alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

Air Waduk Gajah Mungkur Menyusut, Batu Nisan Bermunculan

WONOGIRI – Setiap musim kemarau selalu memunculkan fenomena menarik di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri wilayah Wuryantoro. Nisan-nisan di dasar waduk menyembul keluar karena air surut.

“Kalau musim kemarau memang kelihatan (nisannya) karena air waduk surut. Biasanya di Kelurahan Wuryantoro dan Desa Gumiwang Lor,” ujar Camat Wuryantoro Rahmat Imam Santosa

Lurah Wuryantoro Sucipto juga mengamini hal tersebut. Di Kelurahan Wuryantoro juga terdapat satu titik pemakaman lawas di dasar WGM yang biasa muncul ketika musim kemarau. “Kalau di wilayah kami di sisi timur Lingkungan Salamsari. Tapi di sini jarang dikunjungi,” papar dia.

Menurut Sucipto, bekas pemakaman yang banyak dikunjungi orang ada di Desa Gumiwang Lor. Warga setempat menyebutnya pemakaman Sentono. Biasanya banyak warga seperti goweser yang berkunjung ke sana.

“Sentono itu masuknya Desa Gumiwang Lor tapi biasanya yang mau kesana lewat wilayah kami (Kelurahan Wuryantoro),” beber dia.

Sucipto mengatakan, nisan-nisan yang muncul saat kemarau itu adalah kuburan lama. Sudah ada sebelum pembangunan WGM pada 1974 lalu. “Itu makamnya sudah cukup lama,” kata dia.

Menurut dia, makam-makam yang muncul di permukaan itu ada yang sudah dibongkar dan ada yang belum. Sejumlah batu nisan pun nampak utuh meski terendam air WGM sejak puluhan tahun silam. “Di sekitar sana biasanya juga ada yang memancing ikan,” pungkas dia. (al/bun/dam)

WONOGIRI – Setiap musim kemarau selalu memunculkan fenomena menarik di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri wilayah Wuryantoro. Nisan-nisan di dasar waduk menyembul keluar karena air surut.

“Kalau musim kemarau memang kelihatan (nisannya) karena air waduk surut. Biasanya di Kelurahan Wuryantoro dan Desa Gumiwang Lor,” ujar Camat Wuryantoro Rahmat Imam Santosa

Lurah Wuryantoro Sucipto juga mengamini hal tersebut. Di Kelurahan Wuryantoro juga terdapat satu titik pemakaman lawas di dasar WGM yang biasa muncul ketika musim kemarau. “Kalau di wilayah kami di sisi timur Lingkungan Salamsari. Tapi di sini jarang dikunjungi,” papar dia.

Menurut Sucipto, bekas pemakaman yang banyak dikunjungi orang ada di Desa Gumiwang Lor. Warga setempat menyebutnya pemakaman Sentono. Biasanya banyak warga seperti goweser yang berkunjung ke sana.

“Sentono itu masuknya Desa Gumiwang Lor tapi biasanya yang mau kesana lewat wilayah kami (Kelurahan Wuryantoro),” beber dia.

Sucipto mengatakan, nisan-nisan yang muncul saat kemarau itu adalah kuburan lama. Sudah ada sebelum pembangunan WGM pada 1974 lalu. “Itu makamnya sudah cukup lama,” kata dia.

Menurut dia, makam-makam yang muncul di permukaan itu ada yang sudah dibongkar dan ada yang belum. Sejumlah batu nisan pun nampak utuh meski terendam air WGM sejak puluhan tahun silam. “Di sekitar sana biasanya juga ada yang memancing ikan,” pungkas dia. (al/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/