alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

CFD Kembali Digelar, Dishub Wonogiri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 

WONOGIRI – Menjelang digelarnya kembali car free day (CFD) di Wonogiri, Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri menyiapkan rekayasa lalu lintas. Sejumlah titik juga diproyeksikan menjadi kantong parkir pengunjung CFD.

Kepala Dishub Wonogiri Waluyo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas saat digelarnya CFD perdana di Kecamatan Wonogiri Kota. Nantinya, Jalan Ir. Soekarno bakal ditutup untuk kendaraan saat CFD berlangsung.

“Penutupan jalan Ir. Soekarno dari barat Jembatan Jurang Gempal sampai simpang empat Ponten dilakukan pada hari H, mulai pukul 05.00 sampai pukul 09.00,” ujar Waluyo Rabu (22/6).

Untuk pengendara yang melintas Jalan Jenderal Ahmad Yani dari arah utara (Solo) setiba di simpang empat Ponten tak bisa berbelok ke arah timur karena digunakan untuk CFD. Pengendara masih bisa lurus dan berbelok ke kiri setibanya di sekitar Toko Emas Semar.

Sementara pengendara dari arah timur Jembatan Jurang Gempal tak bisa lurus ke Jalan Ir Soekarno. Solusinya, pengendara masih bisa berbelok ke kiri dan melintas di Jalan Murtipranoto. Pengendara dari arah Jalan Salak V juga tak bisa berputar di sekitar Patung Ir. Soekarno, solusinya nereka bisa berbelok ke kiri melewati Jalan Pemuda.

“Rekayasa lalu lintas tak berbeda dengan yang dilakukan sebelumnya saat CFD digelar sebelum pandemi. Sementara untuk Jalan Kabupaten, masih bisa dilalui oleh pengunjung CFD dan warga yang hendak ke Masjid At Taqwa,” papar Kadishub.

Sementara itu, sejumlah titik kantong parkir juga telah direncanakan. Diantaranya di sebelah barat dan timu Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, juga juga di Jalan Perwakilan dan di sejumlah gang menuju jalan Ir. Soekarno. Menurut Waluyo, kantong parkir itu bakal dikondisikan bersama dengan pihak pengelola.

Salah satu tokoh pemuda Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota Supar mengatakan para Rabu (22/6) sore pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk membahas gelaran CFD. Konsep CFD sebelumnya juga telah dibuat sedemikian rupa, supaya akan berbeda dibandingkan dengan CFD sebelum pandemi Corona.

“Pengelolaannya kita coba mengadopsi dari CFD di Giritontro dulu. Jadi kegiatannya bisa terstruktur dan bisa ramai. Ternyata disana ada zonasi di CFD, kita nanti akan petakan juga zonasi di CFD. Ada beberapa zona termasuk zona steril di sekitar alun-alun supaya pengunjung masih bisa berjalan-jalan,” kata dia baru-baru ini.

Pihaknya mengestimasi akan ada sekitar 500 lapak jika menurut data CFD sebeumnya. Nah, untuk mekanisme pendaftaran lapak masih akan dibahas bersama pihak terkait. Namun yang jelas, hal itu bakal melibatkan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun dimana sejumlah anggotanya juga biasa berdagang di CFD sebelum pandemi Covid-19.

“Kalau CFD dulu kan juga ada pedagang dari luar Wonogiri. Nanti rencana kita bakal diprioritaskan untuk pedagang dari Wonogiri dulu,” kata dia,

Lalu apa cukup waktu untuk mempersiapkan CFD di Wonogiri Kota mengingat tinggal menghitung hari saja? Pihaknya optimis CFD bakal berjalan lancar. Sebab, sudah ada konsep yang disiapkan, misalnya pembagian zonasi disana.

Supar menuturkan, karang taruna tidak akan bergerak sendiri. LPM Giripurwo juga bakal terlibat bersama dengan sejumlah dinas terkait untuk melakukan monitoring.

Sementara itu, Koordinator CFD Giritontro Waluyo mengatakan pihaknya bakal menggelar CFD pada Minggu (17/7) mendatang. Pihaknya juga membuka pendaftaran bagi para pedagang yang berminat menjajakan dagangannya di CFD Giritontro.

“Nanti kita siapkan tiga panggung hiburan disana,” kata dia.

Tiap digelar, kata Waluyo, ribuan orang bisa memadati area CFD disana. Dalam satu kali gelaran, parkir motor bisa mencapai 3.000 motor. Belum lagi rombongan dari Pacitan atau DIJ yang mampir disana dengan menggunakan mobil bahkan bus.

