24.7 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

BRI Gerak Cepat Bantu Korban Gempa Cianjur, Bangun Posko Kesehatan dan Bagi Nasi Bungkus

RADARSOLO.ID – Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengakibatkan ribuan masyarakat terdampak dan harus mengungsi. BUMN langsung cepat tanggap, bersama masyarakat bergotong royong mempercepat pemulihan pascabencana.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, BUMN terjun ke lokasi terdampak untuk terus melakukan pemantauan, sekaligus menyalurkan berbagai kebutuhan bagi warga terdampak.

”Yang terpenting, saat ini BUMN hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak. Mendampingi mereka dan menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ke depannya, tentu kita juga fokus dalam membantu pemulihan sejumlah fasilitas seperti sekolah, rumah ibadah, layanan kesehatan yang terdampak gempa,” kata Erick Thohir.

Salah satunya, BRI melalui CSR BRI Peduli proaktif membantu warga terdampak dengan membangun posko BRI Peduli Bencana di Kampung Gunung Lanjung, Desa Cijedil, Kecamatan Cigenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Selain menjadi tempat pengungsian, di Posko BRI Peduli tersebut juga disiapkan dapur umum, posko distribusi bantuan, hingga pelayanan medis dan trauma healing.

Satuan tanggap bencana BRI, yakni Tim Elang, bahu membahu dan bergotong royong bersama Satgas BUMN, warga, serta pihak lainnya melakukan evakuasi, dan menjamin kebutuhan warga terdampak.

Pada tahap awal, BRI melakukan gerakan bantuan nasi bungkus dengan menyalurkan bantuan 2.000 makanan siap santap (nasi bungkus). Di samping itu, bantuan lain juga telah didistribusikan, di antaranya 300 paket sembako, obat-obatan, hingga kebutuhan balita kepada warga terdampak gempa. BRI juga mengadakan pemeriksaan Kesehatan oleh Tim medis BRImedika bagi pengungsi di posko BRI Peduli Bencana tersebut.

Selain itu, Tim Elang bersama berbagai pihak terkait juga aktif membantu evakuasi warga yang masih terisolir akibat akses yang terhalang reruntuhan bangunan. Tim Elang bersama pekerja BRI setempat (Mantri BRI Unit Ciherang, Cidejil, Sawagede, dan Muka) melakukan blusukan ke lokasi-lokasi korban gempa Cianjur.

Blusukan dengan motor dilakukan untuk menelusuri jalan-jalan sempit agar bisa menjangkau posko korban bencana yang relatif terisolir. Blusukan tersebut dilakukan dengan membawa 1.000 makanan siap santap (nasi bungkus).

Corporate Secretary BRI Aestika Orzya Gunarto mengatakan, BRI akan terus bersinergi bersama berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan bencana.

“Berbagai bantuan terus kami kerahkan, InsanBRILian (pekerja BRI) bersama berbagai pihak di lapangan senantiasa gotong royong membantu warga agar pulih lebih cepat dari masa-masa sulit ini,” terangnya.

“BRI juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lain untuk bersinergi dan menyalurkan bantuan tanggap bencana tahap selanjutnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk meringankan masyarakat terdampak dan mempercepat pemulihan pasca bencana,” imbuh dia.

Di samping itu, BRI telah melakukan pemantauan dan inventarisasi aset yang terdampak. Hingga saat ini, kondisi kantor maupun unit kerja BRI di daerah terdampak bencana mayoritas dalam kondisi baik.

“Secara umum layanan perbankan BRI di wilayah Cianjur dan sekitarnya tetap dapat beroperasi secara normal untuk memberikan layanan perbankan kepada masyarakat”, jelasnya.

Terdapat dua Kantor BRI Unit yang rusak karena gempa, mengakibatkan kantor tidak bisa beroperasi. Khususnya BRI unit Cikaroya dan Cijedil. Namun demikian, untuk kantor BRI yang rusak tersebut disediakan layanan E-Buzz (layanan perbankan di atas kendaraan/ mini mobile branch). Sehingga secara keseluruhan masyarakat tetap dapat menikmati layanan perbankan di BRI Kantor Cabang Cianjur, Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cirancang, KCP Sukanagara, KCP Cipanas maupun 27 BRI Unit di seluruh wilayah di Cianjur, Jawa Barat.

