Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Waspadai Modus dan Link Penipuan Digital saat Libur Nataru, BRI Bagikan Tips Bertransaksi Aman

Syahaamah Fikria • Rabu, 24 Desember 2025 | 01:36 WIB
BRI ingatkan modus penipuan digital yang marak saat momen libur Nataru.
BRI ingatkan modus penipuan digital yang marak saat momen libur Nataru.

RADARSOLO.COM - Menjelang libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan perbankan.

Momentum libur akhir tahun yang dibarengi lonjakan aktivitas transaksi dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama periode Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119 juta orang, atau sekitar 42,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Tingginya mobilitas tersebut berdampak langsung pada meningkatnya transaksi perbankan, baik tunai maupun non-tunai, melalui berbagai kanal layanan digital.

Mengantisipasi kondisi tersebut, BRI memastikan seluruh infrastruktur dan sistem layanan transaksi berada dalam kondisi optimal.

Bank pelat merah ini mengoperasikan lebih dari 19.600 unit ATM dan CRM, didukung sekitar 1,19 juta AgenBRILink, lebih dari 284 ribu EDC merchant, jutaan titik akseptasi QRIS, serta penggunaan kartu uang elektronik BRIZZI yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Information Technology (IT) BRI, Saladin D. Effendi menegaskan, selain menjaga keandalan sistem, aspek keamanan transaksi menjadi fokus utama BRI selama periode libur panjang.

“Pada periode Nataru, aktivitas transaksi perbankan cenderung meningkat signifikan. Oleh karena itu, BRI tidak hanya memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem IT dengan target success rate transaksi hingga 99,9%, tetapi juga terus mengedukasi nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan,” ujar Saladin.

Ia menekankan, langkah paling penting yang harus dilakukan nasabah adalah menjaga kerahasiaan data perbankan.

BRI menegaskan tidak pernah meminta informasi sensitif seperti PIN, password, One Time Password (OTP), maupun kode verifikasi melalui telepon, pesan singkat, email, atau media sosial.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan BRI dan meminta data rahasia, dapat dipastikan itu merupakan penipuan. Nasabah diminta untuk tidak menanggapi dan segera melakukan konfirmasi melalui kanal resmi BRI,” tegasnya.

Selain itu, BRI juga mengimbau nasabah agar selalu menggunakan kanal resmi dalam bertransaksi, seperti aplikasi BRImo yang diunduh melalui platform resmi, serta memanfaatkan ATM, CRM, dan AgenBRILink yang terpercaya.

Penggunaan jaringan internet publik atau WiFi gratis yang tidak aman saat bertransaksi digital juga disarankan untuk dihindari guna mencegah risiko kebocoran data.

Nasabah juga diminta melakukan pemantauan transaksi secara berkala.

Dengan mengaktifkan notifikasi transaksi dan rutin mengecek mutasi rekening, potensi transaksi mencurigakan dapat terdeteksi lebih cepat.

Saladin menyebut, modus penipuan yang sering muncul saat Nataru antara lain penawaran hadiah palsu, promo fiktif, pembayaran pajak bodong, hingga tautan mencurigakan yang menyerupai situs resmi.

"Kami juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat menggunakan jaringan publik di tempat umum,” tambah dia.

Sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan nasabah, BRI turut memperkuat layanan pengaduan dan complaint handling selama periode Nataru.

Penguatan tim dilakukan agar setiap laporan nasabah dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai dengan standar service level agreement (SLA) yang berlaku.

Dengan kesiapan infrastruktur, penguatan sistem keamanan, serta peran aktif nasabah dalam menjaga data pribadi, BRI optimistis mampu menghadirkan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan andal selama libur Natal dan Tahun Baru.

BRI pun mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan bertransaksi secara bijak agar momen Nataru dapat dinikmati dengan tenang dan aman. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#BRI #Aman Bertransaksi #nataru #BBRI #waspada penipuan #Transaksi Aman