alexametrics
24.1 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

208 Ribu Lansia di Kabupaten Wonogiri Jadi Sasaran Vaksinasi Booster

WONOGIRI –  Kick off vaksinasi booster di Kabupaten Wonogiri dimulai. Vaksinasi dosis ketiga ini digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (14/4) pagi, dengan menyasar para lansia terlebih dahulu. Sejumlah unsur Forkompimda hadir dan memantau langsung kegiatan tersebut.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan lansia dipilih untuk mendapatkan vaksin booster terlebih dahulu karena beresiko jika terpapar Covid-19, apalagi saat ini ada sejumlah varian dari virus Corona. Selain itu, juga sesuai dengan petunjuk dari pusat supaya dilakukan vaksinasi booster dimana lansia menjadi sasaran utamanya. Itu juga perwujudan pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan bagi warganya.

“Targetnya ada 208 ribu lansia yang ada di Wonogiri. Itu jumlah lansia yang ada di Wonogiri,” ujar Bupati di sela pemantauan vaksinasi.

Dia menjelaskan, vaksinasi booster bagi ratusan ribu lansia tidak bisa begitu saja dilakukan. Pasalnya, harus ada jeda enam bulan setelah suntikan vaksin dosis kedua agar lansia bisa mendapatkan suntikan booster. Karena itu pihaknya kini melakukan pengklasteran dimana para lansia didata kapan mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua.

Pada pelaksanaan vaksinasi booster ini, ada 1.500 lansia yang ditargerkan menerima vaksin dalam satu hari. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, masyarakat yang datang ke lokasi vaksin memang tinggi. Bahkan, kursi yang disediakan pun ditambah. Sebagian lansia datang sendiri sementara sebagian lainnya ada yang diantar oleh keluarganya.

“Vaksin yang digunakan untuk booster saat ini AstraZeneca,” terang Bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Jekek memastikan kebutuhan vaksin yang digunakan untuk booster bakal mencukupi. Sebab, Kementerian Kesehatan dan Provinsi menjamin ketersediaan vaksin.

Strategi vaksinasi booster yang dilakukan oleh Pemkab Wonogiri selanjutnya akan sama seperti vaksinasi sebelumnya. Yakni dengan melakukan vaksinasi di 25 Kantor Kecamatan yang merupakan simbol pemerintahan. Yang jelas, vaksinasi bakal dilakukan dengan semangat gotong royong antara Pemkab, TNI/Polri hingga Kejaksaan Negeri.

“Itu agar ada edukasi publik. Ini adalah kewajiban bagi masyarakat, jangan sampai ada sesuatu yang bersifat provokatif. Maka kami gelar vaksinasi di simbol-simbol pemerintahan yang kita kolaborasikan, jajaran Forkompimda hadir sebagai bentuk komitmen bersama apa yang menjadi kewajiban pemerintah,” jelas Jekek.

Dia juga menuturkan, vaksin booster yang disuntikkan kepada lansia sudah sesuai dengan pedoman dari pusat. Dengan begitu, vaksinasi dipastikan aman bagi lansia.

Salah satu peserta vaksinasi booster Haryanto, 65, mengaku senang bisa mendapatkan booster. Dia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mendahulukan para lansia untuk disuntik.

“Ini ketiga kalinya saya disuntik. Sampai saat ini tidak merasa ada keluhan. Kalau sebelumnya juga biasa saja tidak ada keluhan,” kata dia. (al/dam)

WONOGIRI –  Kick off vaksinasi booster di Kabupaten Wonogiri dimulai. Vaksinasi dosis ketiga ini digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (14/4) pagi, dengan menyasar para lansia terlebih dahulu. Sejumlah unsur Forkompimda hadir dan memantau langsung kegiatan tersebut.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan lansia dipilih untuk mendapatkan vaksin booster terlebih dahulu karena beresiko jika terpapar Covid-19, apalagi saat ini ada sejumlah varian dari virus Corona. Selain itu, juga sesuai dengan petunjuk dari pusat supaya dilakukan vaksinasi booster dimana lansia menjadi sasaran utamanya. Itu juga perwujudan pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan bagi warganya.

“Targetnya ada 208 ribu lansia yang ada di Wonogiri. Itu jumlah lansia yang ada di Wonogiri,” ujar Bupati di sela pemantauan vaksinasi.

Dia menjelaskan, vaksinasi booster bagi ratusan ribu lansia tidak bisa begitu saja dilakukan. Pasalnya, harus ada jeda enam bulan setelah suntikan vaksin dosis kedua agar lansia bisa mendapatkan suntikan booster. Karena itu pihaknya kini melakukan pengklasteran dimana para lansia didata kapan mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua.

Pada pelaksanaan vaksinasi booster ini, ada 1.500 lansia yang ditargerkan menerima vaksin dalam satu hari. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, masyarakat yang datang ke lokasi vaksin memang tinggi. Bahkan, kursi yang disediakan pun ditambah. Sebagian lansia datang sendiri sementara sebagian lainnya ada yang diantar oleh keluarganya.

“Vaksin yang digunakan untuk booster saat ini AstraZeneca,” terang Bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Jekek memastikan kebutuhan vaksin yang digunakan untuk booster bakal mencukupi. Sebab, Kementerian Kesehatan dan Provinsi menjamin ketersediaan vaksin.

Strategi vaksinasi booster yang dilakukan oleh Pemkab Wonogiri selanjutnya akan sama seperti vaksinasi sebelumnya. Yakni dengan melakukan vaksinasi di 25 Kantor Kecamatan yang merupakan simbol pemerintahan. Yang jelas, vaksinasi bakal dilakukan dengan semangat gotong royong antara Pemkab, TNI/Polri hingga Kejaksaan Negeri.

“Itu agar ada edukasi publik. Ini adalah kewajiban bagi masyarakat, jangan sampai ada sesuatu yang bersifat provokatif. Maka kami gelar vaksinasi di simbol-simbol pemerintahan yang kita kolaborasikan, jajaran Forkompimda hadir sebagai bentuk komitmen bersama apa yang menjadi kewajiban pemerintah,” jelas Jekek.

Dia juga menuturkan, vaksin booster yang disuntikkan kepada lansia sudah sesuai dengan pedoman dari pusat. Dengan begitu, vaksinasi dipastikan aman bagi lansia.

Salah satu peserta vaksinasi booster Haryanto, 65, mengaku senang bisa mendapatkan booster. Dia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mendahulukan para lansia untuk disuntik.

“Ini ketiga kalinya saya disuntik. Sampai saat ini tidak merasa ada keluhan. Kalau sebelumnya juga biasa saja tidak ada keluhan,” kata dia. (al/dam)

Populer

Berita Terbaru