Selain itu, untuk memudahkan masyarakat, masyarakat juga tetap dapat mengakses layanan keuangan melalui AgenBRILink, digital banking, internet banking, SMS Banking, dan BRImo. (*/ria)

RADARSOLO.ID – Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengakibatkan ribuan masyarakat terdampak dan harus mengungsi. BUMN langsung cepat tanggap, bersama masyarakat bergotong royong mempercepat pemulihan pascabencana.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, BUMN terjun ke lokasi terdampak untuk terus melakukan pemantauan, sekaligus menyalurkan berbagai kebutuhan bagi warga terdampak.

”Yang terpenting, saat ini BUMN hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak. Mendampingi mereka dan menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ke depannya, tentu kita juga fokus dalam membantu pemulihan sejumlah fasilitas seperti sekolah, rumah ibadah, layanan kesehatan yang terdampak gempa,” kata Erick Thohir.

Salah satunya, BRI melalui CSR BRI Peduli proaktif membantu warga terdampak dengan membangun posko BRI Peduli Bencana di Kampung Gunung Lanjung, Desa Cijedil, Kecamatan Cigenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Selain menjadi tempat pengungsian, di Posko BRI Peduli tersebut juga disiapkan dapur umum, posko distribusi bantuan, hingga pelayanan medis dan trauma healing.

Satuan tanggap bencana BRI, yakni Tim Elang, bahu membahu dan bergotong royong bersama Satgas BUMN, warga, serta pihak lainnya melakukan evakuasi, dan menjamin kebutuhan warga terdampak.

Pada tahap awal, BRI melakukan gerakan bantuan nasi bungkus dengan menyalurkan bantuan 2.000 makanan siap santap (nasi bungkus). Di samping itu, bantuan lain juga telah didistribusikan, di antaranya 300 paket sembako, obat-obatan, hingga kebutuhan balita kepada warga terdampak gempa. BRI juga mengadakan pemeriksaan Kesehatan oleh Tim medis BRImedika bagi pengungsi di posko BRI Peduli Bencana tersebut.

Selain itu, Tim Elang bersama berbagai pihak terkait juga aktif membantu evakuasi warga yang masih terisolir akibat akses yang terhalang reruntuhan bangunan. Tim Elang bersama pekerja BRI setempat (Mantri BRI Unit Ciherang, Cidejil, Sawagede, dan Muka) melakukan blusukan ke lokasi-lokasi korban gempa Cianjur.

Blusukan dengan motor dilakukan untuk menelusuri jalan-jalan sempit agar bisa menjangkau posko korban bencana yang relatif terisolir. Blusukan tersebut dilakukan dengan membawa 1.000 makanan siap santap (nasi bungkus).

Corporate Secretary BRI Aestika Orzya Gunarto mengatakan, BRI akan terus bersinergi bersama berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan bencana.

“Berbagai bantuan terus kami kerahkan, InsanBRILian (pekerja BRI) bersama berbagai pihak di lapangan senantiasa gotong royong membantu warga agar pulih lebih cepat dari masa-masa sulit ini,” terangnya.

“BRI juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lain untuk bersinergi dan menyalurkan bantuan tanggap bencana tahap selanjutnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk meringankan masyarakat terdampak dan mempercepat pemulihan pasca bencana,” imbuh dia.

Di samping itu, BRI telah melakukan pemantauan dan inventarisasi aset yang terdampak. Hingga saat ini, kondisi kantor maupun unit kerja BRI di daerah terdampak bencana mayoritas dalam kondisi baik.

“Secara umum layanan perbankan BRI di wilayah Cianjur dan sekitarnya tetap dapat beroperasi secara normal untuk memberikan layanan perbankan kepada masyarakat”, jelasnya.

Terdapat dua Kantor BRI Unit yang rusak karena gempa, mengakibatkan kantor tidak bisa beroperasi. Khususnya BRI unit Cikaroya dan Cijedil. Namun demikian, untuk kantor BRI yang rusak tersebut disediakan layanan E-Buzz (layanan perbankan di atas kendaraan/ mini mobile branch). Sehingga secara keseluruhan masyarakat tetap dapat menikmati layanan perbankan di BRI Kantor Cabang Cianjur, Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cirancang, KCP Sukanagara, KCP Cipanas maupun 27 BRI Unit di seluruh wilayah di Cianjur, Jawa Barat.

Selain itu, untuk memudahkan masyarakat, masyarakat juga tetap dapat mengakses layanan keuangan melalui AgenBRILink, digital banking, internet banking, SMS Banking, dan BRImo. (*/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/