RADARSOLO.COM – Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diprediksi akan mengalami fluktuasi tajam pada perdagangan Jumat (27/3/2026).
Setelah sempat stagnan di level Rp 2.850.000 per gram pada Kamis (26/3/2026) ini, para investor kini menanti apakah sang logam mulia mampu menembus level resistansi baru atau justru terjun ke zona dukungan (support).
Proyeksi Harga Emas Antam Besok
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas Antam akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar.
Yakni antara Rp 2.800.000 hingga Rp 2.980.000 per gram.
Menurut dia, arah pergerakan besok akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan domestik.
Ada dua skenario utama untuk pergerakan harga.
Yakni skenario koreksi (turun) jika tekanan jual menguat, titik aman pertama (support) berada di Rp 2.840.000.
Jika tertembus, harga berpotensi melandai ke support kedua di level psikologis Rp 2.800.000 per gram.
Skenario kedua yakni rebound (naik). Hal ini apabila terjadi aksi beli, emas Antam membidik titik hambatan (resistance) pertama di Rp 2.920.000 pada awal pekan depan.
Dengan target jangka panjang satu minggu di level Rp 2.980.000 per gram.
Fluktuasi ini merupakan hal yang wajar mengingat emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) di posisi Rp 3.168.000 pada akhir Januari lalu.
Buyback Melorot Tajam
Meski harga jual stagnan hari ini, kabar kurang sedap datang dari harga pembelian kembali atau buyback.
Tercatat pada Kamis, harga buyback emas Antam merosot signifikan sebesar Rp 17.000 menjadi Rp 2.490.000 per gram.
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, masyarakat perlu mengingat bahwa transaksi buyback di atas Rp 10 juta dikenakan potongan pajak PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP. Serta 3,0% bagi non-NPWP.
Update Harga Emas di Pegadaian
Berbeda dengan Antam yang stagnan, harga emas di Pegadaian justru kompak memerah pada perdagangan hari ini.
harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram turun Rp 22.000 menjadi Rp 2.827.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.849.000.
Adapun harga emas UBS ukuran 1 gram juga melemah Rp 21.000 ke level Rp 2.841.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.862.000.
Penurunan di Pegadaian ini sering kali dianggap sebagai sinyal awal bagi para investor ritel untuk melakukan akumulasi sebelum harga kembali merangkak naik menjelang akhir pekan.
Bagi Anda yang ingin melakukan investasi jangka panjang, fluktuasi di rentang Rp 2.800.000-an ini bisa menjadi momentum masuk, terutama jika harga menyentuh level support yang diprediksi.
Namun, tetap waspadai selisih harga (spread) antara harga jual dan buyback yang saat ini cukup lebar. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria