alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Panggilan Vaksinasi Perhotelan Belum Merata

SOLO – Sebanyak 1.193 tenaga kerja anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo akan mengikuti program vaksinasi Covid-19. Namun untuk jadwal pastinya, belum ada informasi pasti. Bahkan, sejumlah karyawan restoran dan hotel mengaku belum menerima panggilan.

“Memang masih simpang siur. Beberapa restoran sudah mendapatkan undangan vaksinasi. Tapi saya tanya ke kawan hotel lain ada yang belum dapat undangan, ada juga yang sudah. Sebenarnya jika sudah dimulai program vaksinasi untuk pelaku pariwisata, seharusnya kalangan perhotelan dan restoran tinggal menunggu waktu saja. Artinya, mungkin di periode waktu ini, tinggal menunggu panggilan. Saya yakin semua data karyawan sudah dipegang dinas kesehatan. Diharapkan tidak ada kendala di lapangan,” beber Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Sreshstho, Selasa (30/3).

Sistho menyebut program vaksinasi pelaku pariwisata termasuk kalangan perhotelan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Melalui vaksinasi ini, proses menuju recovery ekonomi pariwisata semakin dekat. Harapannya, trust masyarakat meningkat untuk berwisata. Imbasnya, perekonomian juga akan semakin membaik.

“Perhotelan tidak bisa berdiri sendiri. Walaupun sudah divaksin, kami juga melihat dari stakeholder pariwisata lainnya. Bagaimana dengan biro transportasinya, apakah juga sudah divaksinasi, sehingga diharapkan program vaksinasi terus merata agar dampaknya akan meluas terhadap pariwisata,” ungkap dia.

Sistho mengimbau anggotanya sabar menunggu jadwal vaksinasi. Sebab, undangan vaksinasi langsung datang ke masing-masing hotel. Bukan melalui PHRI Solo. Namun setidaknya untuk saat ini, periode vaksinasi sedang menyasar sektor pariwisata, salah satunya insan perhotelan dan restoran.

“Mungkin ada beberapa hotel yang sudah terima undangan, tapi belum up to date ke kami. Atau bisa saja undangannya sedang dalam proses. Tapi kami yakin, apabila sudah dimulai program vaksinasi untuk kalangan pariwisata, sebentar lagi akan datang undangan ke masing-masing hotel,” terangnya.

Sementara itu, Public Relations Lorin Solo Hotel Dhani Wulandari mengaku hotelnya belum menerima undangan vaksinasi. “Tapi kami menyambut baik vaksinasi di kalangan perhotelan. Karena ini yang sangat diharapkan agar ekonomi kembali bergeliat,” jelasnya. (aya/wa)


SOLO – Sebanyak 1.193 tenaga kerja anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo akan mengikuti program vaksinasi Covid-19. Namun untuk jadwal pastinya, belum ada informasi pasti. Bahkan, sejumlah karyawan restoran dan hotel mengaku belum menerima panggilan.

“Memang masih simpang siur. Beberapa restoran sudah mendapatkan undangan vaksinasi. Tapi saya tanya ke kawan hotel lain ada yang belum dapat undangan, ada juga yang sudah. Sebenarnya jika sudah dimulai program vaksinasi untuk pelaku pariwisata, seharusnya kalangan perhotelan dan restoran tinggal menunggu waktu saja. Artinya, mungkin di periode waktu ini, tinggal menunggu panggilan. Saya yakin semua data karyawan sudah dipegang dinas kesehatan. Diharapkan tidak ada kendala di lapangan,” beber Pejabat Humas PHRI Solo Sistho A. Sreshstho, Selasa (30/3).

Sistho menyebut program vaksinasi pelaku pariwisata termasuk kalangan perhotelan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Melalui vaksinasi ini, proses menuju recovery ekonomi pariwisata semakin dekat. Harapannya, trust masyarakat meningkat untuk berwisata. Imbasnya, perekonomian juga akan semakin membaik.

“Perhotelan tidak bisa berdiri sendiri. Walaupun sudah divaksin, kami juga melihat dari stakeholder pariwisata lainnya. Bagaimana dengan biro transportasinya, apakah juga sudah divaksinasi, sehingga diharapkan program vaksinasi terus merata agar dampaknya akan meluas terhadap pariwisata,” ungkap dia.

Sistho mengimbau anggotanya sabar menunggu jadwal vaksinasi. Sebab, undangan vaksinasi langsung datang ke masing-masing hotel. Bukan melalui PHRI Solo. Namun setidaknya untuk saat ini, periode vaksinasi sedang menyasar sektor pariwisata, salah satunya insan perhotelan dan restoran.

“Mungkin ada beberapa hotel yang sudah terima undangan, tapi belum up to date ke kami. Atau bisa saja undangannya sedang dalam proses. Tapi kami yakin, apabila sudah dimulai program vaksinasi untuk kalangan pariwisata, sebentar lagi akan datang undangan ke masing-masing hotel,” terangnya.

Sementara itu, Public Relations Lorin Solo Hotel Dhani Wulandari mengaku hotelnya belum menerima undangan vaksinasi. “Tapi kami menyambut baik vaksinasi di kalangan perhotelan. Karena ini yang sangat diharapkan agar ekonomi kembali bergeliat,” jelasnya. (aya/wa)

Populer

Berita Terbaru