alexametrics
23.4 C
Surakarta
Friday, 8 July 2022

Metode Persalinan Hypnobirthing, Ini Keuntungan bagi Ibu, Ayah dan Buah Hati

RADARSOLO.ID – Kehamilan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sebuah keluarga, terutama jika kehamilan tersebut memang sudah lama dinantikan pasangan.

Di masa kini, sudah lebih banyak penelitian dan inovasi tentang kehamilan untuk mengakomodir kebutuhan wanita yang akan menjalani hal tersebut, salah satunya hypnobirthing.

Sebagai salah satu metode untuk kehamilan sudah cukup banyak masyarakat Indonesia yang familiar dengan hypnobirthing, termasuk para pesohor dan selebriti yang semakin memopulerkan metode kehamilan ini.

Sebut saja Nikita Willy, ada juga Sandra Dewi, Andien hingga Olivia Jansen telah mencoba hypnobirthing dan membuat proses kehamilan hingga kelahirannya lancar.

Tidak hanya artis dalam negeri, metode itu juga telah dicoba oleh berbagai pesohor dunia seperti Jessica Alba hingga Kate Middleton.

Lalu apa sebenarnya hypnobirthing? Apa manfaatnya untuk ibu dan ayah? Bidan Jamilatus Sadiyah, seorang praktisioner hypnobirthing menjelaskan, teknik ini merupakan salah satu cara mengelola stres saat kehamilan terjadi.

Dengan memprogram ulang pikiran dari memori-memori yang kurang baik terutama terkait persalinan, ibu dan ayah nantinya akan mempraktikkan afirmasi positif sehingga proses kehamilan hingga persalinan tidak terasa seperti tekanan.

Hypnobirthing memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu, bayi dan ayah selama proses kehamilan hingga persalinan usai. Di antaranya seperti meningkatkan ketenangan diri untuk sel-sel kesehatan ibu dan janin, mengurangi mual, muntah dan pusing, mengatasi kecemasan dan ketakutan selama hamil dan persalinan, mengurangi risiko terjadinya komplikasi persalinan hingga mengurangi risiko baby blues nantinya,” kata Jamilatus yang merupakan lulusan dari Poltekkes Kemenkes Jakarta.

Pengelolaan stres wajib dilakukan saat kehamilan berlangsung terutama oleh ibu agar anak bisa terhindar dari risiko-risiko kelainan kesehatan, seperti alergi, kolik, diabetes, autis hingga kelahiran prematur.

Tidak hanya menghindarkan sang buah hati dari masalah kesehatan fisik, tapi juga pengelolaan stres pada ibu hamil berfungsi menjaga kesehatan emosi dan psikologi bayi di masa depan.

Karena stres harus dikelola secara berkala, maka dari itu metode hypnobirthing tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi secara berulang kali atau repetisi. Minimal metode ini dilakukan oleh calon ibu sejak awal kehamilan selama tiga sampai empat kali dalam satu minggu.

Bagi calon ayah, disarankan juga dapat mengikuti hypnobirthing agar sebagai pasangan dia bisa berpartisipasi dan bisa ikut mengelola ketakutan yang sama terkait persalinan.

Dengan demikian, ayah nantinya mampu mendampingi dengan suportif dan tentunya memiliki pemikiran positif bahkan setelah proses kelahiran selesai.

Bidan yang juga telah mendampingi banyak calon ibu dan ayah menjalankan kehamilan lewat Instagram @bumilpamil.id itu mengatakan, calon orang tua dapat memulai teknik hypnobirthing dengan memberi sugesti atau afirmasi positif setiap harinya terhadap diri sendiri. Contohnya, di masa kehamilan kondisi janin, plasenta, air ketuban, selaput ketuban, dan tali pusar sehat secara lahir batin hingga persalinan.

Lalu di masa persalinan, kedua orang tua bisa memikirkan bahwa persalinan yang dilakukan akan berjalan dengan lancar, nyaman, tenang, dikuatkan, diikhlaskan, dan melalui proses yang bahagia.

Memasuki masa menyusui, afirmasi positif yang bisa diberikan adalah ASI lancar dan bisa memenuhi kebutuhan bayi lahir dan batin.

Selain memberikan sugesti pada diri sendiri, hypnobirthing juga bisa dilakukan bersama janin saat di dalam kandungan. Komunikasi intens orang tua terhadap janin dinilai bisa mengurangi stres dan membuat proses kehamilan terasa ringan. Adapun komunikasi bisa dilakukan dengan cara mengajak janin mengobrol di sela-sela aktivitas sehari-hari.

Untuk ibu, komunikasikan apapun yang ibu rasakan kepada bayi saat menjalani masa kehamilan. Ketika janin bergerak atau menendang, baik ibu dan ayah bisa menyapanya. Bahkan ibu dan ayah bisa meminta pendapat janin saat akan mengambil keputusan selama masa kehamilan berlangsung.

Saat memutuskan untuk melakukan hypnobirthing pastikan juga kondisi kesehatan, baik ibu dan ayah prima terutama dari segi mental.

