alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Pemkab Lepas 81 PMI, Malaysia Lokasi Favorit Pekerja Migran Asal Wonogiri

WONOGIRI – Pemkab Wonogiri melepas sebanyak 81 Pekerja Migran Indonesia (PMI) lulusan baru SMK yang akan merantau ke Malaysia. Negeri Jiran hingga kini masih menjadi pilihan favorit.

“Masih ada waiting list 100 orang yang akan berangkat ke Malaysia,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Puluhan PMI itu ditempatkan di bidang formal. Di antaranya pabrik elektronik. Pemberangkatan kali ini merupakan yang perdana setelah Covid-19 melandai.

Menurut bupati, memilih pekerjaan adalah pilihan masing-masing warga. Ketika ada yang ingin bekerja di luar negeri, pemkab siap memfasilitasi. Sebelumnya, calon PMI telah mendapatkan pembekalan. Salah satunya tentang budaya di Malaysia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Wonogiri Ristanti menambahkan, hingga saat ini, tercatat sebanyak 66 negara membuka pintu untuk PMI, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Inggris, dan Korea Selatan.

“Banyak yang (mencari pekerjaan) secara mandiri dengan mendaftar ke perusahaan di negara tujuan. Jadi kami tidak mendeteksinya. Ada juga yang ke Yunani, Austria, dan sebagainya,” jelasnya.

Catatan disnaker, pada 2018, sebanyak 803 PMI dari Wonogiri tersebar di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Brunei Darussalam, Korea Selatan, dan pemagangan di Jepang.

Lalu pada 2019 dilakukan penempatan untuk 784 PMI dengan negara tujuan sama seperti di 2018, sedangkan pada 2021 dan 2022, tidak penyaluran PMI dari Kota Sukses karena pandemi.

Seiring melandainya PMK, pada bulan in, ada sekitar 186 penempatan PMI ke tujuh negara. Disnaker mendorong PMI bekerja di sektor formal.

“Paling banyak peminatnya penempatan Malaysia, karena bahasanya mirip dengan Indonesia dan pemberangkatannya gratis, ditanggung perusahaan penerimanya. Salary– lebih tinggi dibandingkan UMK di Indonesia. Ditambah sejumlah fasilitas,” paparnya. (al/wa/dam)

WONOGIRI – Pemkab Wonogiri melepas sebanyak 81 Pekerja Migran Indonesia (PMI) lulusan baru SMK yang akan merantau ke Malaysia. Negeri Jiran hingga kini masih menjadi pilihan favorit.

“Masih ada waiting list 100 orang yang akan berangkat ke Malaysia,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Puluhan PMI itu ditempatkan di bidang formal. Di antaranya pabrik elektronik. Pemberangkatan kali ini merupakan yang perdana setelah Covid-19 melandai.

Menurut bupati, memilih pekerjaan adalah pilihan masing-masing warga. Ketika ada yang ingin bekerja di luar negeri, pemkab siap memfasilitasi. Sebelumnya, calon PMI telah mendapatkan pembekalan. Salah satunya tentang budaya di Malaysia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Wonogiri Ristanti menambahkan, hingga saat ini, tercatat sebanyak 66 negara membuka pintu untuk PMI, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Inggris, dan Korea Selatan.

“Banyak yang (mencari pekerjaan) secara mandiri dengan mendaftar ke perusahaan di negara tujuan. Jadi kami tidak mendeteksinya. Ada juga yang ke Yunani, Austria, dan sebagainya,” jelasnya.

Catatan disnaker, pada 2018, sebanyak 803 PMI dari Wonogiri tersebar di Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Singapura, Brunei Darussalam, Korea Selatan, dan pemagangan di Jepang.

Lalu pada 2019 dilakukan penempatan untuk 784 PMI dengan negara tujuan sama seperti di 2018, sedangkan pada 2021 dan 2022, tidak penyaluran PMI dari Kota Sukses karena pandemi.

Seiring melandainya PMK, pada bulan in, ada sekitar 186 penempatan PMI ke tujuh negara. Disnaker mendorong PMI bekerja di sektor formal.

“Paling banyak peminatnya penempatan Malaysia, karena bahasanya mirip dengan Indonesia dan pemberangkatannya gratis, ditanggung perusahaan penerimanya. Salary– lebih tinggi dibandingkan UMK di Indonesia. Ditambah sejumlah fasilitas,” paparnya. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/