alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

BMKG Prediksi Puncak Hujan di Bulan Januari, BPBD Wonogiri: Semua Pihak Waspada

WONOGIRI Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak hujan terjadi Januari 2022. Karena itu, masyarakat diminta waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pada bulan tersebut, curah hujan bisa sangat tinggi.

“Di Januari nanti, saat puncaknya, curah hujan di sejumlah wilayah bisa sampai 500 mm. Bahkan di sebagian kecil wilayah bisa lebih dari itu,” terangnya, Kamis (25/11).

Bambang mewanti-wanti masyarakat untuk waspada dengan bencana hidrometeorologi. Di antaranya angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga sambaran petir.

“Curah hujan saat ini masih bisa meningkat ketika masuk puncak musim penghujan. Jadi memang harus benar-benar waspada. Tentunya jangan sampai ada korban jiwa seperti 2017 lalu. Waktu itu ada empat korban jiwa akibat tanah longsor,” beber Bambang.

Menurut dia, tanah longsor bisa dicegah dengan tata kelola air di area rawan longsor. Selain itu, kewaspadaan masyarakat juga perlu ditingkatkan.

Fenomena La Nina dan Siklon Paddy yang belum lama ini terlacak di sekitar Samudera Hindia (selatan Jawa) juga harus diwaspadai. Beruntung, siklon itu sudah punah.

“Masyarakat yang ada di bawah lereng atau di atas lereng bisa melakukan pengecekan resapan air di tanah. Kalau ada rongga tanah yang bisa memicu air masuk, bisa segera dilakukan tindakan tata kelola air,” urainya.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, berdasarkan pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wonogiri masuk zona merah bencana alam. Itu karena seringnya terjadi kasus bencana alam. Karena itu diperlukan langkah antisipatif dari semua lini untuk menekan potensi dampak bencana. (al/wa/dam)

WONOGIRI Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak hujan terjadi Januari 2022. Karena itu, masyarakat diminta waspada dengan potensi bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, pada bulan tersebut, curah hujan bisa sangat tinggi.

“Di Januari nanti, saat puncaknya, curah hujan di sejumlah wilayah bisa sampai 500 mm. Bahkan di sebagian kecil wilayah bisa lebih dari itu,” terangnya, Kamis (25/11).

Bambang mewanti-wanti masyarakat untuk waspada dengan bencana hidrometeorologi. Di antaranya angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga sambaran petir.

“Curah hujan saat ini masih bisa meningkat ketika masuk puncak musim penghujan. Jadi memang harus benar-benar waspada. Tentunya jangan sampai ada korban jiwa seperti 2017 lalu. Waktu itu ada empat korban jiwa akibat tanah longsor,” beber Bambang.

Menurut dia, tanah longsor bisa dicegah dengan tata kelola air di area rawan longsor. Selain itu, kewaspadaan masyarakat juga perlu ditingkatkan.

Fenomena La Nina dan Siklon Paddy yang belum lama ini terlacak di sekitar Samudera Hindia (selatan Jawa) juga harus diwaspadai. Beruntung, siklon itu sudah punah.

“Masyarakat yang ada di bawah lereng atau di atas lereng bisa melakukan pengecekan resapan air di tanah. Kalau ada rongga tanah yang bisa memicu air masuk, bisa segera dilakukan tindakan tata kelola air,” urainya.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, berdasarkan pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wonogiri masuk zona merah bencana alam. Itu karena seringnya terjadi kasus bencana alam. Karena itu diperlukan langkah antisipatif dari semua lini untuk menekan potensi dampak bencana. (al/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru