alexametrics
25.1 C
Surakarta
Wednesday, 20 October 2021

Hujan Angin, Bangunan Sekolah di Selogiri Rusak Tertimpa Beringin

WONOGIRI – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebagian dahan pohon beringin yang berdiri tak jauh dari SDN Karangtengah Desa Jaten, Kecamatan Selogiri patah. Bangunan sekolah pun terdampak patahnya dahan pohon itu.

Kepala Desa Jaten, Kecamatan Selogiri Joko Santoso mengatakan, hujan deras dan angin kencang menerpa daerah itu Jumat (24/9) sore. Sekitar pukul 16.30, pohon yang ada di sekitar sekolah itu pun tumbang.

Akibat tertimpa dahan pohon, gapura sekolah ambruk. Pagar bagian depan juga mengalami kerusakan parah. Selain itu, gedung perpustakaan juga rusak.

“Nggak ada korban jiwa atau luka,” kata Joko, Sabtu (25/9).

Sesaat usai menerima laporan, kata Joko, dia dan sejumlah relawan langsung mendatangi lokasi kejadian. Penanganan awal pun langsung dilakukan hingga pukul 22.00.

“Batang yang ambruk dipotongi. Ini tadi juga masih dilanjutkan,” beber dia.

Joko menambahkan, sejumlah rumah warganya di Dusun Karangtengah, Karanganyar, Karangtalun, Pulosari, Mantenan, Gempeng dan Brangkalan juga terdampak bencana angin kencang. Atap rumah sejumlah warga rusak disapu angin.

“Paling parah di Dusun Karangtengah dan Pulosari,” kata Joko.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto merinci, ada 31 rumah warga di Desa Jaten yang terdampak angin kencang. BPBD dibantu relawan serta TNI membersihkan puing atap sekolah serta memindahkan batang-batang pohon besar yang menimpa bangunan sekolah.

“Atap ruang kelas I dan IV mengalami kerusakan setelah tertimpa dahan besar. Buku dan sarana perpustakaan mengalami kerusakan akibat terguyur air hujan. Selain itu, juga ada rumah warga yang terdampak angin kencang. Di sana (Desa Jaten) ditaksir kerugian sekitar Rp 107.500.000,” papar dia.

Kepala SDN Karangtengah Tri Warsito menuturkan, pihaknya telah melaporkan bencana tersebut kepada BPBD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

“Sementara ini, kita lakukan pembersihan ruang kelas yang terdampak. Kita saat ini fokus dulu pembersihan puing dan menyelamatkan barang seperti buku-buku dulu,” kata dia. (al/ria)


WONOGIRI – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebagian dahan pohon beringin yang berdiri tak jauh dari SDN Karangtengah Desa Jaten, Kecamatan Selogiri patah. Bangunan sekolah pun terdampak patahnya dahan pohon itu.

Kepala Desa Jaten, Kecamatan Selogiri Joko Santoso mengatakan, hujan deras dan angin kencang menerpa daerah itu Jumat (24/9) sore. Sekitar pukul 16.30, pohon yang ada di sekitar sekolah itu pun tumbang.

Akibat tertimpa dahan pohon, gapura sekolah ambruk. Pagar bagian depan juga mengalami kerusakan parah. Selain itu, gedung perpustakaan juga rusak.

“Nggak ada korban jiwa atau luka,” kata Joko, Sabtu (25/9).

Sesaat usai menerima laporan, kata Joko, dia dan sejumlah relawan langsung mendatangi lokasi kejadian. Penanganan awal pun langsung dilakukan hingga pukul 22.00.

“Batang yang ambruk dipotongi. Ini tadi juga masih dilanjutkan,” beber dia.

Joko menambahkan, sejumlah rumah warganya di Dusun Karangtengah, Karanganyar, Karangtalun, Pulosari, Mantenan, Gempeng dan Brangkalan juga terdampak bencana angin kencang. Atap rumah sejumlah warga rusak disapu angin.

“Paling parah di Dusun Karangtengah dan Pulosari,” kata Joko.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto merinci, ada 31 rumah warga di Desa Jaten yang terdampak angin kencang. BPBD dibantu relawan serta TNI membersihkan puing atap sekolah serta memindahkan batang-batang pohon besar yang menimpa bangunan sekolah.

“Atap ruang kelas I dan IV mengalami kerusakan setelah tertimpa dahan besar. Buku dan sarana perpustakaan mengalami kerusakan akibat terguyur air hujan. Selain itu, juga ada rumah warga yang terdampak angin kencang. Di sana (Desa Jaten) ditaksir kerugian sekitar Rp 107.500.000,” papar dia.

Kepala SDN Karangtengah Tri Warsito menuturkan, pihaknya telah melaporkan bencana tersebut kepada BPBD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri.

“Sementara ini, kita lakukan pembersihan ruang kelas yang terdampak. Kita saat ini fokus dulu pembersihan puing dan menyelamatkan barang seperti buku-buku dulu,” kata dia. (al/ria)

Populer

Berita Terbaru