alexametrics
23.3 C
Surakarta
Thursday, 18 August 2022

Ini 6 Strategi Kunci Pertumbuhan BRI, Peningkatan CASA hingga Kualitas Aset

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menerapkan enam strategi agar dapat terus konsisten dan berkelanjutan mempertahankan kinerja yang tetap unggul ke depan. Hal itu dilakukan seiring dengan torehan kinerja keuangan dan bisnis BRI yang solid sepanjang semester I 2022, di tengah kondisi ekonomi tak paati akibat pandemi dan krisis global.

Pada akhir Juli lalu, BRI merilis laporan keuangan paro pertama 2022. BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 24,88 triliun atau tumbuh 98,38 persen secara year on year (yoy). Dengan total aset meningkat 6,37 persen yoy menjadi Rp 1.652,84 triliun.

Pencapaian laba BRI tersebut menjadi yang terbesar sekaligus menjadi pertumbuhan yang tertinggi di Tanah Air.

Terkait kinerja perseroan, Direktur Utama BRI Sunarso menggarisbawahi bahwa situasi dan kondisi ekonomi Indonesia secara domestik sesungguhnya sangat solid. Berbagai kebijakan yang diberikan pemerintah maupun regulator di sektor keuangan menghasilkan kekuatan ekonomi yang cukup tangguh dalam menghadapi krisis.

“Bisnis UMKM terutama di mikro itu jauh dari episentrum gejolak global. Tapi kita memang harus tetap hati-hati. Untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, BRI punya enam strategi yang dirancang sekaligus untuk mengantisipasi tantangan tadi,” ujarnya.

Strategi pertama adalah fokus pada funding stability dan funding sustainability. Artinya, BRI fokus kepada dana murah atau CASA. Untuk kinerja semester I/2022. Dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BRI mencatat perumbuhan 3,70 persen menjadi Rp 1.136,98 triliun.

Strategi kedua, BRI fokus pada kualitas aset. Yakni melalui restrukturisasi terutama kredit UMKM menggunakan kelonggaran relaksasi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk kinerja bank only persentase kredit yang direstrukturisasi pada paro pertama tahun ini di level 12,18 persen, turun dari periode yang sama tahun lalu di 18,80 persen.

Adapun non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah BRI secara konsolidasi terkendali di level 3,26 persen atau sangat manageable. Sementara rasio NPL coverage BRI mencapai 266,26 persen atau disediakan 2,7 kali cadangan terhadap nilai NPL. Angka tersebut meningkat dibandingkan NPL coverage kuartal II tahun lalu sekitar 2,53 kali.

Strategi ketiga adalah selective growth, di mana portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 9,81 persen, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 837,82 triliun menjadi Rp 920 triliun. Hal ini menjadikan porsi kredit UMKM mencapai 83,27 persen terhadap total portofolio. Bahkan pada 2024-2025 nanti porsi kredit UMKM ditargetkan dapat meningkat menjadi 85 persen.

Strategi keempat adalah optimizing new sources of growth. BRI mengoptimalkan sinergi di segmen ultra mikro sebagai sumber pertumbuhan baru. Pada September 2021, BRI membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM.

“Pegadaian memberikan kontribusi 4,1 persen terhadap aset BRI, dan kemudian 7,1 persen terhadap total laba BRI. Sedangkan PNM berkontribusi 2,8 persen terhadap aset, dan kemudian berkontribusi 1,8 persen terhadap total laba BRI. Dari sisi kredit, Pegadaian berkontribusi sebesar 5 persen dan PNM berkontribusi 3,5 persen,” tegasnya.

Strategi kelima adalah penguatan prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG). Diungkapkan Sunarso, BRI telah membentuk divisi yang khusus menangani ESG. Dalam kinerja keuangan penerapan ESG terukur melalui kredit berkelanjutan BRI. Hingga akhir kuartal II/2022 mencapai Rp 657,1 triliun atau setara 65,5 persen dari total portofolio. Dari jumlah tersebut, Rp 74,7 triliun disalurkan kepada pembiayaan hijau.

Strategi keenam untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan adalah excellence enablers.