RADARSOLO.ID – Kehamilan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sebuah keluarga, terutama jika kehamilan tersebut memang sudah lama dinantikan pasangan.

Di masa kini, sudah lebih banyak penelitian dan inovasi tentang kehamilan untuk mengakomodir kebutuhan wanita yang akan menjalani hal tersebut, salah satunya hypnobirthing.

Sebagai salah satu metode untuk kehamilan sudah cukup banyak masyarakat Indonesia yang familiar dengan hypnobirthing, termasuk para pesohor dan selebriti yang semakin memopulerkan metode kehamilan ini.

Sebut saja Nikita Willy, ada juga Sandra Dewi, Andien hingga Olivia Jansen telah mencoba hypnobirthing dan membuat proses kehamilan hingga kelahirannya lancar.

Tidak hanya artis dalam negeri, metode itu juga telah dicoba oleh berbagai pesohor dunia seperti Jessica Alba hingga Kate Middleton.

Lalu apa sebenarnya hypnobirthing? Apa manfaatnya untuk ibu dan ayah? Bidan Jamilatus Sadiyah, seorang praktisioner hypnobirthing menjelaskan, teknik ini merupakan salah satu cara mengelola stres saat kehamilan terjadi.

Dengan memprogram ulang pikiran dari memori-memori yang kurang baik terutama terkait persalinan, ibu dan ayah nantinya akan mempraktikkan afirmasi positif sehingga proses kehamilan hingga persalinan tidak terasa seperti tekanan.

Hypnobirthing memiliki berbagai manfaat yang dapat dirasakan oleh ibu, bayi dan ayah selama proses kehamilan hingga persalinan usai. Di antaranya seperti meningkatkan ketenangan diri untuk sel-sel kesehatan ibu dan janin, mengurangi mual, muntah dan pusing, mengatasi kecemasan dan ketakutan selama hamil dan persalinan, mengurangi risiko terjadinya komplikasi persalinan hingga mengurangi risiko baby blues nantinya,” kata Jamilatus yang merupakan lulusan dari Poltekkes Kemenkes Jakarta.

Pengelolaan stres wajib dilakukan saat kehamilan berlangsung terutama oleh ibu agar anak bisa terhindar dari risiko-risiko kelainan kesehatan, seperti alergi, kolik, diabetes, autis hingga kelahiran prematur.

Tidak hanya menghindarkan sang buah hati dari masalah kesehatan fisik, tapi juga pengelolaan stres pada ibu hamil berfungsi menjaga kesehatan emosi dan psikologi bayi di masa depan.

Karena stres harus dikelola secara berkala, maka dari itu metode hypnobirthing tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi secara berulang kali atau repetisi. Minimal metode ini dilakukan oleh calon ibu sejak awal kehamilan selama tiga sampai empat kali dalam satu minggu.

Bagi calon ayah, disarankan juga dapat mengikuti hypnobirthing agar sebagai pasangan dia bisa berpartisipasi dan bisa ikut mengelola ketakutan yang sama terkait persalinan.

Dengan demikian, ayah nantinya mampu mendampingi dengan suportif dan tentunya memiliki pemikiran positif bahkan setelah proses kelahiran selesai.

Bidan yang juga telah mendampingi banyak calon ibu dan ayah menjalankan kehamilan lewat Instagram @bumilpamil.id itu mengatakan, calon orang tua dapat memulai teknik hypnobirthing dengan memberi sugesti atau afirmasi positif setiap harinya terhadap diri sendiri. Contohnya, di masa kehamilan kondisi janin, plasenta, air ketuban, selaput ketuban, dan tali pusar sehat secara lahir batin hingga persalinan.

Lalu di masa persalinan, kedua orang tua bisa memikirkan bahwa persalinan yang dilakukan akan berjalan dengan lancar, nyaman, tenang, dikuatkan, diikhlaskan, dan melalui proses yang bahagia.

Memasuki masa menyusui, afirmasi positif yang bisa diberikan adalah ASI lancar dan bisa memenuhi kebutuhan bayi lahir dan batin.

Selain memberikan sugesti pada diri sendiri, hypnobirthing juga bisa dilakukan bersama janin saat di dalam kandungan. Komunikasi intens orang tua terhadap janin dinilai bisa mengurangi stres dan membuat proses kehamilan terasa ringan. Adapun komunikasi bisa dilakukan dengan cara mengajak janin mengobrol di sela-sela aktivitas sehari-hari.

Untuk ibu, komunikasikan apapun yang ibu rasakan kepada bayi saat menjalani masa kehamilan. Ketika janin bergerak atau menendang, baik ibu dan ayah bisa menyapanya. Bahkan ibu dan ayah bisa meminta pendapat janin saat akan mengambil keputusan selama masa kehamilan berlangsung.

Saat memutuskan untuk melakukan hypnobirthing pastikan juga kondisi kesehatan, baik ibu dan ayah prima terutama dari segi mental.

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/