alexametrics
21.2 C
Surakarta
Wednesday, 28 July 2021

Ternyata DIY Skincare Belum Tentu Baik untuk Kulit

DIY (Do It Yourself) Skincare masih menjadi tren untuk bisa mendapatkan kulit yang cantik dengan menggunakan bahan alami. Selain menghemat budget dan mudah didapatkan, banyak yang percaya bahwa menggunakan bahan alami tidak akan menimbulkan efek ketergantungan dan aman untuk dipakai secara rutin.

Pasti kamu sering menjumpai di media sosial bahwa DIY (Do It Yourself) Skincare menggunakan bahan alami seperti lemon, dapat menghilangkan jerawat. Atau menggunakan masker dari susu beruang dapat mengubah warna kulit Anda menjadi putih.

Jika bahan alami seperti cuka apel, lemon, baking soda, telur, dan sebagainya diaplikasikan ke kulit dalam keadaan mentah, maka manfaat dari bahan-bahan tersebut belum tentu bisa kamu peroleh secara langsung. Dan belum tentu, bahan-bahan tersebut bersih dan baik untuk dicampurkan bersama.

Justru racikan ‘ngawur’ tersebut justru memiliki banyak risiko yang akan membuat kulitmu iritasi.

Bahan DIY Skincare

  1. Cuka Apel Mentah

Kamu pasti sering menjumpai beauty content creator di youtube yang memakai cuka apel sebagai toner untuk menghempaskan jerawat. Nyatanya, cuka apel mengandung 5-6% acetic acid yang asam, yang bisa mengiritasi dan membakar kulit.

Pada kasus tertentu, banyak korban yang merasa wajahnya perih dan lebih parahnya, muncul luka melepuh (terbakar) di kulit wajah seperti habis tersiram minyak panas.

  1. Baking Soda

Baking soda terlalu basa untuk kulit kita yang cenderung asam pH nya 5,5. Bahan ini jelas tidak cocok untuk pH kulit kita. Jadi sudah pasti merusak kulit.

  1. Lemon dan Jeruk Nipis

Konon katanya, air perasan lemon dan jeruk nipis adalah bahan paling ampuh untuk mengatasi masalah jerawat, komedo, dan pori-pori besar. Nyatanya, bahan ini tidak cocok untuk pH kulit karena lemon terlalu asam dengan kandungan pH 2 yang justru bisa membuat kulit iritasi permanen dan hiperpigmentasi.

  1. Minyak Kelapa

Minyak Kelapa membuat pori-pori tersumbat karena molekul di dalamnya sulit masuk ke dalam lapisan kulit kita.

  1. Pasta Gigi

Banyak yang menggunakan pasta gigi sebagai obat jerawat dengan cara mengoleskannya ke bagian wajah yang berjerawat. Sayangnya pasta gigi memiliki efek lain selain mengeringkan jerawat, yaitu membuat kulit sekitar jerawat menjadi kering. Kandungan peroxide, baking soda, dan SLS ini yang membuat kulit menjadi kering dan iritasi.

  1. DIY Scrub

Dalam sekali pemakaian, DIY scrub yang terbuat dari bubuk kopi atau gula yang dicampur dengan air dapat membuat kulit kita menjadi terasa sangat halus hanya dalam sekali pemakaian.

Nyatanya, kedua bahan ini sebenarnya memiliki bentuk yang tidak beraturan dan terdapat ujung-ujung tajam yang bisa menyebabkan goresan mikro yang cukup dalam pada kulit kita. Goresan ini dapat memicu radang, kemerahan dan iritasi.


DIY (Do It Yourself) Skincare masih menjadi tren untuk bisa mendapatkan kulit yang cantik dengan menggunakan bahan alami. Selain menghemat budget dan mudah didapatkan, banyak yang percaya bahwa menggunakan bahan alami tidak akan menimbulkan efek ketergantungan dan aman untuk dipakai secara rutin.

Pasti kamu sering menjumpai di media sosial bahwa DIY (Do It Yourself) Skincare menggunakan bahan alami seperti lemon, dapat menghilangkan jerawat. Atau menggunakan masker dari susu beruang dapat mengubah warna kulit Anda menjadi putih.

Jika bahan alami seperti cuka apel, lemon, baking soda, telur, dan sebagainya diaplikasikan ke kulit dalam keadaan mentah, maka manfaat dari bahan-bahan tersebut belum tentu bisa kamu peroleh secara langsung. Dan belum tentu, bahan-bahan tersebut bersih dan baik untuk dicampurkan bersama.

Justru racikan ‘ngawur’ tersebut justru memiliki banyak risiko yang akan membuat kulitmu iritasi.

Bahan DIY Skincare

  1. Cuka Apel Mentah

Kamu pasti sering menjumpai beauty content creator di youtube yang memakai cuka apel sebagai toner untuk menghempaskan jerawat. Nyatanya, cuka apel mengandung 5-6% acetic acid yang asam, yang bisa mengiritasi dan membakar kulit.

Pada kasus tertentu, banyak korban yang merasa wajahnya perih dan lebih parahnya, muncul luka melepuh (terbakar) di kulit wajah seperti habis tersiram minyak panas.

  1. Baking Soda

Baking soda terlalu basa untuk kulit kita yang cenderung asam pH nya 5,5. Bahan ini jelas tidak cocok untuk pH kulit kita. Jadi sudah pasti merusak kulit.

  1. Lemon dan Jeruk Nipis

Konon katanya, air perasan lemon dan jeruk nipis adalah bahan paling ampuh untuk mengatasi masalah jerawat, komedo, dan pori-pori besar. Nyatanya, bahan ini tidak cocok untuk pH kulit karena lemon terlalu asam dengan kandungan pH 2 yang justru bisa membuat kulit iritasi permanen dan hiperpigmentasi.

  1. Minyak Kelapa

Minyak Kelapa membuat pori-pori tersumbat karena molekul di dalamnya sulit masuk ke dalam lapisan kulit kita.

  1. Pasta Gigi

Banyak yang menggunakan pasta gigi sebagai obat jerawat dengan cara mengoleskannya ke bagian wajah yang berjerawat. Sayangnya pasta gigi memiliki efek lain selain mengeringkan jerawat, yaitu membuat kulit sekitar jerawat menjadi kering. Kandungan peroxide, baking soda, dan SLS ini yang membuat kulit menjadi kering dan iritasi.

  1. DIY Scrub

Dalam sekali pemakaian, DIY scrub yang terbuat dari bubuk kopi atau gula yang dicampur dengan air dapat membuat kulit kita menjadi terasa sangat halus hanya dalam sekali pemakaian.

Nyatanya, kedua bahan ini sebenarnya memiliki bentuk yang tidak beraturan dan terdapat ujung-ujung tajam yang bisa menyebabkan goresan mikro yang cukup dalam pada kulit kita. Goresan ini dapat memicu radang, kemerahan dan iritasi.

Populer

Berita Terbaru