alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

Jumlah Tenaga Penyuluh Pertanian di Kabupaten Wonogiri Sangat Minim

WONOGIRI – Jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Wonogiri masih sangat minim, hanya ada 137 orang. Sementara itu, jumlahnya bakal berkurang drastis dalam beberapa tahun ke depan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan dari 137 orang tenaga penyuluh pertanian itu 56 adalah PNS dan 81 lainnya adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Tahun 2026 nanti tinggal 70 orang karena ada yang purnatugas. Jadi jumlahnya berkurang,” kata dia dalam sambutannya saat apel peringatan Hari Krida Pertanian Nasional di halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Rabu (22/6).

Menurut Bupati, angka itu sangat timpang jika dibandingkan luas wilayah tugas yang harus dijangkau. Apalagi di Kota Sukses terdapat 294 desa/kelurahan dengan 2.580 kelompok tani di dalamnya. Untuk jumlah petani di Kabupaten Wonogiri mencapai 173.000 orang.

Karena itu, kata Joko Sutopo, perlu kerja keras dan kerja cerdas untuk mengatasi tantangan itu. Dia menekankan perlunya optimalisasi teknologi informasi agar para penyuluh dapat mentransfer ilmunya lebih luas.

“Selain itu, penggunaan media informasi dapat mengatasi jarak tempuh ketika harus menjangkau pelosok desa,” kata dia.

Di lain sisi, pihaknya berharap munculnya petani-petani muda atau petani milenial yang mempu menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Mereka diharapkan mampu menunjukkan potensi, bahwa ada peluang yang menjanjikan secara ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan pangan dari sektor pertanian.

“Upaya untuk ikut mencerdaskan petani dapat dilakukan oleh petani milenial sebagai penyuluh swadaya,” kata pria yang beken disapa Jekek itu.

Pihaknya akan terus berupaya mendorong munculnya petani-petani milenial. Menurut dia, kunci ketertarikan petani milenial adalah adanya potensi yang menguntungkan dari sektor pertanian. (al/dam)

WONOGIRI – Jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Wonogiri masih sangat minim, hanya ada 137 orang. Sementara itu, jumlahnya bakal berkurang drastis dalam beberapa tahun ke depan.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan dari 137 orang tenaga penyuluh pertanian itu 56 adalah PNS dan 81 lainnya adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Tahun 2026 nanti tinggal 70 orang karena ada yang purnatugas. Jadi jumlahnya berkurang,” kata dia dalam sambutannya saat apel peringatan Hari Krida Pertanian Nasional di halaman kantor Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Rabu (22/6).

Menurut Bupati, angka itu sangat timpang jika dibandingkan luas wilayah tugas yang harus dijangkau. Apalagi di Kota Sukses terdapat 294 desa/kelurahan dengan 2.580 kelompok tani di dalamnya. Untuk jumlah petani di Kabupaten Wonogiri mencapai 173.000 orang.

Karena itu, kata Joko Sutopo, perlu kerja keras dan kerja cerdas untuk mengatasi tantangan itu. Dia menekankan perlunya optimalisasi teknologi informasi agar para penyuluh dapat mentransfer ilmunya lebih luas.

“Selain itu, penggunaan media informasi dapat mengatasi jarak tempuh ketika harus menjangkau pelosok desa,” kata dia.

Di lain sisi, pihaknya berharap munculnya petani-petani muda atau petani milenial yang mempu menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Mereka diharapkan mampu menunjukkan potensi, bahwa ada peluang yang menjanjikan secara ekonomi maupun pemenuhan kebutuhan pangan dari sektor pertanian.

“Upaya untuk ikut mencerdaskan petani dapat dilakukan oleh petani milenial sebagai penyuluh swadaya,” kata pria yang beken disapa Jekek itu.

Pihaknya akan terus berupaya mendorong munculnya petani-petani milenial. Menurut dia, kunci ketertarikan petani milenial adalah adanya potensi yang menguntungkan dari sektor pertanian. (al/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/