“Perputaran uang disana bisa sampai ratusan juta, Rp 200 juta dalam satu pelaksanaan, kita pernah lakukan survei disana,” kata dia. (al/dam)

WONOGIRI – Menjelang digelarnya kembali car free day (CFD) di Wonogiri, Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri menyiapkan rekayasa lalu lintas. Sejumlah titik juga diproyeksikan menjadi kantong parkir pengunjung CFD.

Kepala Dishub Wonogiri Waluyo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas saat digelarnya CFD perdana di Kecamatan Wonogiri Kota. Nantinya, Jalan Ir. Soekarno bakal ditutup untuk kendaraan saat CFD berlangsung.

“Penutupan jalan Ir. Soekarno dari barat Jembatan Jurang Gempal sampai simpang empat Ponten dilakukan pada hari H, mulai pukul 05.00 sampai pukul 09.00,” ujar Waluyo Rabu (22/6).

Untuk pengendara yang melintas Jalan Jenderal Ahmad Yani dari arah utara (Solo) setiba di simpang empat Ponten tak bisa berbelok ke arah timur karena digunakan untuk CFD. Pengendara masih bisa lurus dan berbelok ke kiri setibanya di sekitar Toko Emas Semar.

Sementara pengendara dari arah timur Jembatan Jurang Gempal tak bisa lurus ke Jalan Ir Soekarno. Solusinya, pengendara masih bisa berbelok ke kiri dan melintas di Jalan Murtipranoto. Pengendara dari arah Jalan Salak V juga tak bisa berputar di sekitar Patung Ir. Soekarno, solusinya nereka bisa berbelok ke kiri melewati Jalan Pemuda.

“Rekayasa lalu lintas tak berbeda dengan yang dilakukan sebelumnya saat CFD digelar sebelum pandemi. Sementara untuk Jalan Kabupaten, masih bisa dilalui oleh pengunjung CFD dan warga yang hendak ke Masjid At Taqwa,” papar Kadishub.

Sementara itu, sejumlah titik kantong parkir juga telah direncanakan. Diantaranya di sebelah barat dan timu Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, juga juga di Jalan Perwakilan dan di sejumlah gang menuju jalan Ir. Soekarno. Menurut Waluyo, kantong parkir itu bakal dikondisikan bersama dengan pihak pengelola.

Salah satu tokoh pemuda Kelurahan Giripurwo Kecamatan Wonogiri Kota Supar mengatakan para Rabu (22/6) sore pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah stakeholder untuk membahas gelaran CFD. Konsep CFD sebelumnya juga telah dibuat sedemikian rupa, supaya akan berbeda dibandingkan dengan CFD sebelum pandemi Corona.

“Pengelolaannya kita coba mengadopsi dari CFD di Giritontro dulu. Jadi kegiatannya bisa terstruktur dan bisa ramai. Ternyata disana ada zonasi di CFD, kita nanti akan petakan juga zonasi di CFD. Ada beberapa zona termasuk zona steril di sekitar alun-alun supaya pengunjung masih bisa berjalan-jalan,” kata dia baru-baru ini.

Pihaknya mengestimasi akan ada sekitar 500 lapak jika menurut data CFD sebeumnya. Nah, untuk mekanisme pendaftaran lapak masih akan dibahas bersama pihak terkait. Namun yang jelas, hal itu bakal melibatkan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun dimana sejumlah anggotanya juga biasa berdagang di CFD sebelum pandemi Covid-19.

“Kalau CFD dulu kan juga ada pedagang dari luar Wonogiri. Nanti rencana kita bakal diprioritaskan untuk pedagang dari Wonogiri dulu,” kata dia,

Lalu apa cukup waktu untuk mempersiapkan CFD di Wonogiri Kota mengingat tinggal menghitung hari saja? Pihaknya optimis CFD bakal berjalan lancar. Sebab, sudah ada konsep yang disiapkan, misalnya pembagian zonasi disana.

Supar menuturkan, karang taruna tidak akan bergerak sendiri. LPM Giripurwo juga bakal terlibat bersama dengan sejumlah dinas terkait untuk melakukan monitoring.

Sementara itu, Koordinator CFD Giritontro Waluyo mengatakan pihaknya bakal menggelar CFD pada Minggu (17/7) mendatang. Pihaknya juga membuka pendaftaran bagi para pedagang yang berminat menjajakan dagangannya di CFD Giritontro.

“Nanti kita siapkan tiga panggung hiburan disana,” kata dia.

Tiap digelar, kata Waluyo, ribuan orang bisa memadati area CFD disana. Dalam satu kali gelaran, parkir motor bisa mencapai 3.000 motor. Belum lagi rombongan dari Pacitan atau DIJ yang mampir disana dengan menggunakan mobil bahkan bus.

“Perputaran uang disana bisa sampai ratusan juta, Rp 200 juta dalam satu pelaksanaan, kita pernah lakukan survei disana,” kata dia. (al/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/