23.7 C
Surakarta
Saturday, 28 January 2023

Waspada Konsumsi Chiki Ngebul Bisa Bahayakan Tubuh: Ini Penjelasan BPOM 

RADARSOLO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan terhadap penjualan smooky snack alias es asap atau chiki ngebul. Mereka menyatakan, penambahan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang tidak sesuai standar pengolahan dapat membahayakan tubuh.

“Pada prinsipnya tentu harus sesuai standar. Bahayanya kalau kena kulit bisa melepuh. Kemudian kalau dikonsumsi, tertelan bisa melukai lambung, apalagi kalau asma,” ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang di Jakarta, Kamis (12/1).

Dikatakan Rita, sejak 6 Januari 2023 hingga saat ini BPOM sudah melakukan pengawasan terhadap penjual smooky snack alias chiki ngebul, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan.

“Hasil pengawasan memang semua produk nitrogen cair harus membutuhkan perhatian karena tidak sesuai standar. Pemantauan di seluruh Indonesia, kami lakukan di mal, pasar, terutama CFD (car free day) dan pasar malam,” papar dia.

Lebih lanjut, BPOM juga telah menerbitkan pedoman mitigasi risiko nitrogen cair pada pangan olahan.

Ia mengemukakan, salah satu pedoman yang harus diikuti pedagang yang menambahkan nitrogen cair pada produk pangan siap saji, yakni harus mengikuti pelatihan.

“Harus punya kompetensi bagaimana menangani nitrogen cair tersebut,” tuturnya.

Kemudian, harus menggunakan alat pelindung diri (APD), karena nitrogen cair merupakan barang berbahaya bagi tubuh.

“Jadi ada persyaratan-persyaratannya bagi food handler atau penjualnya,” ucap Rita.

Selain itu, si pengolah chiki ngebul atau makanan sejenisnya juga harus memberikan peringatan yang mesti diketahui oleh konsumen.

“Ketika dikonsumsi tidak boleh dalam kondisi yang sangat dingin, harus dipastikan bahwa nitrogen cairnya hilang. Bagaimana mengetahuinya? Tidak boleh ada asapnya, jadi harus didiamkan dulu, nggak boleh langsung dikonsumsi,” paparnya. (antara/ria)

RADARSOLO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan terhadap penjualan smooky snack alias es asap atau chiki ngebul. Mereka menyatakan, penambahan nitrogen cair pada produk pangan siap saji yang tidak sesuai standar pengolahan dapat membahayakan tubuh.

“Pada prinsipnya tentu harus sesuai standar. Bahayanya kalau kena kulit bisa melepuh. Kemudian kalau dikonsumsi, tertelan bisa melukai lambung, apalagi kalau asma,” ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Rita Endang di Jakarta, Kamis (12/1).

Dikatakan Rita, sejak 6 Januari 2023 hingga saat ini BPOM sudah melakukan pengawasan terhadap penjual smooky snack alias chiki ngebul, untuk selanjutnya dilakukan pembinaan.

“Hasil pengawasan memang semua produk nitrogen cair harus membutuhkan perhatian karena tidak sesuai standar. Pemantauan di seluruh Indonesia, kami lakukan di mal, pasar, terutama CFD (car free day) dan pasar malam,” papar dia.

Lebih lanjut, BPOM juga telah menerbitkan pedoman mitigasi risiko nitrogen cair pada pangan olahan.

Ia mengemukakan, salah satu pedoman yang harus diikuti pedagang yang menambahkan nitrogen cair pada produk pangan siap saji, yakni harus mengikuti pelatihan.

“Harus punya kompetensi bagaimana menangani nitrogen cair tersebut,” tuturnya.

Kemudian, harus menggunakan alat pelindung diri (APD), karena nitrogen cair merupakan barang berbahaya bagi tubuh.

“Jadi ada persyaratan-persyaratannya bagi food handler atau penjualnya,” ucap Rita.

Selain itu, si pengolah chiki ngebul atau makanan sejenisnya juga harus memberikan peringatan yang mesti diketahui oleh konsumen.

“Ketika dikonsumsi tidak boleh dalam kondisi yang sangat dingin, harus dipastikan bahwa nitrogen cairnya hilang. Bagaimana mengetahuinya? Tidak boleh ada asapnya, jadi harus didiamkan dulu, nggak boleh langsung dikonsumsi,” paparnya. (antara/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img