alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Hanya Tujuh Kecamatan di Wonogiri yang Nihil Kasus PMK

WONOGIRI – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Wonogiri kian meluas. Dari total 25 kecamatan, hanya tujuh kecamatan yang nihil kasus suspek PMK. Fenomena tersebut menjadi perhatian serius pemkab.

“Tinggal tujuh kecamatan yang belum ditemukan kasus PMK,” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Jumat (17/6).

Tujuh kecamatan tersebut yakni Batuwarno, Nguntoronadi, Wonogiri Kota, Selogiri, Eromoko, Giritontro, dan Paranggupito.

Bupati mengaku telah meminta Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri untuk melakukan langkah yang lebih tegas. Pengetatan lalu lintas ternak diminta dikoordinasikan dengan dinas di daerah lain.

Berapa total kasus PMK di Kota Sukses? Bupati menyebut 357 ekor ternak suspek, 157 ekor sembuh, dan 14 ekor lainnya mati. Dari ternak yang mati itu, 12 ekor di antaranya disembelih.

Bupati mengimbau, ternak yang suspek tidak disembelih. Sebab, dikhawatirkan bisa menularkannya ke ternak lain di sekitarnya. Penanganan yang tepat adalah melakukan karantina untuk mendapatkan pengobatan hingga sembuh.

Menjelang Idul Adha, Joko Sutopo menginstruksikan agar dilakukan sosialisasi kepada takmir masjid. Tujuannya, hewan kurban mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait berupa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Ada langkah kooperatif dengan dinas terkait untuk memastikan hewan yang dijadikan kurban dalam kondisi sehat. SKKH menjadi satu jaminan. Sudah ada tim yang melakukan pemeriksaan kondisi hewan,” bebernya.

Langkah proaktif penanganan PMK juga dilakukan sejumlah organisasi masyarakat. Di antaranya LDII Wonogiri yang mengundang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri Anif Solikhin dan Kepala Dislapernak Wonogiri Sutardi untuk memberikan sosialisasi secara daring diikuti pengurus di LDII di 23 titik, Kamis (16/6) malam.

Ketua LDII Wonogiri Sutoyo menuturkan, sosialisasi itu guna mendukung seruan LDII pusat agar semangat berkurban tetap terjaga di tengah maraknya kasus PMK. Sekaligus pemotongan hewan kurban pada Idul Adha aman dan sukses. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Wonogiri kian meluas. Dari total 25 kecamatan, hanya tujuh kecamatan yang nihil kasus suspek PMK. Fenomena tersebut menjadi perhatian serius pemkab.

“Tinggal tujuh kecamatan yang belum ditemukan kasus PMK,” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Jumat (17/6).

Tujuh kecamatan tersebut yakni Batuwarno, Nguntoronadi, Wonogiri Kota, Selogiri, Eromoko, Giritontro, dan Paranggupito.

Bupati mengaku telah meminta Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri untuk melakukan langkah yang lebih tegas. Pengetatan lalu lintas ternak diminta dikoordinasikan dengan dinas di daerah lain.

Berapa total kasus PMK di Kota Sukses? Bupati menyebut 357 ekor ternak suspek, 157 ekor sembuh, dan 14 ekor lainnya mati. Dari ternak yang mati itu, 12 ekor di antaranya disembelih.

Bupati mengimbau, ternak yang suspek tidak disembelih. Sebab, dikhawatirkan bisa menularkannya ke ternak lain di sekitarnya. Penanganan yang tepat adalah melakukan karantina untuk mendapatkan pengobatan hingga sembuh.

Menjelang Idul Adha, Joko Sutopo menginstruksikan agar dilakukan sosialisasi kepada takmir masjid. Tujuannya, hewan kurban mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait berupa surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

“Ada langkah kooperatif dengan dinas terkait untuk memastikan hewan yang dijadikan kurban dalam kondisi sehat. SKKH menjadi satu jaminan. Sudah ada tim yang melakukan pemeriksaan kondisi hewan,” bebernya.

Langkah proaktif penanganan PMK juga dilakukan sejumlah organisasi masyarakat. Di antaranya LDII Wonogiri yang mengundang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri Anif Solikhin dan Kepala Dislapernak Wonogiri Sutardi untuk memberikan sosialisasi secara daring diikuti pengurus di LDII di 23 titik, Kamis (16/6) malam.

Ketua LDII Wonogiri Sutoyo menuturkan, sosialisasi itu guna mendukung seruan LDII pusat agar semangat berkurban tetap terjaga di tengah maraknya kasus PMK. Sekaligus pemotongan hewan kurban pada Idul Adha aman dan sukses. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/