alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Triliunan Uang Pemudik Masuk Solo, BI Solo Perkirakan Inflow Lebih Cepat

SOLO – Inflow atau uang masuk ke Bank Indonesia (BI) Solo pasca lebaran diprediksi bakal lebih dari 100 persen. Mengingat pada dua pekan setelah Lebaran, tercatat sudah lebih dari Rp 2,2 triliun disetor ke perbankan. Artinya, jumlah ini hampir 40 persen dari outflow alias uang yang dikeluarkan BI Solo sebesar Rp 5,6 triliun pada Lebaran lalu.

“Kota Solo sebagai wilayah inflow bakal banyak uang masuk ke kota ini. Diperkirakan bisa lebih dari 100 persen karena banyak pemudik datang ke Solo. Dalam kurun waktu sebulan ke depan bisa masuk 100 persen,” beber Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Solo Nugroho Joko Prastowo dalam media gathering di kantor setempat, kemarin.

Dibandingkan periode Lebaran sebelum pandemi, inflow kali ini dipastikan bisa lebih cepat. Sekitar sebulan pascalebaran, realisasinya mencapai 100 persen. Pada pekan pertama saja, realisasi inflow senilai Rp 1,1 triliun.

Dilanjutkan pada pekan kedua juga senilai Rp 1,1 triliun. Diprediksi, nominal tersebut akan terus bertambah, sedangkan pada 2019, realisasi inflow pascalebaran hanya sekitar 70 persen.

“Karena periode Lebaran tahun ini angka pemudik ke Solo tinggi. Terlihat dari data exit tol. Maka bisa diindikasikan inflow juga akan lebih banyak,” sambungnya.

Joko menjelaskan, inflow di Kota Solo tidak hanya berasal dari uang yang dikeluarkan BI Solo. Namun juga yang dibawa pemudik ke Kota Solo, sehingga inflow tidak selalu sama dengan outflow yang dikeluarkan BI Solo. Alias tidak mesti realisasinya 100 persen. Bahkan bisa lebih dari jumlah outflow.

“Biasanya, selama sebulan sekitar 70 persen uang sudah masuk kembali ke BI Solo. Ini tren sebelum pandemi. Tapi saat pandemi, jumlahnya turun. Nah, pascapandemi ini, prediksinya inflow di Kota Solo lebih dari 100 persen. Karena banyak pemudik, uangnya masuk ke Solo,” urainya.

Vice President Bank Mandiri Area Solo Ony Suryono Widodo menambahkan, pascalebaran, aktivitas nasabahnya menunjukkan kegiatan setoran atau menempatkan dana lebih tinggi dibandingkan penarikan dana dengan deviasi sebesar 42,3 persen.

Sebaliknya, aktivitas sebelum Lebaran menunjukkan penarikan dana oleh nasabah lebih tinggi dibandingkan setoran atau penempatan dana. Deviasinya sebesar 12,5 persen.

“Selama periode Lebaran, kami menyiapkan kebutuhan uang tunai nasabah sebesar Rp 300 miliar. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, aktivitas penempatan dana oleh nasabah menunjukkan peningkatan sampai H+7 pascalebaran. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tren yang sama,” papar dia. (aya/wa)

Perputaran Uang Lebaran

Outflow

  • Rp 5,6 triliun

Inflow

  • Rp 2,2 triliun (pada dua pekan pascalebaran)
  • Diprediksi nominalnya terus bertambah hingga satu bulan ke depan

Faktor Pendukung

  • Jumlah pemudik ke Solo tinggi

SUMBER: BI SOLO

SOLO – Inflow atau uang masuk ke Bank Indonesia (BI) Solo pasca lebaran diprediksi bakal lebih dari 100 persen. Mengingat pada dua pekan setelah Lebaran, tercatat sudah lebih dari Rp 2,2 triliun disetor ke perbankan. Artinya, jumlah ini hampir 40 persen dari outflow alias uang yang dikeluarkan BI Solo sebesar Rp 5,6 triliun pada Lebaran lalu.

“Kota Solo sebagai wilayah inflow bakal banyak uang masuk ke kota ini. Diperkirakan bisa lebih dari 100 persen karena banyak pemudik datang ke Solo. Dalam kurun waktu sebulan ke depan bisa masuk 100 persen,” beber Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Solo Nugroho Joko Prastowo dalam media gathering di kantor setempat, kemarin.

Dibandingkan periode Lebaran sebelum pandemi, inflow kali ini dipastikan bisa lebih cepat. Sekitar sebulan pascalebaran, realisasinya mencapai 100 persen. Pada pekan pertama saja, realisasi inflow senilai Rp 1,1 triliun.

Dilanjutkan pada pekan kedua juga senilai Rp 1,1 triliun. Diprediksi, nominal tersebut akan terus bertambah, sedangkan pada 2019, realisasi inflow pascalebaran hanya sekitar 70 persen.

“Karena periode Lebaran tahun ini angka pemudik ke Solo tinggi. Terlihat dari data exit tol. Maka bisa diindikasikan inflow juga akan lebih banyak,” sambungnya.

Joko menjelaskan, inflow di Kota Solo tidak hanya berasal dari uang yang dikeluarkan BI Solo. Namun juga yang dibawa pemudik ke Kota Solo, sehingga inflow tidak selalu sama dengan outflow yang dikeluarkan BI Solo. Alias tidak mesti realisasinya 100 persen. Bahkan bisa lebih dari jumlah outflow.

“Biasanya, selama sebulan sekitar 70 persen uang sudah masuk kembali ke BI Solo. Ini tren sebelum pandemi. Tapi saat pandemi, jumlahnya turun. Nah, pascapandemi ini, prediksinya inflow di Kota Solo lebih dari 100 persen. Karena banyak pemudik, uangnya masuk ke Solo,” urainya.

Vice President Bank Mandiri Area Solo Ony Suryono Widodo menambahkan, pascalebaran, aktivitas nasabahnya menunjukkan kegiatan setoran atau menempatkan dana lebih tinggi dibandingkan penarikan dana dengan deviasi sebesar 42,3 persen.

Sebaliknya, aktivitas sebelum Lebaran menunjukkan penarikan dana oleh nasabah lebih tinggi dibandingkan setoran atau penempatan dana. Deviasinya sebesar 12,5 persen.

“Selama periode Lebaran, kami menyiapkan kebutuhan uang tunai nasabah sebesar Rp 300 miliar. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, aktivitas penempatan dana oleh nasabah menunjukkan peningkatan sampai H+7 pascalebaran. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tren yang sama,” papar dia. (aya/wa)

Perputaran Uang Lebaran

Outflow

  • Rp 5,6 triliun

Inflow

  • Rp 2,2 triliun (pada dua pekan pascalebaran)
  • Diprediksi nominalnya terus bertambah hingga satu bulan ke depan

Faktor Pendukung

  • Jumlah pemudik ke Solo tinggi

SUMBER: BI SOLO

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/