alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Hari Jadi Wonogiri Momentum Bangkit di Masa Pandemi

WONOGIRI – Beragam kegiatan digelar memeriahkan Hari Jadi Ke-281 Wonogiri. Rampung pertandingan voli internal ASN, Kamis (12/5), berlanjut ziarah ke makam para pendiri Kota Sukses.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua kelompok yang diikuti sejumlah pejabat Dinas Sosial (Dinsos). Kelompok pertama berziarah ke makam bupati pertama Wonogiri Raden Hangabehi (R. Ng) Djojosoedharso di Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi.

Sedangkan kelompok lain berziarah ke sejumlah makam tokoh penting di Kecamatan Selogiri. Salah satunya makam Bendara Raden Ayu (BRAy) Kusuma Patahati di Pesareyan Astana Giri Gunung Wijil, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri.

“Ziarah ini untuk menghargai jasa-jasa pendahulu kita. Jangan sampai sejarah terlupakan. Generasi muda juga bisa mengingat riwayat Kabupaten Wonogiri dan meneruskan perjuangan para pendiri Wonogiri,” kata Sekretaris Dinsos Wonogiri Sriyono.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, peringatan Hari Jadi Ke-281 Wonogiri, maka semua pihak diajak kembali mengingat ajaran Tri Dharma. Di antaranya mulat sarira angrasawani, rumangsa melu handarbeni, dan melu hangrungkebi.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat di Wonogiri membangun optimisme dan semangat baru. Rumangsa melu handarbeni ini harus diimplementasikan bahwa semua harus bergerak,” ujarnya.

Diakui Joko Sutopo, pembatasan aktivitas untuk menangkal penyebaran Covid-19 berdampak ke seluruh lini. Maka, peringatan Hari Jadi Wonogiri dapat digunakan membangkitkan semangat baru.

“Semuanya bergerak secara terkoordinasi karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir,” pungkasnya. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Beragam kegiatan digelar memeriahkan Hari Jadi Ke-281 Wonogiri. Rampung pertandingan voli internal ASN, Kamis (12/5), berlanjut ziarah ke makam para pendiri Kota Sukses.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua kelompok yang diikuti sejumlah pejabat Dinas Sosial (Dinsos). Kelompok pertama berziarah ke makam bupati pertama Wonogiri Raden Hangabehi (R. Ng) Djojosoedharso di Desa Wonoharjo, Kecamatan Nguntoronadi.

Sedangkan kelompok lain berziarah ke sejumlah makam tokoh penting di Kecamatan Selogiri. Salah satunya makam Bendara Raden Ayu (BRAy) Kusuma Patahati di Pesareyan Astana Giri Gunung Wijil, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri.

“Ziarah ini untuk menghargai jasa-jasa pendahulu kita. Jangan sampai sejarah terlupakan. Generasi muda juga bisa mengingat riwayat Kabupaten Wonogiri dan meneruskan perjuangan para pendiri Wonogiri,” kata Sekretaris Dinsos Wonogiri Sriyono.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, peringatan Hari Jadi Ke-281 Wonogiri, maka semua pihak diajak kembali mengingat ajaran Tri Dharma. Di antaranya mulat sarira angrasawani, rumangsa melu handarbeni, dan melu hangrungkebi.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat di Wonogiri membangun optimisme dan semangat baru. Rumangsa melu handarbeni ini harus diimplementasikan bahwa semua harus bergerak,” ujarnya.

Diakui Joko Sutopo, pembatasan aktivitas untuk menangkal penyebaran Covid-19 berdampak ke seluruh lini. Maka, peringatan Hari Jadi Wonogiri dapat digunakan membangkitkan semangat baru.

“Semuanya bergerak secara terkoordinasi karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir,” pungkasnya. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/