alexametrics
23.7 C
Surakarta
Tuesday, 24 May 2022

Waspada Penyakit Saluran Cerna pada Anak usai Lebaran, Diare hingga Hepatitis

RADARSOLO.ID – Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim mengimbau orang tua untuk mewaspadai sejumlah penyakit saluran cerna pada anak usai perayaan Lebaran.

“Penyakit saluran cerna umumnya diakibatkan perubahan pola kehidupan sehari-hari, kelelahan, stres, penurunan imunitas, makan tidak teratur, kurang tidur hingga berkumpul dengan banyak orang,” kata Muzal Kadim, Selasa (10/5).

Muzal mengatakan, penyakit yang umum timbul pada permasalahan saluran cerna adalah diare. Di mana aktivitas buang air besar lebih sering dari biasanya dengan feses yang lebih lembek.

Diare bisa disebabkan sejumlah bakteri, di antaranya vibrio, E coli, shigalla, salmonella, rotavirus, giardia, entamoeba, dan candida.

Pada situasi yang berat, gangguan saluran cerna kerap ditandai dengan sakit perut selama lebih dari dua hari, perdarahan, muntah hebat atau muntah berwarna hijau, demam tinggi, teraba tumor, bercak di kulit, perut tegang hingga kembung.

“Saat Lebaran banyak kambuh sembelit. Paling banyak penyebab karena laktosa, lemak, santan, protein susu, sea food, kacang, makanan pedas dan manis berlebihan. Itu bisa picu diare,” terang dia.

Gejala muntah hijau, kata Muzal, dikarenakan adanya sumbatan atau gangguan tertentu seperti rotavirus, biasanya butuh tindakan bedah. “Muntah biasa juga perlu diwaspadai dan kalau di awal sudah muntah hijau itu bahaya karena situasinya lebih serius,” katanya.

Muzal menambahkan, diare diiringi dengan perubahan warna kulit yang cenderung menguning juga bisa dikategorikan sebagai gejala hepatitis akut.

“WHO melaporkan ada 70-an kasus adenovirus walau belum dipastikan sebagai hepatitis akut. Yang diduga adenovirus bisa menular lewat droplet,” ucap dia. (Antara)

RADARSOLO.ID – Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Muzal Kadim mengimbau orang tua untuk mewaspadai sejumlah penyakit saluran cerna pada anak usai perayaan Lebaran.

“Penyakit saluran cerna umumnya diakibatkan perubahan pola kehidupan sehari-hari, kelelahan, stres, penurunan imunitas, makan tidak teratur, kurang tidur hingga berkumpul dengan banyak orang,” kata Muzal Kadim, Selasa (10/5).

Muzal mengatakan, penyakit yang umum timbul pada permasalahan saluran cerna adalah diare. Di mana aktivitas buang air besar lebih sering dari biasanya dengan feses yang lebih lembek.

Diare bisa disebabkan sejumlah bakteri, di antaranya vibrio, E coli, shigalla, salmonella, rotavirus, giardia, entamoeba, dan candida.

Pada situasi yang berat, gangguan saluran cerna kerap ditandai dengan sakit perut selama lebih dari dua hari, perdarahan, muntah hebat atau muntah berwarna hijau, demam tinggi, teraba tumor, bercak di kulit, perut tegang hingga kembung.

“Saat Lebaran banyak kambuh sembelit. Paling banyak penyebab karena laktosa, lemak, santan, protein susu, sea food, kacang, makanan pedas dan manis berlebihan. Itu bisa picu diare,” terang dia.

Gejala muntah hijau, kata Muzal, dikarenakan adanya sumbatan atau gangguan tertentu seperti rotavirus, biasanya butuh tindakan bedah. “Muntah biasa juga perlu diwaspadai dan kalau di awal sudah muntah hijau itu bahaya karena situasinya lebih serius,” katanya.

Muzal menambahkan, diare diiringi dengan perubahan warna kulit yang cenderung menguning juga bisa dikategorikan sebagai gejala hepatitis akut.

“WHO melaporkan ada 70-an kasus adenovirus walau belum dipastikan sebagai hepatitis akut. Yang diduga adenovirus bisa menular lewat droplet,” ucap dia. (Antara)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/