alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Kemenag Jateng Kebut Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

SOLO – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng-Jogjakarta mencatat sebanyak 21.715 pekerja sektor formal di Kementerian Agama (Kemenag) Jateng terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah lembaga terdaftar sebanyak 3.261 lembaga. Cakupannya dari sisi tenaga kerja sebanyak 22 persen, sedangkan dari sisi lembaga sebanyak 30 persen.

“Jumlah pekerja di sektor formal di bawah Kemenag Jateng sebanyak 98.357 dengan jumlah lembaga sebanyak 10.864 lembaga. Artinya, masih banyak yang belum terdaftar (BPJS Ketenagakerjaan). Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kami bersama. Perlu sharing data dan menemukan kendalanya di mana,” ungkap Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-Jogjakarta Cahyaning Indriasari kepada Jawa Pos Radar Solo pada Rapat Koordinasi BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Agama Provinsi Jateng di Hotel Lorin Solo, Jumat (20/5).

Cahyaning mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan dengan Kemenag Jateng sepakat bahwa tahun ini akan fokus pada kepesertaan di sektor formal terlebih dahulu. Sebab Kemenag punya pendidikan formal dan nonformal.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jateng Musta’in Ahmad memasang target proses kepesertaan secara keseluruhan rampung pada 2024. Tahun ini, rencananya menyelesaikan kepesertaan di sektor formal.

“Kami masih punya waktu satu semester lebih. Kami selesaikan yang formal dulu, nanti akhir tahun kami evaluasi, cukup 70 persen dulu. Kalau di sektor nonformal ada marbot dan pengurus rumah ibadah yang sebagian sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tapi secara keseluruhan targetnya selesai 2024,” pungkasnya. (aya/wa)

SOLO – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jateng-Jogjakarta mencatat sebanyak 21.715 pekerja sektor formal di Kementerian Agama (Kemenag) Jateng terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan jumlah lembaga terdaftar sebanyak 3.261 lembaga. Cakupannya dari sisi tenaga kerja sebanyak 22 persen, sedangkan dari sisi lembaga sebanyak 30 persen.

“Jumlah pekerja di sektor formal di bawah Kemenag Jateng sebanyak 98.357 dengan jumlah lembaga sebanyak 10.864 lembaga. Artinya, masih banyak yang belum terdaftar (BPJS Ketenagakerjaan). Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kami bersama. Perlu sharing data dan menemukan kendalanya di mana,” ungkap Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-Jogjakarta Cahyaning Indriasari kepada Jawa Pos Radar Solo pada Rapat Koordinasi BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Agama Provinsi Jateng di Hotel Lorin Solo, Jumat (20/5).

Cahyaning mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan dengan Kemenag Jateng sepakat bahwa tahun ini akan fokus pada kepesertaan di sektor formal terlebih dahulu. Sebab Kemenag punya pendidikan formal dan nonformal.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jateng Musta’in Ahmad memasang target proses kepesertaan secara keseluruhan rampung pada 2024. Tahun ini, rencananya menyelesaikan kepesertaan di sektor formal.

“Kami masih punya waktu satu semester lebih. Kami selesaikan yang formal dulu, nanti akhir tahun kami evaluasi, cukup 70 persen dulu. Kalau di sektor nonformal ada marbot dan pengurus rumah ibadah yang sebagian sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tapi secara keseluruhan targetnya selesai 2024,” pungkasnya. (aya/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/