alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Menteri BUMN dan Dirut BRI Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas

BATURAJA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berkomitmen untukmemberdayakan pelaku usaha di segmen UMKM. Fokus BRI memberdayakan UMKMtersebuttidakterlepas dari kontribusisegmenini pada perekonomiannasional, dimana99 persen struktur ekonomi Indonesia berasal dari UMKM. Disamping itu, UMKM juga memberikan sumbangsih kepada PDB sebesar 60 persen dari total PDB Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja Menteri BUMN RI Erick Thohir yang didampingi oleh Direktur Utama BRI Sunarsodi Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Pada kesempatan tersebut Sunarso mengungkapkan bahwa saat pelaku UMKM semakinkuat, diharapkan ketahanan ekonomi nasional pun akan semakin kuat. Untuk itu, pihaknyamenegaskan pelaku UMKM harus diedukasi.

“Hal pertama yang perlu diedukasi adalah spirit entrepreneurship. Dengan demikian pelaku usaha memiliki semangat baja dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya”, terangnya.

Kedua, adalah edukasi pada kemampuan mengelola administrasi dan manajerial. Menurutnya, ketika pelaku usaha UMKM mampu tertib administrasi dan manajerial, bank pun akan berebut menawarkan jasa layanan keuangan. Adapun faktor ketiga yang harus diedukasi adalah aksesibilitas. Bagaimana pelaku usaha UMKM bisa mengakses informasi, teknologi, pasar, termasuk memperoleh permodalan.

“Termasuk Good Corporate Governance Principles. Itu harus diajarkan kepada UMKM. Yang terakhir saya pikir itu sustainability. Harus dipikirkan journey dari usahanya. Kalau sekarang usaha ultra mikro maka target sekian tahun harus (naik kelas) ke mikro, kecil, dan bahkan menengah,” ujarnya.

Dalam agenda kunjungan kerja selama dua hari tersebut yakni 3-4 Agustus 2021, Menteri BUMN RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso mengunjungi beberapa lokasi penting yaitu ke klaster produksi tempe binaan BRI, Agen BRILink Toko Nadia, Penyaluran BPUM serta kegiatan vaksinasi di KC BRI Baturaja.

Adapun klaster produksi tempe berada di Kebun Jeruk, Kelurahan Saung Naga, Kecamatan Baturaja Barat.Sunarso mencontohkan, setelah proses edukasi BRI bisa memberikan jasa layanan simpanan dan pinjaman kepada produsen tempe yang menjadi nasabahnya.

Dalam ekosistem tersebut, terdapat 72 orang pelaku usaha dengan potensi akuisisi BRI melalui simpanan dan pinjaman, Agen BRILink, Qris hingga Agen Mitra Ultra Mikro (Umi). Harapannya, sentra produksi tempe berkapasitas produksi hingga 2 ton per hari dengan omzet Rp 40 juta hingga Rp 57 juta setiap harinya itu bisa terus berkembang ke depan.

Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomisertauntuk mendorong proses inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, Sunarso pun menyambangi Agen BRILink Toko Nadia. Gerai yang dimiliki Nizar (49) warga jalan Garuda Lintas Sumatera, Desa Airpaoh, Baturaja, OKU, itu masuk dalam kategori Agen Jawara.

Nizar mampu membantu inklusi keuangan warga dengan transaksi mencapai 779 kali per bulan. Nilai transaksinya pun tergolong besar, mencapai Rp1,15 miliar per bulan. Terkait Agen BRILink, Sunarso mengatakan, di zaman digitalisasi sekarang ini, pelaku usaha di segmen UMKM bukan hanya harus didukung dengan kekuatan modal saja.Namun juga berbagai produk jasa layanan keuangan. Karenanya BRILink siap hadir menjembatani masyarakat luas khususnya untuk mendukung pelaku usaha melakukan transaksi keuangan di daerah yang jauh dari kantor bank.

“Itu yang kita siapkan. Dan sekarang, karena eranya digital, orang itu akan memiliki competitiveness yang baik kalau fokus. Fokus ke klaster-klaster mana, dan itu lah yang kita sebut ekosistem,” katanya.

Sebagai bank penyalur bantuan produktif usaha mikro (BPUM), BRI pun agresif mempercepat penyaluran dana bantuan tersebut agar diterima oleh penerima manfaat. Di Kabupaten tersebut, salah satu unit kerja penyalur BPUM adalah Kantor Cabang BRI Baturaja di jalan Baturaja Lama, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Sebagai penutup kunjungan kerja, Erick Thohir yang didampingi oleh Sunarsomenyaksikan kegiatan vaksinasi bersamaan dengan proses penyaluran BPUM di KC BRI Baturaja. Hal ini sebagai wujud komitmen perseroan yang secara konsisten menghadirkan social value melalui peran sosial bagi masyarakat. (adv/dam)


BATURAJA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus berkomitmen untukmemberdayakan pelaku usaha di segmen UMKM. Fokus BRI memberdayakan UMKMtersebuttidakterlepas dari kontribusisegmenini pada perekonomiannasional, dimana99 persen struktur ekonomi Indonesia berasal dari UMKM. Disamping itu, UMKM juga memberikan sumbangsih kepada PDB sebesar 60 persen dari total PDB Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja Menteri BUMN RI Erick Thohir yang didampingi oleh Direktur Utama BRI Sunarsodi Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Pada kesempatan tersebut Sunarso mengungkapkan bahwa saat pelaku UMKM semakinkuat, diharapkan ketahanan ekonomi nasional pun akan semakin kuat. Untuk itu, pihaknyamenegaskan pelaku UMKM harus diedukasi.

“Hal pertama yang perlu diedukasi adalah spirit entrepreneurship. Dengan demikian pelaku usaha memiliki semangat baja dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya”, terangnya.

Kedua, adalah edukasi pada kemampuan mengelola administrasi dan manajerial. Menurutnya, ketika pelaku usaha UMKM mampu tertib administrasi dan manajerial, bank pun akan berebut menawarkan jasa layanan keuangan. Adapun faktor ketiga yang harus diedukasi adalah aksesibilitas. Bagaimana pelaku usaha UMKM bisa mengakses informasi, teknologi, pasar, termasuk memperoleh permodalan.

“Termasuk Good Corporate Governance Principles. Itu harus diajarkan kepada UMKM. Yang terakhir saya pikir itu sustainability. Harus dipikirkan journey dari usahanya. Kalau sekarang usaha ultra mikro maka target sekian tahun harus (naik kelas) ke mikro, kecil, dan bahkan menengah,” ujarnya.

Dalam agenda kunjungan kerja selama dua hari tersebut yakni 3-4 Agustus 2021, Menteri BUMN RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Sunarso mengunjungi beberapa lokasi penting yaitu ke klaster produksi tempe binaan BRI, Agen BRILink Toko Nadia, Penyaluran BPUM serta kegiatan vaksinasi di KC BRI Baturaja.

Adapun klaster produksi tempe berada di Kebun Jeruk, Kelurahan Saung Naga, Kecamatan Baturaja Barat.Sunarso mencontohkan, setelah proses edukasi BRI bisa memberikan jasa layanan simpanan dan pinjaman kepada produsen tempe yang menjadi nasabahnya.

Dalam ekosistem tersebut, terdapat 72 orang pelaku usaha dengan potensi akuisisi BRI melalui simpanan dan pinjaman, Agen BRILink, Qris hingga Agen Mitra Ultra Mikro (Umi). Harapannya, sentra produksi tempe berkapasitas produksi hingga 2 ton per hari dengan omzet Rp 40 juta hingga Rp 57 juta setiap harinya itu bisa terus berkembang ke depan.

Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomisertauntuk mendorong proses inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, Sunarso pun menyambangi Agen BRILink Toko Nadia. Gerai yang dimiliki Nizar (49) warga jalan Garuda Lintas Sumatera, Desa Airpaoh, Baturaja, OKU, itu masuk dalam kategori Agen Jawara.

Nizar mampu membantu inklusi keuangan warga dengan transaksi mencapai 779 kali per bulan. Nilai transaksinya pun tergolong besar, mencapai Rp1,15 miliar per bulan. Terkait Agen BRILink, Sunarso mengatakan, di zaman digitalisasi sekarang ini, pelaku usaha di segmen UMKM bukan hanya harus didukung dengan kekuatan modal saja.Namun juga berbagai produk jasa layanan keuangan. Karenanya BRILink siap hadir menjembatani masyarakat luas khususnya untuk mendukung pelaku usaha melakukan transaksi keuangan di daerah yang jauh dari kantor bank.

“Itu yang kita siapkan. Dan sekarang, karena eranya digital, orang itu akan memiliki competitiveness yang baik kalau fokus. Fokus ke klaster-klaster mana, dan itu lah yang kita sebut ekosistem,” katanya.

Sebagai bank penyalur bantuan produktif usaha mikro (BPUM), BRI pun agresif mempercepat penyaluran dana bantuan tersebut agar diterima oleh penerima manfaat. Di Kabupaten tersebut, salah satu unit kerja penyalur BPUM adalah Kantor Cabang BRI Baturaja di jalan Baturaja Lama, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Sebagai penutup kunjungan kerja, Erick Thohir yang didampingi oleh Sunarsomenyaksikan kegiatan vaksinasi bersamaan dengan proses penyaluran BPUM di KC BRI Baturaja. Hal ini sebagai wujud komitmen perseroan yang secara konsisten menghadirkan social value melalui peran sosial bagi masyarakat. (adv/dam)

Populer

Berita Terbaru