alexametrics
24.9 C
Surakarta
Wednesday, 26 January 2022

Tips Merombak Kamar agar Tidak Bosan, Perhatikan Layout dan Tone Warna

RADARSOLO.ID – Banyak orang rela merombak kamar agar menjadi ruangan yang diinginkan. Padahal, untuk menyulap kamar menjadi tempat yang nyaman cukup perhatikan dua poin ini. Yakni penataan layout dan penentuan tone warna yang tepat.

Layout standar kamar biasanya terdiri dari kasur dan lemari pakaian. Pada kamar-kamar tertentu bahkan dilengkapi dengan meja rias, meja kerja, dan nakas. Sama seperti ruangan lainnya, ada aspek fungsi yang harus dipenuhi agar mencapai konteks interior yang maksimal. Alias tidak hanya terkait dengan estetika saja, tapi juga fungsinya.

”Fungsi kamar kan sebagai tempat istirahat, belajar, merelaksasikan diri, atau comfort place kita. Jadi masing-masing punya style sendiri terhadap konsep istirahat di kamar. Nah, untuk menunjang itu, penataan layout kamar harus benar. Mulai dari penataan furniturnya, layoutnya, atau dimensi furniturnya. Karena itu akan berpengaruh terhadap aspek ergonomisnya. Seperti berapa ketinggian bed yang nyaman, berapa ketinggian handle lemari yang kira-kira nyaman, ada standarnya,” beber Dosen Desain Interior UNS Zia Ghifari kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (7/1).

Untuk layout kamar berukuran 3×3, biasanya berisi satu set kasur dan lemari. Jika masih ada sisa space, bisa diisi meja rias, meja belajar, atau nakas. Zia menyarankan peletakan kasur ditempatkan tidak membelakangi pintu masuk. Sebab, secara psikologis, seseorang akan merasa lebih nyaman dan aman dalam satu ruangan, jika menghadap ke akses keluar masuk ruang tersebut.

”Kalau ada orang yang masuk kamar, kita tidak perlu membalikkan badan. Saran saya, tempatkan kasur di arah yang menghadap atau setidaknya kita bisa melihat pintu masuk itu di sebelah mana dalam jangkauan kita. Artinya, sepenuhnya menghadap pintu masuk atau bersikuan dengan pintu masuk. Atau bagaimana tergantung kondisi ruang tersebut. Terpenting tidak membelakangi,” beber desainer Interarch.id ini.

Kasur juga bisa ditempatkan dengan penataan berdekatan dengan sirkulasi udara atau jendela. Tujuannya, saat istirahat menjadi lebih nyaman. Karena kebutuhan sirkulasi akan baik dan cahaya matahari bisa tercapai optimal.

Bergeser ke lemari. Biasanya diletakkan di samping kasur atau berhadapan dengan kasur. Peletakan lemari sebaiknya diperhatikan apakah lemari itu bisa dijangkau secara optimal atau tidak.

”Karena biasanya kesalahannya lemari diletakkan tidak sesuai dengan tempatnya. Sehingga akses kita ke sana jadi sulit. Misalnya, jalan membuka lemari jadi sempit. Untuk kamar pasangan suami istri, jadi sulit untuk berpapasan saat mengambil baju. Itu peletakan yang salah, tapi sebenarnya bisa diantisipasi,” jelasnya.

Lalu di mana baiknya meletakkan lemari di dalam kamar? Zia mengimbau bisa letakan lemari dengan memperhatikan sisa sirkulasi di kamar tersebut. Baru setelah kasur dan lemari diletakkan, maka akan terlihat sisa-sisa space di mana saja. Nah, sisa itu biasanya diletakkan meja rias, meja kerja, atau nakas. Itu bisa diletakkan sejajar dengan lemari atau sejajar dengan kasur. Terutama nakas, sudah pasti ada di samping kanan atau kiri kasur. Tapi dari ketiga itu yang paling primer adalah meja rias.