“Strategi ini terus terang kami harus tetap fokus kepada people first. Kemudian kita melakukan transformasi, baik transformasi di digital maupun yang sangat penting lagi adalah yang sangat fundamental melakukan transformasi secara kultural. Enam strategi kami siapkan untuk menjaga sustainability dari kinerja yang sangat baik ini,” pungkasnya. (*/ria)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menerapkan enam strategi agar dapat terus konsisten dan berkelanjutan mempertahankan kinerja yang tetap unggul ke depan. Hal itu dilakukan seiring dengan torehan kinerja keuangan dan bisnis BRI yang solid sepanjang semester I 2022, di tengah kondisi ekonomi tak paati akibat pandemi dan krisis global.

Pada akhir Juli lalu, BRI merilis laporan keuangan paro pertama 2022. BRI secara konsolidasian (BRI Group) berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 24,88 triliun atau tumbuh 98,38 persen secara year on year (yoy). Dengan total aset meningkat 6,37 persen yoy menjadi Rp 1.652,84 triliun.

Pencapaian laba BRI tersebut menjadi yang terbesar sekaligus menjadi pertumbuhan yang tertinggi di Tanah Air.

Terkait kinerja perseroan, Direktur Utama BRI Sunarso menggarisbawahi bahwa situasi dan kondisi ekonomi Indonesia secara domestik sesungguhnya sangat solid. Berbagai kebijakan yang diberikan pemerintah maupun regulator di sektor keuangan menghasilkan kekuatan ekonomi yang cukup tangguh dalam menghadapi krisis.

“Bisnis UMKM terutama di mikro itu jauh dari episentrum gejolak global. Tapi kita memang harus tetap hati-hati. Untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, BRI punya enam strategi yang dirancang sekaligus untuk mengantisipasi tantangan tadi,” ujarnya.

Strategi pertama adalah fokus pada funding stability dan funding sustainability. Artinya, BRI fokus kepada dana murah atau CASA. Untuk kinerja semester I/2022. Dalam hal penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BRI mencatat perumbuhan 3,70 persen menjadi Rp 1.136,98 triliun.

Strategi kedua, BRI fokus pada kualitas aset. Yakni melalui restrukturisasi terutama kredit UMKM menggunakan kelonggaran relaksasi yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk kinerja bank only persentase kredit yang direstrukturisasi pada paro pertama tahun ini di level 12,18 persen, turun dari periode yang sama tahun lalu di 18,80 persen.

Adapun non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah BRI secara konsolidasi terkendali di level 3,26 persen atau sangat manageable. Sementara rasio NPL coverage BRI mencapai 266,26 persen atau disediakan 2,7 kali cadangan terhadap nilai NPL. Angka tersebut meningkat dibandingkan NPL coverage kuartal II tahun lalu sekitar 2,53 kali.

Strategi ketiga adalah selective growth, di mana portofolio kredit UMKM BRI tumbuh 9,81 persen, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 837,82 triliun menjadi Rp 920 triliun. Hal ini menjadikan porsi kredit UMKM mencapai 83,27 persen terhadap total portofolio. Bahkan pada 2024-2025 nanti porsi kredit UMKM ditargetkan dapat meningkat menjadi 85 persen.

Strategi keempat adalah optimizing new sources of growth. BRI mengoptimalkan sinergi di segmen ultra mikro sebagai sumber pertumbuhan baru. Pada September 2021, BRI membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM.

“Pegadaian memberikan kontribusi 4,1 persen terhadap aset BRI, dan kemudian 7,1 persen terhadap total laba BRI. Sedangkan PNM berkontribusi 2,8 persen terhadap aset, dan kemudian berkontribusi 1,8 persen terhadap total laba BRI. Dari sisi kredit, Pegadaian berkontribusi sebesar 5 persen dan PNM berkontribusi 3,5 persen,” tegasnya.

Strategi kelima adalah penguatan prinsip-prinsip environmental, social, and governance (ESG). Diungkapkan Sunarso, BRI telah membentuk divisi yang khusus menangani ESG. Dalam kinerja keuangan penerapan ESG terukur melalui kredit berkelanjutan BRI. Hingga akhir kuartal II/2022 mencapai Rp 657,1 triliun atau setara 65,5 persen dari total portofolio. Dari jumlah tersebut, Rp 74,7 triliun disalurkan kepada pembiayaan hijau.

Strategi keenam untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan adalah excellence enablers.

“Strategi ini terus terang kami harus tetap fokus kepada people first. Kemudian kita melakukan transformasi, baik transformasi di digital maupun yang sangat penting lagi adalah yang sangat fundamental melakukan transformasi secara kultural. Enam strategi kami siapkan untuk menjaga sustainability dari kinerja yang sangat baik ini,” pungkasnya. (*/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/