikan pelaku.

Menurut Marwanto, bukti yang paling kuat adalah kesaksian dari pengendara yang sempat didahului oleh bus. Itu didukung oleh rekaman CCTV dan pengakuan dari pelaku.

“Saat kejadian kendaraan itu (bus,Red) tak menyalakan lampu hazard. Tapi setelah kejadian lampu hazard dinyalakan. Kendaraan itu juga berjalan pelan. Pengendara yang berjalan di belakang bus sempat mengira kendaraan itu mau berhenti, namun ternyata lanjut berjalan dan menyalip pengendara itu setelah sekitar satu kilometer,” papar Marwanto.

Lebih lanjut Marwanto mengatakan, pelaku berhasil diamankan di pool bus yang ada di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan PO tempat pelaku bekerja .

Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku belum mengakui perbuatannya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku akhirnya mengakuinya.

Pelaku tak berusaha untuk bersembunyi. Sebab, pelaku saat itu mengantarkan penumpang ke Pacitan dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Marwanto mengatakan, saat ini pelaku telah diamankan. Pelaku disangkakan dengan Pasal 310 dan Pasal 312 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelaku terancam pidana 9 tahun. Rinciannya Pasal 310 dengan ancaman 6 tahun penjara dan Pasal 312 dengan ancaman 3 tahun penjara. (al/ria)






Reporter: Iwan Adi Luhung

WONOGIRI – Satlantas Polres Wonogiri berhasil mengungkap kasus tabrak lari di jalan raya Nguntoronadi-Tirtomoyo yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) asal Eromoko. Seorang sopir bus menjadi tersangka atas kejadian itu.

Diketahui, kejadian tabrak lari di Jalan Raya Nguntoronadi-Tirtomoyo, tepatnya di Dusun Surupan, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi terjadi pada Senin (25/4) lalu sekitar pukul 04.55. Kecelakaan mengakibatkan W, 52, dan S, 47, pasutri asal Desa Pucung, Kecamatan Eromoko meninggal dunia. Saat kejadian, pasutri tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter dengan pelat nomor AD 6295 VT.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kasatlantas Polres Wonogiri AKP Marwanto mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan atas kejadian itu. Tepat 18 hari usai kejadian atau tepatnya pada Selasa (10/5) lalu, pelaku tabrak lari berhasil diungkap.

“Pelaku tabrak lari ini adalah seorang sopir bus,” terang Marwanto, Kamis (12/5).

Identitas pelaku tabrak lari itu adalah NR, 35, sopir bus asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dia adalah sopir bus antarkota antarprovinsi (AKAP) AM dengan nopol B 7092 UGA.

Kasatlantas menuturkan, sejumlah penyelidikan dilakukan, termasuk pemeriksaan saksi dan goresan yang ada di sepeda motor korban. Juga dilakukan pemeriksaan saksi, termasuk satu saksi utama yakni pengendara sepeda motor yang melintas sesaat sebelum kejadian.

Dia menjelaskan, bus melaju dari barah barat ke timur. Kondisi jalan yang dilalui bus agak bergelombang. Bus sempat mendahului satu sepeda motor dan berjalan agak ke kanan.

“Bus saat itu sempat membunyikan klakson cukup keras,” kata Marwanto.

Diduga karena kaget dengan klakson bus dan bus yang berjalan terlalu ke kanan, sepeda motor yang ditumpangi korban yang melaju dari arah timur ke barat terjatuh ke arah kanan. Korban yang terjatuh kemudian terlindas ban belakang sebelah kanan bus yang dikemudikan pelaku.

Menurut Marwanto, bukti yang paling kuat adalah kesaksian dari pengendara yang sempat didahului oleh bus. Itu didukung oleh rekaman CCTV dan pengakuan dari pelaku.

“Saat kejadian kendaraan itu (bus,Red) tak menyalakan lampu hazard. Tapi setelah kejadian lampu hazard dinyalakan. Kendaraan itu juga berjalan pelan. Pengendara yang berjalan di belakang bus sempat mengira kendaraan itu mau berhenti, namun ternyata lanjut berjalan dan menyalip pengendara itu setelah sekitar satu kilometer,” papar Marwanto.

Lebih lanjut Marwanto mengatakan, pelaku berhasil diamankan di pool bus yang ada di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri Kota. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan PO tempat pelaku bekerja .

Saat dilakukan pemeriksaan awal, pelaku belum mengakui perbuatannya. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pelaku akhirnya mengakuinya.

Pelaku tak berusaha untuk bersembunyi. Sebab, pelaku saat itu mengantarkan penumpang ke Pacitan dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Marwanto mengatakan, saat ini pelaku telah diamankan. Pelaku disangkakan dengan Pasal 310 dan Pasal 312 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelaku terancam pidana 9 tahun. Rinciannya Pasal 310 dengan ancaman 6 tahun penjara dan Pasal 312 dengan ancaman 3 tahun penjara. (al/ria)






Reporter: Iwan Adi Luhung

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/