Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa "Teach You A Lesson" Banyak Dibicarakan? Ternyata Isunya Dekat dengan Dunia Pendidikan

R
Penulis: Redaksi❯
Sumber: Instagram @netflixkr
Sumber: Instagram @netflixkr

Advertisement

RADARSOLO.COM - Drama sekolah identik dengan kisah cinta remaja, persahabatan, atau perjuangan mengejar nilai. Hadir dengan cerita yang berbeda, Teach You a Lesson yang diadaptasi dari webtoon Get Schooled ini justru mengajak penonton melihat sisi lain dunia pendidikan, sisi yang jarang dibicarakan tetapi nyata terjadi di banyak sekolah.


Hadir sebuah lembaga bernama Biro Perlindungan Hak Pendidikan dalam ceritanya yang bertugas menangani berbagai persoalan di lingkungan sekolah. Mulai dari kasus perundungan, penyalahgunaan kekuasaan, hingga konflik antara guru, siswa, dan orang tua. Meski berlatar Korea Selatan, berbagai isu yang diangkat terasa begitu dekat dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Advertisement

Bullying Tidak Selalu Berupa Kekerasan Fisik
Saat mendengar kata bullying, sebagian orang mungkin langsung membayangkan aksi memukul atau menendang teman di sekolah. Padahal, Teach You a Lesson menunjukkan bahwa perundungan bisa hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus. Mengucilkan teman dari pergaulan, menyebarkan gosip, mempermalukan seseorang di depan kelas, hingga memutarbalikkan fakta agar korban terlihat sebagai pihak yang bersalah merupakan bentuk perundungan yang sama berbahayanya.

Fenomena seperti ini rasanya juga tidak asing di Indonesia. Di era media sosial, perundungan bahkan bisa terus berlanjut setelah jam sekolah usai. Korban tidak hanya menghadapi tekanan di ruang kelas, tetapi juga di grup percakapan atau media sosial. Drama ini mengingatkan bahwa luka akibat perundungan tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya bisa bertahan dalam waktu yang lama.

Advertisement

Ketika Guru Kehilangan Otoritas
Selain menyoroti kondisi siswa, Teach You a Lesson juga memperlihatkan dilema yang dihadapi para guru. Guru digambarkan mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan siswa dalam beberapa adegan tetapi memilih tidak bertindak karena khawatir mendapat tekanan dari orang tua atau pihak yang memiliki pengaruh. Kondisi tersebut membuat guru kehilangan ruang untuk menjalankan perannya sebagai pendidik.


Fenomena serupa juga menjadi perbincangan di Indonesia. Di satu sisi, perlindungan terhadap hak anak merupakan hal yang sangat penting.Disisi lain, guru juga membutuhkan perlindungan ketika menjalankan tugasnya secara profesional. Hubungan antara guru, siswa, dan orang tua seharusnya dibangun atas dasar kemitraan, bukan saling menyalahkan. Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila setiap pihak saling percaya dan memiliki tujuan yang sama, yaitu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Tekanan Akademik dan Obsesi terhadap Prestasi
Drama ini juga menyoroti besarnya tekanan yang dirasakan siswa. Nilai tinggi, masuk sekolah favorit, hingga diterima di universitas bergengsi sering kali dianggap sebagai ukuran keberhasilan. Akibatnya, banyak siswa tumbuh dengan rasa takut gagal.


Kondisi tersebut tentu terasa dekat dengan dunia pendidikan di Indonesia. Persaingan masuk perguruan tinggi, maraknya bimbingan belajar, hingga tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik membuat sebagian siswa lebih fokus mengejar angka daripada menikmati proses belajar. Padahal, pendidikan seharusnya tidak hanya melahirkan siswa yang pandai mengerjakan soal, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkembang sesuai potensinya.

Ketimpangan dan Penyalahgunaan Kekuasaan di Sekolah
Teach You a Lesson menunjukkan bahwa status sosial dan kekuasaan dapat memengaruhi penyelesaian suatu persoalan dalam beberapa konflik. Ada siswa yang merasa kebal terhadap aturan karena berasal dari keluarga berpengaruh, sementara korban justru kesulitan memperoleh keadilan.
Meskipun konteks setiap negara berbeda, drama ini mengingatkan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi prinsip keadilan.

 Setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan, tanpa memandang latar belakang ekonomi, status sosial, maupun hubungan keluarganya. Ketika keadilan mulai dipengaruhi oleh kekuasaan, fungsi sekolah sebagai tempat membentuk karakter akan kehilangan maknanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Dorong Transformasi Digital Pendidikan, Tim KKN Sains Data UNS Gelar Edukasi Pemanfaatan AI di SMPN 10 Solo

Dorong Transformasi Digital Pendidikan, Tim KKN Sains Data UNS Gelar Edukasi Pemanfaatan AI di SMPN 10 Solo

Tim KKN Eminence Loop UNS berikan edukasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Google NotebookLM, dan ChatGPT di SMP Negeri 10 Solo

Murid di Sekolah Pelosok Wonogiri Dapat Nilai 100 untuk Mapel Matematika dan Bahasa Indonesia, Disdikbud: Kualitas Pendidikan Mulai Merata

Murid di Sekolah Pelosok Wonogiri Dapat Nilai 100 untuk Mapel Matematika dan Bahasa Indonesia, Disdikbud: Kualitas Pendidikan Mulai Merata

Hingga Sabtu (30/5/3026), Disdikbud Wonogiri mencatat ada puluhan siswa SD dan SMP yang mendapatkan nilai sempurna.

5 Judul Drama Korea Terlaris di Netflix Pekan Ini, Lengkap Sinopsis dan Daftar Pemain Ada So Ji Sub hingga Nam Joo Hyuk

5 Judul Drama Korea Terlaris di Netflix Pekan Ini, Lengkap Sinopsis dan Daftar Pemain Ada So Ji Sub hingga Nam Joo Hyuk

Intip 5 drama Korea terlaris di Netflix Indonesia pekan ini. Lengkap dengan sinopsis dan daftar pemain

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer