alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

Kejari Wonogiri Stop Kasus Pencurian HP lewat Restorative Justice

WONOGIRI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri melakukan penghentian penuntutan perkara dengan restorative justice (RJ) kasus pencurian handphone dengan pelaku Krisnawanto.

Dia diketahui mencuri handphone dan tas kulit berisi uang tunai dan sejumlah dokumen milik Titin Devicha, warga Dusun Miri, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro.

Mediasi dilaksanakan, Jumat (2/9) dihadiri Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kepala Kejari Wonogiri (Kajari) Porman Patuan Radot, Kasi Pidum Christomy Bonar dan penuntut umum. Istri pelaku, korban dan saksi-saksi turut dihadirkan.

Dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Bupati Joko Sutopo mengapresiasi langkah kejari mengambil solusi terbaik untuk masyarakat.

Sementara itu, Porman Patuan Radot mengatakan, Krisnawanto disangkakan pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian. “Tersangka melakukan aksinya saat datang ke rumah korban,” ujarnya, Kamis (22/9).

Menyikapi kasus tersebut, dilakukan ekspos secara virtual dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana dan jajarannya lewat Zoom Meeting. Lalu perkara itu dinyatakan memenuhi syarat dan mendapatkan persetujuan penghentian penuntutan perkara dengan cara RJ

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah kemudian memerintahkan penghentian penuntutan perkara terhadap RJ dengan Surat Nomor R-2936/M.3/Eoh.2/09/2022 pada 16 September.

Ditindaklanjuti kajari Wonogiri dengan menerbitkan Surat Keputusan Penghentian Keputusan (SKP2) Nomor : B-642/M.3.35/Eoh.2/09/ 2022 pada 20 September atas penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada tersangka.

Selanjutnya di Omah Rembuk Adil (Rumah RJ) di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota dilakukan pelaksanaan surat keputusan penghentian keputusan (SKP2) Nomor : B-642/M.3.35/Eoh.2/ 09/2022 tanggal 20 September 2022.

“Dilakukan pengembalian barang bukti kepada korban dan pelaku. Juga membebaskan tersangka dari penahanan di Lapas Kelas II B Wonogiri,” kata Porman.

Menurut kajari, tersangka sebelumnya tidak ada niat untuk mencuri. Hanya saja, terdapat kesempatan untuk melakukan pencurian itu. Ketika datang ke rumah Titin untuk meminjam lesung, pelaku langsung mengambil handphone dan tas milik korban.

“Karna ada kesempatan. Sebelumnya tidak ada niatan untuk itu (mencuri). Tersangka juga bukan residivis. Ini kali pertama dilakukan tersangka,” kata dia.

Penghentian penuntutan perkara dengan RJ tak bisa begitu saja dilakukan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, ancaman penjara kurang dari lima tahun, dan baru kali pertama melakukan kejahatan. RJ juga perlu diekspos di depan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri melakukan penghentian penuntutan perkara dengan restorative justice (RJ) kasus pencurian handphone dengan pelaku Krisnawanto.

Dia diketahui mencuri handphone dan tas kulit berisi uang tunai dan sejumlah dokumen milik Titin Devicha, warga Dusun Miri, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro.

Mediasi dilaksanakan, Jumat (2/9) dihadiri Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kepala Kejari Wonogiri (Kajari) Porman Patuan Radot, Kasi Pidum Christomy Bonar dan penuntut umum. Istri pelaku, korban dan saksi-saksi turut dihadirkan.

Dalam rilis yang diterima Jawa Pos Radar Solo, Bupati Joko Sutopo mengapresiasi langkah kejari mengambil solusi terbaik untuk masyarakat.

Sementara itu, Porman Patuan Radot mengatakan, Krisnawanto disangkakan pasal 362 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian. “Tersangka melakukan aksinya saat datang ke rumah korban,” ujarnya, Kamis (22/9).

Menyikapi kasus tersebut, dilakukan ekspos secara virtual dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana dan jajarannya lewat Zoom Meeting. Lalu perkara itu dinyatakan memenuhi syarat dan mendapatkan persetujuan penghentian penuntutan perkara dengan cara RJ

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah kemudian memerintahkan penghentian penuntutan perkara terhadap RJ dengan Surat Nomor R-2936/M.3/Eoh.2/09/2022 pada 16 September.

Ditindaklanjuti kajari Wonogiri dengan menerbitkan Surat Keputusan Penghentian Keputusan (SKP2) Nomor : B-642/M.3.35/Eoh.2/09/ 2022 pada 20 September atas penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada tersangka.

Selanjutnya di Omah Rembuk Adil (Rumah RJ) di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota dilakukan pelaksanaan surat keputusan penghentian keputusan (SKP2) Nomor : B-642/M.3.35/Eoh.2/ 09/2022 tanggal 20 September 2022.

“Dilakukan pengembalian barang bukti kepada korban dan pelaku. Juga membebaskan tersangka dari penahanan di Lapas Kelas II B Wonogiri,” kata Porman.

Menurut kajari, tersangka sebelumnya tidak ada niat untuk mencuri. Hanya saja, terdapat kesempatan untuk melakukan pencurian itu. Ketika datang ke rumah Titin untuk meminjam lesung, pelaku langsung mengambil handphone dan tas milik korban.

“Karna ada kesempatan. Sebelumnya tidak ada niatan untuk itu (mencuri). Tersangka juga bukan residivis. Ini kali pertama dilakukan tersangka,” kata dia.

Penghentian penuntutan perkara dengan RJ tak bisa begitu saja dilakukan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, ancaman penjara kurang dari lima tahun, dan baru kali pertama melakukan kejahatan. RJ juga perlu diekspos di depan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/