alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Antisipasi Angin Kencang dan Longsor, BPBD Gandeng Lintas Sektoral

WONOGIRI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengingatkan masyarakat potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang. Mengingat, tidak lama lagi masuk musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto menuturkan, merujuk buletin Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di September, sifat hujan di wilayah Kota Sukses di atas normal, antara 51-100 mm.

“Di Oktober nanti, curah hujan di atas normal. Antara 101-150 mm di sebagian besar wilayah Wonogiri. Kalau bulan ini, 51-100 mm. Bulan ini mulai di atas normal,” jelasnya, Selasa (14/9).

Di sebagian wilayah Wonogiri, curah hujan bisa lebih tinggi, yakni di Kecamatan Jatipurno yang mencapai 200 hingga 300 mm pada bulan depan.

“Saat ini mulai memasuki musim penghujan. Kami baru saja mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan BNPB terkait informasi cuaca,” ujar Bambang.

Di masa pergantian musim atau pancaroba, yang perlu diwaspadai adalah potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya angin kencang. BPBD telah memetakan sejumlah kecamatan yang pernah terdampak bencana angin kencang, yakni Kecamatan Giriwoyo, Baturetno, dan Nguntoronadi.

Catatan Jawa Pos Radar Solo, terpaan angin kencang dengan dampak kerugian cukup besar terjadi di Kecamatan Nguntoronadi, Minggu (31/1). Ratusan rumah rusak. Kerugian material mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

“Pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang saat terjadi angin kencang, harus segera ditangani dengan cara pemangkasan dahan. BPBD sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait kondisi pohon-pohon di tepi jalan,” bebernya.

Selain angin kencang, imbuh Bambang, bencana lain yang patut diwaspadai adalah tanah bergerak atau tanah longsor dan banjir. “Pastikan sungai, drainase, dan saluran airnya bersih dari sampah,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri. (al/wa/dam)


WONOGIRI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengingatkan masyarakat potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang. Mengingat, tidak lama lagi masuk musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto menuturkan, merujuk buletin Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di September, sifat hujan di wilayah Kota Sukses di atas normal, antara 51-100 mm.

“Di Oktober nanti, curah hujan di atas normal. Antara 101-150 mm di sebagian besar wilayah Wonogiri. Kalau bulan ini, 51-100 mm. Bulan ini mulai di atas normal,” jelasnya, Selasa (14/9).

Di sebagian wilayah Wonogiri, curah hujan bisa lebih tinggi, yakni di Kecamatan Jatipurno yang mencapai 200 hingga 300 mm pada bulan depan.

“Saat ini mulai memasuki musim penghujan. Kami baru saja mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan BNPB terkait informasi cuaca,” ujar Bambang.

Di masa pergantian musim atau pancaroba, yang perlu diwaspadai adalah potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya angin kencang. BPBD telah memetakan sejumlah kecamatan yang pernah terdampak bencana angin kencang, yakni Kecamatan Giriwoyo, Baturetno, dan Nguntoronadi.

Catatan Jawa Pos Radar Solo, terpaan angin kencang dengan dampak kerugian cukup besar terjadi di Kecamatan Nguntoronadi, Minggu (31/1). Ratusan rumah rusak. Kerugian material mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

“Pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang saat terjadi angin kencang, harus segera ditangani dengan cara pemangkasan dahan. BPBD sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait kondisi pohon-pohon di tepi jalan,” bebernya.

Selain angin kencang, imbuh Bambang, bencana lain yang patut diwaspadai adalah tanah bergerak atau tanah longsor dan banjir. “Pastikan sungai, drainase, dan saluran airnya bersih dari sampah,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru