Site icon Radar Solo

Mengenal Green Design, Tren Arsitektur yang Diprediksi Kian Diminati pada 2022

Rumah kayu mungil di Jalan Blabak-Magelang, Bubakan, Jelok,Cepogo, Boyolali. Tren desain arsitektur selalu berganti setiap tahunnya. (RAGIL LISITIYO/RADAR SOLO)

Dunia desain arsitektur selalu berubah setiap tahunnya sesuai selera publik. Beragam pemicu perubahan tren bisa dari mana saja. Terlebih di era digital seperti saat ini. Lantas, tren apa yang bakal diminati pada 2022 mendatang?

DOSEN arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Mohammad Muqoffa mengamati perkembangan desain arsitektur rumah tahun depan akan cenderung mengarah pada aspek kepraktisan dalam penggunaan dan perawatan. Sekaligus ada pertimbangan mengaplikasikan green design.

Green design atau green architecture adalah rekayasa arsitektur harus memperhatikan faktor alam atau lingkungan dengan lebih ketat. Respect to nature. Sebenarnya ini bukan konsep baru sama sekali. Banyak orang sudah memperhatikan soal ini. Misalnya, mereka tahu kapan harus menebang pohon untuk dimanfaatkan kayunya. Atau mereka atur orientasi bangunan rumah, dan lain sebagainya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Nah, saat ini tantangannya makin kompleks. Karena tuntutan pemilik rumah juga makin beragam. Maka sebuah desain arsitektur juga harus dikembangkan dengan konteks kekinian. Mengikuti perkembangan zaman. Intinya, sebuah rancangan rumah itu harus dibuat sehat bagi penghuninya, juga sehat untuk lingkungannya.

”Soal aspek kepraktisan dalam penggunaan dan perawatan, bisa dijelaskan lewat contoh desain rumah zaman dulu punya dua lapis daun jendela dan pintu. Tujuannya, memberikan kenyamanan, selain keamanan. Nah, saat ini konsep itu tentu sudah tidak praktis,” jelasnya.

Kemudian soal kemudahan perawatan, lanjut Muqoffa, dapat dijawab dari perkembangan material bangunan. Bahasa market yang banyak digunakan sebagai branding memakai istilah simplicity atau minimalis.

”Sebenarnya desain yang simpel itu dalam sejarah arsitektur sudah berkembang sejak 1930 di Eropa. Tapi ada bagian yang tidak semuanya sesuai untuk diterapkan di Indonesia yang beriklim tropis dengan dua musim,” sambungnya.

Di sisi lain, Muqoffa mengaku dalam konteks desain arsitektur rumah memang agak sulit menentukan arah trennya. Kalau bicara tren desain arsitektur rumah, artinya bicara segmen publik tertentu. Sebab kemampuan berarsitektur ada di ranah mereka.

”Publik atau klien tertentu akan punya kekuatan untuk mengatur corak desain. Beberapa arsitek di Indonesia juga punya posisi untuk menentukan gaya arsitektur,” imbuhnya.

Muqoffa menambahkan, ada aspek yang juga ikut memberi peran. Yaitu perkembangan bahan bangunan. Teknologi konstruksi dan material yang pesat juga turut andil berkonstribusi pada tren desain. Tergantung budget.

”Dari pihak developer, yang dalam banyak kasus menyumbang munculnya tren, misalnya perumahan kelas menengah ke atas di Jakarta atau kota besar lainnya. Banyak diarahkan oleh kerja developer. Kemudian publik terpengaruh, karena tidak ingin ketinggalan. Sementara dari masyarakat juga begitu mudah mendapat akses informasi dari sumber internet. Tinggal ketik keyword corak desain rumah yang diinginkan, maka akan muncul berbagai macam foto-foto desain rumah,” tandasnya. (aya/adi)






Reporter: Septina Fadia