alexametrics
23.6 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Ketua APPBI Berharap Vaksin Merata, Agar Mal Bisa Bergeliat Lagi

SOLO – Pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi untuk mendeteksi pengunjung mal sudah divaksin atau belum dalam penerapan di lapangan serba dilematis. Satu sisi ekonomi ingin segera bergeliat dengan menarik pengunjung, namun di lain sisi vaksinasi belum merata sehingga banyak pengunjung akhirnya tertolak masuk mal.

Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo Veronica Lahji berharap agar vaksinasi ini bisa diberikan secara menyeluruh. Agar pengunjung mal dan pusat perbelanjaan segera bergeliat kembali.

“Terkait vaksin ini kan warga 18 tahun ke bawah belum banyak yang dapat. Padahal, agar bisa masuk ke mal yang diperbolehkan usia 12 tahun ke atas, sehingga syarat wajib PeduliLindungi belum berjalan optimal,” ujarnya.

Namun Veronica juga mengapresiasi pelonggaran yang sudah diberikan oleh pemerintah, termasuk perpanjangan waktu untuk makan di tempat dari 30 menit menjadi 60 menit. Sehingga pengunjung tidak perlu tergesa-gesa saat makan di mal.

“Harapannya ke depan ada pelonggaran lagi, agar permainan anak bisa segera dibuka juga,” ujarnya.

Di bagian lain, Direktur Bisnis dan Marketing The Park Mall Danny Johannes mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, orang bisa menghabiskan waktu sampai empat jam di dalam mal. Tetapi saat ini hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Menurut Danny, buying power ada dan menentukan pertumbuhan ekonomi. Sebab, jika pertumbuhan ekonomi naik, namun buying power tidak ada, maka akan sia-sia. Untuk itu tenant-tenant diminta memutar otak agar buying power tumbuh kembali.

“Soal trafik pengunjung, saat ini cukup baik. Ada sekitar 3-4 ribu pengunjung setiap hari saat weekday. Untuk weekend, bisa mencapai 5 ribu pengunjung. Kalau sesuai level tiga kan 50 persen, kapasitas kami normalnya 10 ribu orang. Jadi dengan adanya aturan ini maksimal hanya 5 ribu orang per hari,” katanya.

Danny juga berharap agar pemerintah setempat terus mempercepat capaian vaksinasi demi berputarnya roda perekonomian. Terlebih, pengunjung mal wajib menjalani skrining melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Beberapa waktu lalu, dalam satu minggu kami temukan rata-rata lima ojol (ojek online) yang akan masuk ke mal ternyata belum divaksin. Artinya masih perlu vaksin untuk ojol ini. Itu kami sampaikan kepada bupati (Sukoharjo) agar segera divaksin ojol-ojol itu tadi,” imbuhnya. (aya/bun/dam)


SOLO – Pemberlakuan aplikasi PeduliLindungi untuk mendeteksi pengunjung mal sudah divaksin atau belum dalam penerapan di lapangan serba dilematis. Satu sisi ekonomi ingin segera bergeliat dengan menarik pengunjung, namun di lain sisi vaksinasi belum merata sehingga banyak pengunjung akhirnya tertolak masuk mal.

Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Solo Veronica Lahji berharap agar vaksinasi ini bisa diberikan secara menyeluruh. Agar pengunjung mal dan pusat perbelanjaan segera bergeliat kembali.

“Terkait vaksin ini kan warga 18 tahun ke bawah belum banyak yang dapat. Padahal, agar bisa masuk ke mal yang diperbolehkan usia 12 tahun ke atas, sehingga syarat wajib PeduliLindungi belum berjalan optimal,” ujarnya.

Namun Veronica juga mengapresiasi pelonggaran yang sudah diberikan oleh pemerintah, termasuk perpanjangan waktu untuk makan di tempat dari 30 menit menjadi 60 menit. Sehingga pengunjung tidak perlu tergesa-gesa saat makan di mal.

“Harapannya ke depan ada pelonggaran lagi, agar permainan anak bisa segera dibuka juga,” ujarnya.

Di bagian lain, Direktur Bisnis dan Marketing The Park Mall Danny Johannes mengatakan, sebelum pandemi Covid-19, orang bisa menghabiskan waktu sampai empat jam di dalam mal. Tetapi saat ini hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Menurut Danny, buying power ada dan menentukan pertumbuhan ekonomi. Sebab, jika pertumbuhan ekonomi naik, namun buying power tidak ada, maka akan sia-sia. Untuk itu tenant-tenant diminta memutar otak agar buying power tumbuh kembali.

“Soal trafik pengunjung, saat ini cukup baik. Ada sekitar 3-4 ribu pengunjung setiap hari saat weekday. Untuk weekend, bisa mencapai 5 ribu pengunjung. Kalau sesuai level tiga kan 50 persen, kapasitas kami normalnya 10 ribu orang. Jadi dengan adanya aturan ini maksimal hanya 5 ribu orang per hari,” katanya.

Danny juga berharap agar pemerintah setempat terus mempercepat capaian vaksinasi demi berputarnya roda perekonomian. Terlebih, pengunjung mal wajib menjalani skrining melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Beberapa waktu lalu, dalam satu minggu kami temukan rata-rata lima ojol (ojek online) yang akan masuk ke mal ternyata belum divaksin. Artinya masih perlu vaksin untuk ojol ini. Itu kami sampaikan kepada bupati (Sukoharjo) agar segera divaksin ojol-ojol itu tadi,” imbuhnya. (aya/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru