alexametrics
24.5 C
Surakarta
Tuesday, 28 September 2021

Pemerintah Serap Rp 13,15 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

RADARSOLO.ID – Pemerintah menyerap dana Rp 13,15 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 56,69 triliun.

Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan, per Selasa (27/7), hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif Rp 12 triliun.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS14012022 sebesar Rp 1 triliun, serta imbal hasil rata-rata tertimbang 3,00 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 14 Januari 2022 ini mencapai R p6,12 triliun. Dengan imbal hasil terendah masuk 3,00 persen dan tertinggi 3,15 persen.

Untuk seri PBS031, jumlah dimenangkan mencapai Rp 5 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,56981 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2024 ini mencapai Rp 14,18 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,53 persen dan tertinggi 4,8 persen.

Untuk seri PBS032, jumlah dimenangkan mencapai Rp 4,35 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,29997 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2026 ini mencapai Rp 13,27 triliun. Imbal hasil terendah masuk 5,27 persen dan tertinggi 5,5 persen.

Untuk seri PBS030, jumlah dimenangkan mencapai Rp 2,65 triliun, imbal hasil rata-rata tertimbang 5,93968 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 ini mencapai Rp 5,32 triliun. Dengan imbal hasil terendah masuk 5,92 persen dan tertinggi 6,15 persen.

Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,15 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,50495 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Maret 2034 ini mencapai Rp 9,3 triliun. Imbal hasil terendah masuk 6,49 persen dan tertinggi 6,67 persen.

Pemerintah tidak memenangkan penawaran dari seri PBS028, mengingat lelang sudah melebihi target indikatif, meski permintaan masuk mencapai Rp 8,48 triliun.

Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara hingga Januari-Juli 2021 telah mencapai Rp 174,09 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dengan skema penempatan langsung atau private placement senilai Rp 6 triliun.

Penerbitan SUN dengan seri FR0082 dan FR0064 masing-masing senilai Rp 3 triliun ini menggenapi jumlah penerbitan SUN sejak awal 2021 sebesar Rp 438,24 triliun. (Antara)


RADARSOLO.ID – Pemerintah menyerap dana Rp 13,15 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 56,69 triliun.

Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan, per Selasa (27/7), hasil lelang sukuk ini melebihi target indikatif Rp 12 triliun.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPNS14012022 sebesar Rp 1 triliun, serta imbal hasil rata-rata tertimbang 3,00 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 14 Januari 2022 ini mencapai R p6,12 triliun. Dengan imbal hasil terendah masuk 3,00 persen dan tertinggi 3,15 persen.

Untuk seri PBS031, jumlah dimenangkan mencapai Rp 5 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,56981 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2024 ini mencapai Rp 14,18 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 4,53 persen dan tertinggi 4,8 persen.

Untuk seri PBS032, jumlah dimenangkan mencapai Rp 4,35 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,29997 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2026 ini mencapai Rp 13,27 triliun. Imbal hasil terendah masuk 5,27 persen dan tertinggi 5,5 persen.

Untuk seri PBS030, jumlah dimenangkan mencapai Rp 2,65 triliun, imbal hasil rata-rata tertimbang 5,93968 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2028 ini mencapai Rp 5,32 triliun. Dengan imbal hasil terendah masuk 5,92 persen dan tertinggi 6,15 persen.

Untuk seri PBS029, jumlah dimenangkan mencapai Rp 0,15 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,50495 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo 15 Maret 2034 ini mencapai Rp 9,3 triliun. Imbal hasil terendah masuk 6,49 persen dan tertinggi 6,67 persen.

Pemerintah tidak memenangkan penawaran dari seri PBS028, mengingat lelang sudah melebihi target indikatif, meski permintaan masuk mencapai Rp 8,48 triliun.

Dengan lelang tersebut, maka realisasi penerbitan sukuk negara hingga Januari-Juli 2021 telah mencapai Rp 174,09 triliun.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dengan skema penempatan langsung atau private placement senilai Rp 6 triliun.

Penerbitan SUN dengan seri FR0082 dan FR0064 masing-masing senilai Rp 3 triliun ini menggenapi jumlah penerbitan SUN sejak awal 2021 sebesar Rp 438,24 triliun. (Antara)

Populer

Berita Terbaru