alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

TMMD di Dusun Wotglinggang Dimulai, Wabup: Ini Ikhtiar Memajukan Desa

WONOGIRI – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 di Dusun Wotglinggang, Desa Joho, Kecamatan Purwantoro resmi dibuka. Anggaran kegiatan itu dialokasikan lebih dari Rp 500 juta.

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 ditandai dengan penyerahan tanda tangan naskah pekerjaan dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang diwakili Wakil Bupati (Wabup) Setyo Sukarno kepada Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto di ruang transit rumah dinas bupati Wonogiri, Rabu (11/5).

“Melalui kegiatan TMMD, kita bersama-sama memperkuat sinergisitas antara segenap perangkat pemerintahan, TNI-Polri bersama elemen nasyarakat lainnya. Ini ikhtiar kita bersama untuk memajukan desa,” terang Wabup.

Pihaknya berharap, pembangunan fisik bisa benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat setempat. Mulai dari mempermudah akses jalan pertanian, serta meningkatkan semangat gotong-royong.

Sejumlah kegiatan fisik bakal dilakukan pada TMMD. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton dengan panjang 600 meter dan lebar 2 meter, serta talut di empat titik.

Talut pertama sepanjang 35 meter dengan tinggi 3 meter, talut kedua sepanjang 27 meter dengan tinggi 3 meter. Sementara talut ketiga sepanjang 34 meter dengan tinggi 1,8 meter, dan talut keempat sepanjang 34 meter dengan tinggi 2,8 meter.

Ada pula sasaran fisik yang dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan sosialisasi dan pembekalan berbagai materi yang dibutuhkan masyarakat dari dinas instansi terkait. Di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Undang-Undang Lalu Lintas, bahaya narkoba, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pemanfaatan lahan kritis, dan penyuluhan menuju desa tanggap bencana.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto mengatakan, TMMD bertujuan membantu Pemkab Wonogiri mempercepat pembangunan.

“Itu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sasaran fisik maupun nonfisik dan memantapkan kemanunggalan TNI-rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh,” bebernya.

Pasiter Kapten Inf Eko Budi Santoso menambahkan, TMMD dilaksanakan tanpa upacara pembukaan di lapangan dan hanya dilakukan di ruangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelaksanaan program selama 30 hari. Terhitung mulai 11 Mei-9 Juni.

Total anggaran dalam program TMMD kali ini senilai Rp 596 juta. Itu berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp 175 juta, APBD Wonogiri Rp 300 juta, dan swadaya masyarakat Rp 121 juta. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 di Dusun Wotglinggang, Desa Joho, Kecamatan Purwantoro resmi dibuka. Anggaran kegiatan itu dialokasikan lebih dari Rp 500 juta.

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 ditandai dengan penyerahan tanda tangan naskah pekerjaan dari Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang diwakili Wakil Bupati (Wabup) Setyo Sukarno kepada Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto di ruang transit rumah dinas bupati Wonogiri, Rabu (11/5).

“Melalui kegiatan TMMD, kita bersama-sama memperkuat sinergisitas antara segenap perangkat pemerintahan, TNI-Polri bersama elemen nasyarakat lainnya. Ini ikhtiar kita bersama untuk memajukan desa,” terang Wabup.

Pihaknya berharap, pembangunan fisik bisa benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat setempat. Mulai dari mempermudah akses jalan pertanian, serta meningkatkan semangat gotong-royong.

Sejumlah kegiatan fisik bakal dilakukan pada TMMD. Di antaranya pembangunan jalan rabat beton dengan panjang 600 meter dan lebar 2 meter, serta talut di empat titik.

Talut pertama sepanjang 35 meter dengan tinggi 3 meter, talut kedua sepanjang 27 meter dengan tinggi 3 meter. Sementara talut ketiga sepanjang 34 meter dengan tinggi 1,8 meter, dan talut keempat sepanjang 34 meter dengan tinggi 2,8 meter.

Ada pula sasaran fisik yang dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan sosialisasi dan pembekalan berbagai materi yang dibutuhkan masyarakat dari dinas instansi terkait. Di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Undang-Undang Lalu Lintas, bahaya narkoba, penyuluhan kesehatan, penyuluhan pemanfaatan lahan kritis, dan penyuluhan menuju desa tanggap bencana.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Deny Octavianto mengatakan, TMMD bertujuan membantu Pemkab Wonogiri mempercepat pembangunan.

“Itu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sasaran fisik maupun nonfisik dan memantapkan kemanunggalan TNI-rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh,” bebernya.

Pasiter Kapten Inf Eko Budi Santoso menambahkan, TMMD dilaksanakan tanpa upacara pembukaan di lapangan dan hanya dilakukan di ruangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelaksanaan program selama 30 hari. Terhitung mulai 11 Mei-9 Juni.

Total anggaran dalam program TMMD kali ini senilai Rp 596 juta. Itu berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp 175 juta, APBD Wonogiri Rp 300 juta, dan swadaya masyarakat Rp 121 juta. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/