24.1 C
Surakarta
Sunday, 28 May 2023

BPKP Selamatkan Uang Negara Rp 56 triliun

RADARSOLO.COM Sepanjang tiga tahun terakhir, sejak 2020 saat pandemi Covid-19 muncul, sampai 2023, Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) menyelamatkan keuangan negara dan daerah sekira Rp 56 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 12,91 triliun pada 2020, Rp 6,43 triliun pada 2021, dan Rp 37,01 triliun pada 2022.

Tak hanya itu, BPKP juga melakukan penghematan pengeluaran negara dan daerah sebesar Rp 76,32 triliun pada tahun lalu. Naik dibandingkan 2021 yang hanya sebesar Rp 44,04 triliun. Kenaikan angka penyelamatan keuangan dan penghematan pengeluaran negara dan daerah ini lantaran Presiden memperluas objek pemeriksaan BPKP.

“Semakin luas yang diperiksa oleh presiden kepada kami untuk mengawasi proyek strategis nasional. Insya Allah proyek-proyek strategis nasional, pembayarannya selalu kami kawal. Kalau proyek nonstrategis, sudah jadi tugas inspektorat jenderal,” ungkap Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh kepada Jawa Pos Radar Solo saat berkunjung di Kota Solo beberapa waktu lalu.

Selain proyek strategis nasional, Yusuf Ateh menyebut pihaknya juga mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan berbagai pembangunan di Kota Bengawan. Salah satunya Tower UNS. Sebab BPKP bertugas memastikan pembangunan nasional berjalanan dengan akuntabel, mengamankan keuangan sekaligus aset negara dan daerah.

“Dari tugas itu, BPKP berhasil mengumpulkan potensi optimalisasi penerimaan negara dan daerah sebesar Rp 4,50 triliun pada 2022. Naik dibandingkan pada 2021 yang hanya sebesar Rp 3,85 triliun dan Rp 0,35 triliun pada 2020,” bebernya.

Jika ditotal secara keseluruhan, kontribusi BPKP dalam penyelamatan, penghematan, dan potensi optimalisasi keuangan negara dan daerah sepanjang 2022 sebesar Rp 117,83 triliun. Jumlah ini meningkat ketimbang pada 2021 hanya sebesar Rp 54,32 triliun dan pada 2020 sebesar Rp 61,62 triliun.

“Maka kami menggandeng universitas, karena di kampus, ilmu terus berkembang. Banyak penelitian terbaru tentang keuangan dan audit. Kami butuh informasi baru dari para peneliti untuk meningkatkan kualitas kinerja kami dalam mengawasi dan memeriksa proyek pembangunan,” tandasnya. (aya/nik/dam)






Reporter: Septina Fadia

RADARSOLO.COM Sepanjang tiga tahun terakhir, sejak 2020 saat pandemi Covid-19 muncul, sampai 2023, Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) menyelamatkan keuangan negara dan daerah sekira Rp 56 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 12,91 triliun pada 2020, Rp 6,43 triliun pada 2021, dan Rp 37,01 triliun pada 2022.

Tak hanya itu, BPKP juga melakukan penghematan pengeluaran negara dan daerah sebesar Rp 76,32 triliun pada tahun lalu. Naik dibandingkan 2021 yang hanya sebesar Rp 44,04 triliun. Kenaikan angka penyelamatan keuangan dan penghematan pengeluaran negara dan daerah ini lantaran Presiden memperluas objek pemeriksaan BPKP.

“Semakin luas yang diperiksa oleh presiden kepada kami untuk mengawasi proyek strategis nasional. Insya Allah proyek-proyek strategis nasional, pembayarannya selalu kami kawal. Kalau proyek nonstrategis, sudah jadi tugas inspektorat jenderal,” ungkap Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh kepada Jawa Pos Radar Solo saat berkunjung di Kota Solo beberapa waktu lalu.

Selain proyek strategis nasional, Yusuf Ateh menyebut pihaknya juga mengawal akuntabilitas pengelolaan keuangan berbagai pembangunan di Kota Bengawan. Salah satunya Tower UNS. Sebab BPKP bertugas memastikan pembangunan nasional berjalanan dengan akuntabel, mengamankan keuangan sekaligus aset negara dan daerah.

“Dari tugas itu, BPKP berhasil mengumpulkan potensi optimalisasi penerimaan negara dan daerah sebesar Rp 4,50 triliun pada 2022. Naik dibandingkan pada 2021 yang hanya sebesar Rp 3,85 triliun dan Rp 0,35 triliun pada 2020,” bebernya.

Jika ditotal secara keseluruhan, kontribusi BPKP dalam penyelamatan, penghematan, dan potensi optimalisasi keuangan negara dan daerah sepanjang 2022 sebesar Rp 117,83 triliun. Jumlah ini meningkat ketimbang pada 2021 hanya sebesar Rp 54,32 triliun dan pada 2020 sebesar Rp 61,62 triliun.

“Maka kami menggandeng universitas, karena di kampus, ilmu terus berkembang. Banyak penelitian terbaru tentang keuangan dan audit. Kami butuh informasi baru dari para peneliti untuk meningkatkan kualitas kinerja kami dalam mengawasi dan memeriksa proyek pembangunan,” tandasnya. (aya/nik/dam)






Reporter: Septina Fadia

Populer

Berita Terbaru

spot_img