alexametrics
23.4 C
Surakarta
Thursday, 7 July 2022

Tren Fashion Batik Gown: Classic Timeless

RADARSOLO.ID – Biasanya gaun yang digunakan untuk acara formal, terinspirasi dari western style fashion. Tapi bagaimana jika diberi sentuhan motif batik? Terciptalah style fashion baru yang classic timeless atau tak lekang dimakan zaman.

Fashion designer asal Kota Solo Pingkan Pashanita, selalu mengulik hal-hal menarik. Terutama soal style fashion. Katanya iseng-iseng berhadiah. Salah satunya, Pingkan mencoba mengolaborasikan desain modern dengan tradisional.

Kali ini, motif batik jadi pilihan utama. Di luar ekspektasi, desain gaun buatannya justru diminati banyak orang. Terutama kawula muda.

“Waktu itu sekitar 2016, saya sedang menunggu masa wisuda. Sambil bikin-bikin desain baju, banyak teman tertarik sama desain buatan saya. Akhirnya saya kepikiran memproduksi lebih banyak lagi,” kata Pingkan, kemarin (12/3).

Selama proses pembuatan desain, Pingkan mengaku juga membuat produk selain batik. Supaya bisa saling melengkapi kebutuhan pasar.

“Nah karena desain saya dominan motif batik, jadi look-nya fresh dan modern. Tapi tetap menonjolkan kesan tradisional. Desain semacam ini tetap bagus dari tahun ke tahun. Tidak akan terlihat kuno. Istilahnya classic timeless,” imbuhnya.

Awalnya, Pingkan mengerjakan sendiri produk desainnya. Lantaran peminatnya semakin banyak, dia mulai dibantu beberapa penjahit. Selama masa pandemi Covid-19, bisnis fashion sempat terdampak. Karena konsumen produknya, mayoritas ingin tampil paripurna saat menghadiri undangan wedding.

“Pandemi kan acara kondangan sempat dilarang mengundang banyak tamu. Bisnis fashion sempat anjlok. Omzet kami tinggal 10-20 persen. Sempat hampir tidak bisa lanjut lagi saat itu. Tapi sekarang mulai bangkit lagi,” bebernya. (aya/fer/dam)

RADARSOLO.ID – Biasanya gaun yang digunakan untuk acara formal, terinspirasi dari western style fashion. Tapi bagaimana jika diberi sentuhan motif batik? Terciptalah style fashion baru yang classic timeless atau tak lekang dimakan zaman.

Fashion designer asal Kota Solo Pingkan Pashanita, selalu mengulik hal-hal menarik. Terutama soal style fashion. Katanya iseng-iseng berhadiah. Salah satunya, Pingkan mencoba mengolaborasikan desain modern dengan tradisional.

Kali ini, motif batik jadi pilihan utama. Di luar ekspektasi, desain gaun buatannya justru diminati banyak orang. Terutama kawula muda.

“Waktu itu sekitar 2016, saya sedang menunggu masa wisuda. Sambil bikin-bikin desain baju, banyak teman tertarik sama desain buatan saya. Akhirnya saya kepikiran memproduksi lebih banyak lagi,” kata Pingkan, kemarin (12/3).

Selama proses pembuatan desain, Pingkan mengaku juga membuat produk selain batik. Supaya bisa saling melengkapi kebutuhan pasar.

“Nah karena desain saya dominan motif batik, jadi look-nya fresh dan modern. Tapi tetap menonjolkan kesan tradisional. Desain semacam ini tetap bagus dari tahun ke tahun. Tidak akan terlihat kuno. Istilahnya classic timeless,” imbuhnya.

Awalnya, Pingkan mengerjakan sendiri produk desainnya. Lantaran peminatnya semakin banyak, dia mulai dibantu beberapa penjahit. Selama masa pandemi Covid-19, bisnis fashion sempat terdampak. Karena konsumen produknya, mayoritas ingin tampil paripurna saat menghadiri undangan wedding.

“Pandemi kan acara kondangan sempat dilarang mengundang banyak tamu. Bisnis fashion sempat anjlok. Omzet kami tinggal 10-20 persen. Sempat hampir tidak bisa lanjut lagi saat itu. Tapi sekarang mulai bangkit lagi,” bebernya. (aya/fer/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/