alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

BPKH Kelola Saldo Dana Haji Sebesar Rp 158 Triliun

SOLO Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat saldo dana haji yang dikelola pada 2021 sebesar Rp 158,88 triliun. Jumlah ini meningkat 9,64 persen dibandingkan pada 2020 yang sebesar Rp 144,91 triliun.

Pencapaian ini juga melebihi target dana kelolaan 101,90 persen yang ditetapkan oleh BPKH pada 2021 sebesar Rp 155,92 triliun.

“Terkait instrumen dana kelolaan pada 2021, dana yang diinvestasikan sebesar Rp 113,24 triliun atau 71,27 persen. Sisanya 28,73 persen atau Rp 45,64 triliun terdapat di penempatan Bank Syariah dalam bentuk giro dan deposito syariah. Proporsi dana haji yang ditempatkan dan diinvestasi telah sesuai dengan ketentuan yang diatur di PP Nomor 5 Tahun 2018,” ungkap Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (13/1).

Dengan meningkatnya dana kelolaan ini, maka nilai manfaat juga ikut bertambah, yakni sebesar Rp 10,55 triliun atau bertambah 41,99 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 7,43 triliun. Jumlah ini diklaim Anggito melebihi target.

“Kami bersyukur di tengah situasi sulit akibat pandemi, BPKH bisa melakukan pengelolaan dana haji yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya. Kami dalam empat tahun mengelola dana haji berhasil membukukan peningkatan dana kelolaan meski berada di situasi sulit,” bebernya.

Anggito menambahkan capaian itu bisa diraih karena adanya dukungan dan sinergi yang telah terbangun dengan segenap mitra pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat, khususnya jamaah haji. (aya/wa/dam)

SOLO Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat saldo dana haji yang dikelola pada 2021 sebesar Rp 158,88 triliun. Jumlah ini meningkat 9,64 persen dibandingkan pada 2020 yang sebesar Rp 144,91 triliun.

Pencapaian ini juga melebihi target dana kelolaan 101,90 persen yang ditetapkan oleh BPKH pada 2021 sebesar Rp 155,92 triliun.

“Terkait instrumen dana kelolaan pada 2021, dana yang diinvestasikan sebesar Rp 113,24 triliun atau 71,27 persen. Sisanya 28,73 persen atau Rp 45,64 triliun terdapat di penempatan Bank Syariah dalam bentuk giro dan deposito syariah. Proporsi dana haji yang ditempatkan dan diinvestasi telah sesuai dengan ketentuan yang diatur di PP Nomor 5 Tahun 2018,” ungkap Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (13/1).

Dengan meningkatnya dana kelolaan ini, maka nilai manfaat juga ikut bertambah, yakni sebesar Rp 10,55 triliun atau bertambah 41,99 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 7,43 triliun. Jumlah ini diklaim Anggito melebihi target.

“Kami bersyukur di tengah situasi sulit akibat pandemi, BPKH bisa melakukan pengelolaan dana haji yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya. Kami dalam empat tahun mengelola dana haji berhasil membukukan peningkatan dana kelolaan meski berada di situasi sulit,” bebernya.

Anggito menambahkan capaian itu bisa diraih karena adanya dukungan dan sinergi yang telah terbangun dengan segenap mitra pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat, khususnya jamaah haji. (aya/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru