alexametrics
21.5 C
Surakarta
Thursday, 30 June 2022

ASITA Jateng Pacu Maskapai Gaet Wisatawan Asing

SOLO – ASITA Jateng mendorong maskapai dalam negeri berkontribusi secara riil dan pro aktif dalam mendatangkan wisatawan mancanegara ke tanah air. Sebab selama ini, hanya maskapai internasional yang berani membuka penerbangan mancanegara dan membawa wisatawan dari luar negeri ke Indonesia.

Kedatangan wisatawan mancanegara mampu menggeliatkan berbagai sektor. Sebut saja perdagangan, investasi, dan sebagainya.

“Kami mendorong maskapai dalam negeri ikut berkontribusi. Saya optimistis untuk tahap awal, harus bersinergi dengan banyak pihak. Supaya sektor trading and investment bisa bergerak lagi,” ujar Wakil Ketua ASITA Jateng Daryono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Pihaknya mengapresiasi inisiatif Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang akan membuka kembali jalur internasional di Bandara Adi Soemarmo. Untuk tahap awal, rencananya membuka perjalanan Solo-Malaysia dan Solo-Singapura. Wacana ini bentuk pro aktif pemerintah untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Khususnya ke Kota Bengawan.

“Selama ini, kedatangan wisatawan mancanegara ke Solo memang lewat dua bandara itu, Malaysia dan Singapura. Kalau Singapura, semua pusat kedatangan internasional ada di situ. Jadi pilihan tepat kalau membuka jalur ke Singapura,” ungkapnya.

Sedangkan Malaysia, market perjalanannya cukup potensial. Baik dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya. Termasuk ke Kota Solo. Terlebih jika dikaitkan dengan wellness tourism yang sedang tengah digenjot oleh wali kota Surakarta. Banyak masyarakat yang memilih berobat ke rumah sakit di Malaysia.

“Jadi pasarnya tidak hanya shopping. Tapi juga bisa wellness tourism. Ini akan berdampak positif terhadap pariwisata. Tidak hanya Solo dan sekitarnya. Tapi juga Jawa Tengah dan Jogjakarta. Selain itu, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada umumnya. Karena UMKM yang ekspor lebih dari 60 persen pengiriman ke Malaysia. Produk industri kreatif, fashion. Jadi ini akan mendorong ekspor juga maupun perdagangan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Gibran, penerbangan internasional dinilai penting untuk mendukung ekonomi dan pariwisata Kota Solo. Dirinya berencana meminta bantuan pada Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan penerbangan internasional dari Solo ini. Sebab secara load factor tidak terjadi persoalan karena saat ini sudah banyak masyarakat yang ingin traveling. “Nanti kita upayakan,” katanya.

Terlebih sebelum pandemi Covid-19, ada paket penerbangan ke Tiongkok dengan sistem charter. Gibran menilai hal ini bisa diterapkan untuk paket penerbangan internasional lainnya. Paling realistis yakni menghidupkan penerbangan dari Solo-Singapura atau Solo-Malaysia. (aya/wa/dam)

SOLO – ASITA Jateng mendorong maskapai dalam negeri berkontribusi secara riil dan pro aktif dalam mendatangkan wisatawan mancanegara ke tanah air. Sebab selama ini, hanya maskapai internasional yang berani membuka penerbangan mancanegara dan membawa wisatawan dari luar negeri ke Indonesia.

Kedatangan wisatawan mancanegara mampu menggeliatkan berbagai sektor. Sebut saja perdagangan, investasi, dan sebagainya.

“Kami mendorong maskapai dalam negeri ikut berkontribusi. Saya optimistis untuk tahap awal, harus bersinergi dengan banyak pihak. Supaya sektor trading and investment bisa bergerak lagi,” ujar Wakil Ketua ASITA Jateng Daryono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Pihaknya mengapresiasi inisiatif Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang akan membuka kembali jalur internasional di Bandara Adi Soemarmo. Untuk tahap awal, rencananya membuka perjalanan Solo-Malaysia dan Solo-Singapura. Wacana ini bentuk pro aktif pemerintah untuk mendatangkan wisatawan mancanegara. Khususnya ke Kota Bengawan.

“Selama ini, kedatangan wisatawan mancanegara ke Solo memang lewat dua bandara itu, Malaysia dan Singapura. Kalau Singapura, semua pusat kedatangan internasional ada di situ. Jadi pilihan tepat kalau membuka jalur ke Singapura,” ungkapnya.

Sedangkan Malaysia, market perjalanannya cukup potensial. Baik dari Malaysia ke Indonesia maupun sebaliknya. Termasuk ke Kota Solo. Terlebih jika dikaitkan dengan wellness tourism yang sedang tengah digenjot oleh wali kota Surakarta. Banyak masyarakat yang memilih berobat ke rumah sakit di Malaysia.

“Jadi pasarnya tidak hanya shopping. Tapi juga bisa wellness tourism. Ini akan berdampak positif terhadap pariwisata. Tidak hanya Solo dan sekitarnya. Tapi juga Jawa Tengah dan Jogjakarta. Selain itu, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada umumnya. Karena UMKM yang ekspor lebih dari 60 persen pengiriman ke Malaysia. Produk industri kreatif, fashion. Jadi ini akan mendorong ekspor juga maupun perdagangan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Gibran, penerbangan internasional dinilai penting untuk mendukung ekonomi dan pariwisata Kota Solo. Dirinya berencana meminta bantuan pada Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan penerbangan internasional dari Solo ini. Sebab secara load factor tidak terjadi persoalan karena saat ini sudah banyak masyarakat yang ingin traveling. “Nanti kita upayakan,” katanya.

Terlebih sebelum pandemi Covid-19, ada paket penerbangan ke Tiongkok dengan sistem charter. Gibran menilai hal ini bisa diterapkan untuk paket penerbangan internasional lainnya. Paling realistis yakni menghidupkan penerbangan dari Solo-Singapura atau Solo-Malaysia. (aya/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/