Nah, untuk mengatur suasana ruang bisa melalui tone warna dari bahan material yang ada di kamar. Saran saya, pilih ke arah natural color. Pilih warna alam yang menenangkan, warna kekayuan, dan warna netral yang memberikan keseimbangan,” tandasnya. (aya/adi/dam)

RADARSOLO.ID – Banyak orang rela merombak kamar agar menjadi ruangan yang diinginkan. Padahal, untuk menyulap kamar menjadi tempat yang nyaman cukup perhatikan dua poin ini. Yakni penataan layout dan penentuan tone warna yang tepat.

Layout standar kamar biasanya terdiri dari kasur dan lemari pakaian. Pada kamar-kamar tertentu bahkan dilengkapi dengan meja rias, meja kerja, dan nakas. Sama seperti ruangan lainnya, ada aspek fungsi yang harus dipenuhi agar mencapai konteks interior yang maksimal. Alias tidak hanya terkait dengan estetika saja, tapi juga fungsinya.

”Fungsi kamar kan sebagai tempat istirahat, belajar, merelaksasikan diri, atau comfort place kita. Jadi masing-masing punya style sendiri terhadap konsep istirahat di kamar. Nah, untuk menunjang itu, penataan layout kamar harus benar. Mulai dari penataan furniturnya, layoutnya, atau dimensi furniturnya. Karena itu akan berpengaruh terhadap aspek ergonomisnya. Seperti berapa ketinggian bed yang nyaman, berapa ketinggian handle lemari yang kira-kira nyaman, ada standarnya,” beber Dosen Desain Interior UNS Zia Ghifari kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (7/1).

Untuk layout kamar berukuran 3×3, biasanya berisi satu set kasur dan lemari. Jika masih ada sisa space, bisa diisi meja rias, meja belajar, atau nakas. Zia menyarankan peletakan kasur ditempatkan tidak membelakangi pintu masuk. Sebab, secara psikologis, seseorang akan merasa lebih nyaman dan aman dalam satu ruangan, jika menghadap ke akses keluar masuk ruang tersebut.

”Kalau ada orang yang masuk kamar, kita tidak perlu membalikkan badan. Saran saya, tempatkan kasur di arah yang menghadap atau setidaknya kita bisa melihat pintu masuk itu di sebelah mana dalam jangkauan kita. Artinya, sepenuhnya menghadap pintu masuk atau bersikuan dengan pintu masuk. Atau bagaimana tergantung kondisi ruang tersebut. Terpenting tidak membelakangi,” beber desainer Interarch.id ini.

Kasur juga bisa ditempatkan dengan penataan berdekatan dengan sirkulasi udara atau jendela. Tujuannya, saat istirahat menjadi lebih nyaman. Karena kebutuhan sirkulasi akan baik dan cahaya matahari bisa tercapai optimal.

Bergeser ke lemari. Biasanya diletakkan di samping kasur atau berhadapan dengan kasur. Peletakan lemari sebaiknya diperhatikan apakah lemari itu bisa dijangkau secara optimal atau tidak.

”Karena biasanya kesalahannya lemari diletakkan tidak sesuai dengan tempatnya. Sehingga akses kita ke sana jadi sulit. Misalnya, jalan membuka lemari jadi sempit. Untuk kamar pasangan suami istri, jadi sulit untuk berpapasan saat mengambil baju. Itu peletakan yang salah, tapi sebenarnya bisa diantisipasi,” jelasnya.

Lalu di mana baiknya meletakkan lemari di dalam kamar? Zia mengimbau bisa letakan lemari dengan memperhatikan sisa sirkulasi di kamar tersebut. Baru setelah kasur dan lemari diletakkan, maka akan terlihat sisa-sisa space di mana saja. Nah, sisa itu biasanya diletakkan meja rias, meja kerja, atau nakas. Itu bisa diletakkan sejajar dengan lemari atau sejajar dengan kasur. Terutama nakas, sudah pasti ada di samping kanan atau kiri kasur. Tapi dari ketiga itu yang paling primer adalah meja rias.

Nah, untuk mengatur suasana ruang bisa melalui tone warna dari bahan material yang ada di kamar. Saran saya, pilih ke arah natural color. Pilih warna alam yang menenangkan, warna kekayuan, dan warna netral yang memberikan keseimbangan,” tandasnya. (aya/adi/dam)

Populer

Berita Terbaru