alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Penting Menjaga Seribu Hari Pertama Kehidupan 

Cegah Stunting, Lengkapi Gizi Seimbang dan Pemenuhan Nutrisi Anak

RADARSOLO.ID – Seribu hari kehidupan anak berpengaruh besar pada tumbuh kembang. Salah satunya untuk mencegah stunting maupun gizi buruk. Perlunya edukasi ibu muda dalam memastikan ketersediaan gizi dan nutrisi pada anak. Sejak hari pertama kehidupan di dalam kandungan, hingga anak berusia dua tahun.

Pencegahan stunting dilakukan sejak seribu hari kehidupan anak. Mulai dari hari pertama kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selama seribu hari kehidupan tersebut, ibu harus fokus pada gizi seimbang dan nutrisi anak.

“Dengan begitu, bayi yang dilahirkan tidak mengalami kekurangan gizi kronis ataupun sakit. Sehingga selama seribu hati kehidupan, ibu harus fokus pada mengonsumsi gizi seimbang. Mulai ada awal trimester kehamilan sampai trimester,” jelasnya Nutrisionis Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Furi Nayu Oktaviyani.

Setelah kelahiran, ibu harus menginisiasi untuk menyusui dini. Begitu anak lahir, tidak langsung dimandikan. Melainkan ditaruh di atas perut sang ibu. Setidaknya selama satu jam. Dengan begitu interaksi sang bayi dan ibu akan terjalin. Kulit bertemu dengan kulit. Menjalin kedekatan. Tujuannya agar bayi lebih pintar dalam menyusu. Karena bayi akan berusaha menemukan sumber asi ibu.

Sehingga bayi mudah menemukan sumber air susu ibu (ASI) dan mampu menyusu lebih lama. Pemberian asi ekslusif ini berlangsung selama enak bulan. Pemberian ASI ini juga harus memperhatikan pelekatan dan posisi selama menyusui. Pertama, pelekatan dengan memperhatikan mukut bayi saat menyusu. Mulut bayi ditempelkan pada sebagian areola. Agar puting sang ibu tak lecet.

“Lalu perlu diperhatikan posisi bayi saat menyusu. Dari kepala, punggung, pantat hingga kaki bayi dalam posisi garis lurus. Agar membuat bayi lebih nyaman dalam menyusu. Baru setelah usia enam bulan, bayi diberi makanan pendamping asi. Karena bayu tidak cukup hanya dari asi, perlu beri makanan pendamping ASI (MPASI),” jelasnya.

Dalam pemberian MPASI perlu memperhatikan nutrisi dan komponen empat bintang gizi seimbang. Mpasi harus memuat unsur karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta sayur dan buah. Pemberian makanan pada anak disarankan makanan lokal dan bukan instan. Lebih baik, ibu menyiapkan sendiri makanan rumahan yang lebih aman dan bernutrisi.

“Ketika menyiapkan makanan rumahan, jangan diberikan garam, pemanis/gula dan penyedap rasa. Agar anak mengenal cita rasa alami. Bagaimana rasa sayur, wortel, telur dan lainnya. Karena kalau diberi penguat rasa bisa pengaruh saat besar nantinya,” katanya.

Terkait porsi, tekstur dan frekuensi pemberian MPASI bisa dipelajari melalui buku pink yang diberikan dari posyandu. Ibu juga perlu secara aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk pertumbuhan bisa dilihat dari ukuran fisik. Berupa berat badan (BB), tinggi, lingkar lengan dan lainnya. Secara berkala akan dilakukan pemeriksaan yang tercatat dalam buku kesehatan ibu dan anak (KIA).

“Grafiknya akan terlihat dan bisa dipantau. Apakah anak berada dalam kondisi normal atau tidak? Jika ditemukan ada kondisi tidak normal, misal tinggi badan di bawah standar, atau BB tidak bertambah selama dua kali (pemeriksaan, Red) berturut-turut padahal tidak sakit dan lainnya, maka bisa konsultasi ke dokter. Karena hal tersebut bisa ciri stunting dan kekurangan gizi kronis,” paparnya.

Ibu juga harus memantau perkembangan anak yang mengarah ke kognitif. Berupa bertambahnya kemampuan dalam melakukan gerakan tubuh dan keterampilan-keterampilan anak sesuai umurnya.

“Seperti anak usia 6 bulan sudah bisa apa saja. Dan itu juga diceklis dalam buku KIA. Jika ditemukan kemampuan kognutif anak yang masih silang, maka ibu harus memberikan stimulasi,” imbuhnya.

Stimulus yang diberikan bisa dengan berbagai cara. Ibu juga bisa berkonsultasi dengan bidan maupun fisioterapi puskesmas. Stimulus diberikan dengan memberikan rangsangan pada bagian kognitif yang kurang.

