25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

No Bray Day, Ahli: Tak Ada Bukti Ilmiah Copot Bra Bisa Cegah Kanker Payudara

RADARSOLO.ID – Banyak masyarakat, terutama kaum hawa yang berpikiran memakai bra saat tidur atau lupa mencopot bra saat malam hari dapat memicu kanker payudara. Namun, ahli dan penelitian menegaskan hal tersebut itu tak terbukti secara ilmiah.

Dalam kampanye Sehari Tanpa Bra atau No Bra Day setiap 13 Oktober, Konsultan Hematologi & Onkologi Medik dr Ronald Alexander Hukom, SpPD-KHOM menjelaskan bahwa desas-desus, hoax di internet dan email serta setidaknya satu buku telah menyebutkan bahwa bra menyebabkan kanker payudara karena menghalangi aliran getah bening. Namun, hal itu tak ada bukti ilmiahnya.

“Tidak ada dasar ilmiah atau klinis yang valid untuk klaim ini,” jelasnya, Kamis (13/10).

Ia menjelaskan gagasan bahwa bra dapat menyebabkan kanker dipicu oleh buku tahun 1995 berjudul Dressed to Kill. Diklaim bahwa perempuan yang memakai bra ‘underwire’ selama 12 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, daripada perempuan yang tidak memakai bra.

Disebutkan bahwa bra membatasi aliran sistem getah bening, yang mengakibatkan penumpukan racun di dalam tubuh atau payudara. Namun, menurut American Cancer Society, tidak pernah ada bukti bahwa kompresi kelenjar getah bening oleh bra menyebabkan kanker payudara.

Pada kenyataannya, cairan tubuh bergerak naik dan masuk ke kelenjar getah bening ketiak, bukan menuju kawat bawah. Satu studi pada 2014 terhadap ratusan perempuan tidak menemukan hubungan antara mengenakan bra dengan risiko kanker payudara.

“Sebaliknya, juga tidak ada cukup bukti bahwa mengenakan bra akan membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara,” terang dia. (jpg/ria)

RADARSOLO.ID – Banyak masyarakat, terutama kaum hawa yang berpikiran memakai bra saat tidur atau lupa mencopot bra saat malam hari dapat memicu kanker payudara. Namun, ahli dan penelitian menegaskan hal tersebut itu tak terbukti secara ilmiah.

Dalam kampanye Sehari Tanpa Bra atau No Bra Day setiap 13 Oktober, Konsultan Hematologi & Onkologi Medik dr Ronald Alexander Hukom, SpPD-KHOM menjelaskan bahwa desas-desus, hoax di internet dan email serta setidaknya satu buku telah menyebutkan bahwa bra menyebabkan kanker payudara karena menghalangi aliran getah bening. Namun, hal itu tak ada bukti ilmiahnya.

“Tidak ada dasar ilmiah atau klinis yang valid untuk klaim ini,” jelasnya, Kamis (13/10).

Ia menjelaskan gagasan bahwa bra dapat menyebabkan kanker dipicu oleh buku tahun 1995 berjudul Dressed to Kill. Diklaim bahwa perempuan yang memakai bra ‘underwire’ selama 12 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, daripada perempuan yang tidak memakai bra.

Disebutkan bahwa bra membatasi aliran sistem getah bening, yang mengakibatkan penumpukan racun di dalam tubuh atau payudara. Namun, menurut American Cancer Society, tidak pernah ada bukti bahwa kompresi kelenjar getah bening oleh bra menyebabkan kanker payudara.

Pada kenyataannya, cairan tubuh bergerak naik dan masuk ke kelenjar getah bening ketiak, bukan menuju kawat bawah. Satu studi pada 2014 terhadap ratusan perempuan tidak menemukan hubungan antara mengenakan bra dengan risiko kanker payudara.

“Sebaliknya, juga tidak ada cukup bukti bahwa mengenakan bra akan membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara,” terang dia. (jpg/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/