alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Mulai Dibuka, Pasar Hewan Purwantoro Masih Sepi: Pedagang Masih Waswas PMK

WONOGIRI – Pasar hewan di seluruh penjuru Kota Sukses kembali dibuka setelah empat pekan ditutup mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, hari pertama berdagang, transaksi masih sepi. Seperti terlihat di pasar hewan Purwantoro.

“Separonya (yang berdagang) tidak ada. Mungkin teman-teman masih takut dengan kondisi PMK,” ujar Bibit, salah seorang pedagang sapi dari Kecamatan Bulukerto, Selasa (21/6).

Senada diungkapkan Canda Dwi Febriani, pedagang kambing. Menurutnya, masih banyak pedagang sapi yang belum berjualan di Pasar Hewan Purwantoro. Penyebaran PMK membuat mereka waswas.

“Tapi untuk pedagang kambing sudah ramai. Untuk yang sapi masih sepi, padahal biasanya penuh. Saya juga belum jualan, ini lihat-lihat dulu,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, lokasi penjualan kambing di pasar hewan setempat memang sudah bergeliat. Situasi berbeda di area penjualan sapi. Patok-patok untuk mengikat sapi, terlihat longgar. Hanya ada beberapa sapi yang dijual.

Sementara itu, Yoyon, pembeli asal Mojokerto, Jatim mengaku senang dengan dibukanya pasar hewan. Saat pasar ditutup, dia membeli kambing yang dijual di pinggir jalan. Tak jauh dari Pasar Hewan Purwatnoro.

“Pasar dibuka, beli kambing jadi lebih nyaman. Besok (hari ini) langsung dijual lagi. Ini saya beli satu pikap,” ujarnya.

Pembeli lainnya, Ali Usman mengaku, hasil pembelian kambing di Pasar Hewan Purwantoro akan dijual kembali ke tempat asalnya, yakni Jepara. Ada sedikit kenaikan harga kambing. Untuk kambing jenis jawa randu yang awalnya Rp 2,5 juta, menjadi Rp 2.650.000.

Pembukaan Pasar Hewan Purwantoro juga disambut suka cita oleh Parti, penjual tali dadung (tali tambang) . Saat pasar hewan di-lockdown, pekerjaan utamanya itu hilang.

“Jual dadung sudah saya jalani selama 27 tahun. Tentunya senang dengan dibukanya lagi pasar hewan,” ungkapnya. Diakui Parti, hari pertama dibuka, pasar hewan relatif sepi. Utamanya perdagangan sapi

Disinggung soal masih sepinya lapak sapi di Pasar Hewan Purwantoro, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, pasar hewan tidak bisa langsung ramai.

“Saya yakin butuh waktu satu pekan untuk bisa normal lagi. Ini kan ada hubungannya dengan ekonomi. Secara naluriah pasti akan mengarah ke sana,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Wonogiri telah memberikan lampu hijau untuk dibukanya pasar hewan. Dinas Kelautan dan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri lewat akun Instagram @dislapernak_wng mengumumkan terbitnya Surat Edaran (SE) No. 524.3/534 tentang Pengawasan Pasar Hewan.

Ada sejumlah poin dalam SE tersebut. Di antaranya, hewan dari luar daerah harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Jika tidak bisa menunjukkan SKKH, ternak akan diputar balik ke daerah asal. Sementara untuk hewan lokal dari Wonogiri akan dicek sebelum masuk pasar. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Pasar hewan di seluruh penjuru Kota Sukses kembali dibuka setelah empat pekan ditutup mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, hari pertama berdagang, transaksi masih sepi. Seperti terlihat di pasar hewan Purwantoro.

“Separonya (yang berdagang) tidak ada. Mungkin teman-teman masih takut dengan kondisi PMK,” ujar Bibit, salah seorang pedagang sapi dari Kecamatan Bulukerto, Selasa (21/6).

Senada diungkapkan Canda Dwi Febriani, pedagang kambing. Menurutnya, masih banyak pedagang sapi yang belum berjualan di Pasar Hewan Purwantoro. Penyebaran PMK membuat mereka waswas.

“Tapi untuk pedagang kambing sudah ramai. Untuk yang sapi masih sepi, padahal biasanya penuh. Saya juga belum jualan, ini lihat-lihat dulu,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, lokasi penjualan kambing di pasar hewan setempat memang sudah bergeliat. Situasi berbeda di area penjualan sapi. Patok-patok untuk mengikat sapi, terlihat longgar. Hanya ada beberapa sapi yang dijual.

Sementara itu, Yoyon, pembeli asal Mojokerto, Jatim mengaku senang dengan dibukanya pasar hewan. Saat pasar ditutup, dia membeli kambing yang dijual di pinggir jalan. Tak jauh dari Pasar Hewan Purwatnoro.

“Pasar dibuka, beli kambing jadi lebih nyaman. Besok (hari ini) langsung dijual lagi. Ini saya beli satu pikap,” ujarnya.

Pembeli lainnya, Ali Usman mengaku, hasil pembelian kambing di Pasar Hewan Purwantoro akan dijual kembali ke tempat asalnya, yakni Jepara. Ada sedikit kenaikan harga kambing. Untuk kambing jenis jawa randu yang awalnya Rp 2,5 juta, menjadi Rp 2.650.000.

Pembukaan Pasar Hewan Purwantoro juga disambut suka cita oleh Parti, penjual tali dadung (tali tambang) . Saat pasar hewan di-lockdown, pekerjaan utamanya itu hilang.

“Jual dadung sudah saya jalani selama 27 tahun. Tentunya senang dengan dibukanya lagi pasar hewan,” ungkapnya. Diakui Parti, hari pertama dibuka, pasar hewan relatif sepi. Utamanya perdagangan sapi

Disinggung soal masih sepinya lapak sapi di Pasar Hewan Purwantoro, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, pasar hewan tidak bisa langsung ramai.

“Saya yakin butuh waktu satu pekan untuk bisa normal lagi. Ini kan ada hubungannya dengan ekonomi. Secara naluriah pasti akan mengarah ke sana,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Wonogiri telah memberikan lampu hijau untuk dibukanya pasar hewan. Dinas Kelautan dan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak) Wonogiri lewat akun Instagram @dislapernak_wng mengumumkan terbitnya Surat Edaran (SE) No. 524.3/534 tentang Pengawasan Pasar Hewan.

Ada sejumlah poin dalam SE tersebut. Di antaranya, hewan dari luar daerah harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Jika tidak bisa menunjukkan SKKH, ternak akan diputar balik ke daerah asal. Sementara untuk hewan lokal dari Wonogiri akan dicek sebelum masuk pasar. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/