“Misal kalau anak belum bisa berguling, bisa dirangsang dengan memberikan mainan disampingnya,” pungkasnya. (rgl/bun/dam)

RADARSOLO.ID – Seribu hari kehidupan anak berpengaruh besar pada tumbuh kembang. Salah satunya untuk mencegah stunting maupun gizi buruk. Perlunya edukasi ibu muda dalam memastikan ketersediaan gizi dan nutrisi pada anak. Sejak hari pertama kehidupan di dalam kandungan, hingga anak berusia dua tahun.

Pencegahan stunting dilakukan sejak seribu hari kehidupan anak. Mulai dari hari pertama kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selama seribu hari kehidupan tersebut, ibu harus fokus pada gizi seimbang dan nutrisi anak.

“Dengan begitu, bayi yang dilahirkan tidak mengalami kekurangan gizi kronis ataupun sakit. Sehingga selama seribu hati kehidupan, ibu harus fokus pada mengonsumsi gizi seimbang. Mulai ada awal trimester kehamilan sampai trimester,” jelasnya Nutrisionis Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Furi Nayu Oktaviyani.

Setelah kelahiran, ibu harus menginisiasi untuk menyusui dini. Begitu anak lahir, tidak langsung dimandikan. Melainkan ditaruh di atas perut sang ibu. Setidaknya selama satu jam. Dengan begitu interaksi sang bayi dan ibu akan terjalin. Kulit bertemu dengan kulit. Menjalin kedekatan. Tujuannya agar bayi lebih pintar dalam menyusu. Karena bayi akan berusaha menemukan sumber asi ibu.

Sehingga bayi mudah menemukan sumber air susu ibu (ASI) dan mampu menyusu lebih lama. Pemberian asi ekslusif ini berlangsung selama enak bulan. Pemberian ASI ini juga harus memperhatikan pelekatan dan posisi selama menyusui. Pertama, pelekatan dengan memperhatikan mukut bayi saat menyusu. Mulut bayi ditempelkan pada sebagian areola. Agar puting sang ibu tak lecet.

“Lalu perlu diperhatikan posisi bayi saat menyusu. Dari kepala, punggung, pantat hingga kaki bayi dalam posisi garis lurus. Agar membuat bayi lebih nyaman dalam menyusu. Baru setelah usia enam bulan, bayi diberi makanan pendamping asi. Karena bayu tidak cukup hanya dari asi, perlu beri makanan pendamping ASI (MPASI),” jelasnya.

Dalam pemberian MPASI perlu memperhatikan nutrisi dan komponen empat bintang gizi seimbang. Mpasi harus memuat unsur karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta sayur dan buah. Pemberian makanan pada anak disarankan makanan lokal dan bukan instan. Lebih baik, ibu menyiapkan sendiri makanan rumahan yang lebih aman dan bernutrisi.

“Ketika menyiapkan makanan rumahan, jangan diberikan garam, pemanis/gula dan penyedap rasa. Agar anak mengenal cita rasa alami. Bagaimana rasa sayur, wortel, telur dan lainnya. Karena kalau diberi penguat rasa bisa pengaruh saat besar nantinya,” katanya.

Terkait porsi, tekstur dan frekuensi pemberian MPASI bisa dipelajari melalui buku pink yang diberikan dari posyandu. Ibu juga perlu secara aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk pertumbuhan bisa dilihat dari ukuran fisik. Berupa berat badan (BB), tinggi, lingkar lengan dan lainnya. Secara berkala akan dilakukan pemeriksaan yang tercatat dalam buku kesehatan ibu dan anak (KIA).

“Grafiknya akan terlihat dan bisa dipantau. Apakah anak berada dalam kondisi normal atau tidak? Jika ditemukan ada kondisi tidak normal, misal tinggi badan di bawah standar, atau BB tidak bertambah selama dua kali (pemeriksaan, Red) berturut-turut padahal tidak sakit dan lainnya, maka bisa konsultasi ke dokter. Karena hal tersebut bisa ciri stunting dan kekurangan gizi kronis,” paparnya.

Ibu juga harus memantau perkembangan anak yang mengarah ke kognitif. Berupa bertambahnya kemampuan dalam melakukan gerakan tubuh dan keterampilan-keterampilan anak sesuai umurnya.

“Seperti anak usia 6 bulan sudah bisa apa saja. Dan itu juga diceklis dalam buku KIA. Jika ditemukan kemampuan kognutif anak yang masih silang, maka ibu harus memberikan stimulasi,” imbuhnya.

Stimulus yang diberikan bisa dengan berbagai cara. Ibu juga bisa berkonsultasi dengan bidan maupun fisioterapi puskesmas. Stimulus diberikan dengan memberikan rangsangan pada bagian kognitif yang kurang.

“Misal kalau anak belum bisa berguling, bisa dirangsang dengan memberikan mainan disampingnya,” pungkasnya. (rgl/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/