alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Tak Kuat Menanjak, Bandsaw Terjun Ke Jurang

WONOGIRI – Kecelakaan tragis terjadi di Tanjakan Jambu yang ada di perbatasan Dusun Sawit dan Dusun Paranggupito, Desa/Kecamatan Paranggupito Selasa (21/6) sore. Akibatnya, DS, pria asal Kelurahan/Kecamatan Giritontro yang mengendarai bandsaw (sawmill keliling) meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Iya, memang ada kecelakaan itu. Kejadiannya sekitar pukul 16.30,” terang Kades Paranggupito Dwi Hartono, Selasa (21/6) petang.

Dia menerangkan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari sang anak yang melihat kejadian itu, korban bersama rekannya sebelumnya membelah kayu di wilayah Dusun Kranding RT 02 RW 04. Usai bekerja, keduanya kemudian hendak pulang.

Sesampainya di Tanjakan Jambu, kendaraan bandsaw diduga mengalami kerusakan. Suara mesinnya pun tersendat-sendat. Kendaraan yang tak kuat menanjak akhirnya mundur sekitar 15 meter.

“Setelah itu bandsawnya membentur tebing,” terang Kades.

Kernet atau teman kerja korban sempat loncat dan bisa terduduk di pembatas yang ada disana. Namun sayangnya, korban tak meloncat dan berteriak. Hingga akhirnya terbawa bandsaw terjun ke jurang yang masuk wilayah Desa Ketos. Korban akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Setelah itu pihak terkait langsung ke lokasi kejadian. Ada dari Polsek, Puskesmas dan pihak Kecamatan langsung ke lokasi, melakukan evakuasi korban. Bandsawnya belum dievakuasi karena sudah mau malam,” kata dia.

Menurut Kades Paranggupito, di tanjakan itu beberapa kali terjadi kecelakaan. Seingat Dwi, sudah ada dua korban jiwa di lokasi setempat karena kecelakaan. Namun kejadian sebelumnya terjadi sudah cukup lama, menurut dia sekitar 90-an.

“Itu jalan arah ke Pantai Sembukan jika dari Kota Kecamatan Paranggupito, sekitar 700 meter. Kita juga sudah bikin konsep bersama Pak Kapolsek untuk bikin rambu-rambu jalan. Jadi harapannya di Paranggupito nanti rambu jalan bisa banyak,” kata Dwi. (al/dam)

WONOGIRI – Kecelakaan tragis terjadi di Tanjakan Jambu yang ada di perbatasan Dusun Sawit dan Dusun Paranggupito, Desa/Kecamatan Paranggupito Selasa (21/6) sore. Akibatnya, DS, pria asal Kelurahan/Kecamatan Giritontro yang mengendarai bandsaw (sawmill keliling) meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Iya, memang ada kecelakaan itu. Kejadiannya sekitar pukul 16.30,” terang Kades Paranggupito Dwi Hartono, Selasa (21/6) petang.

Dia menerangkan berdasarkan informasi yang didapatkannya dari sang anak yang melihat kejadian itu, korban bersama rekannya sebelumnya membelah kayu di wilayah Dusun Kranding RT 02 RW 04. Usai bekerja, keduanya kemudian hendak pulang.

Sesampainya di Tanjakan Jambu, kendaraan bandsaw diduga mengalami kerusakan. Suara mesinnya pun tersendat-sendat. Kendaraan yang tak kuat menanjak akhirnya mundur sekitar 15 meter.

“Setelah itu bandsawnya membentur tebing,” terang Kades.

Kernet atau teman kerja korban sempat loncat dan bisa terduduk di pembatas yang ada disana. Namun sayangnya, korban tak meloncat dan berteriak. Hingga akhirnya terbawa bandsaw terjun ke jurang yang masuk wilayah Desa Ketos. Korban akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Setelah itu pihak terkait langsung ke lokasi kejadian. Ada dari Polsek, Puskesmas dan pihak Kecamatan langsung ke lokasi, melakukan evakuasi korban. Bandsawnya belum dievakuasi karena sudah mau malam,” kata dia.

Menurut Kades Paranggupito, di tanjakan itu beberapa kali terjadi kecelakaan. Seingat Dwi, sudah ada dua korban jiwa di lokasi setempat karena kecelakaan. Namun kejadian sebelumnya terjadi sudah cukup lama, menurut dia sekitar 90-an.

“Itu jalan arah ke Pantai Sembukan jika dari Kota Kecamatan Paranggupito, sekitar 700 meter. Kita juga sudah bikin konsep bersama Pak Kapolsek untuk bikin rambu-rambu jalan. Jadi harapannya di Paranggupito nanti rambu jalan bisa banyak,” kata Dwi. (al/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/