alexametrics
31.8 C
Surakarta
Sunday, 25 September 2022

Bahaya Aplikator Make Up yang Jarang Dibersihkan, Simak Cara Mudah Mencucinya

RADARSOLO. ID – Anda yang hobi menggunakan make up, pasti juga memiliki koleksi aplikator make up komplit. Beragam jenis aplikator itu memang sangat membantu demi mendapatkan hasil make up maksimal. Namun, yang harus diingat jangan lupa untuk rutin membersihkan aplikator make up.

Berbagai aplikator, seperti kuas, spons, dan beauty blender sebaiknya dibersihkan setiap 7-10 hari sekali.

Kenapa harus dibersihkan? Aplikator make up menjadi tempat menumpuknya kotoran dari sisa make up, sel-sel kulit mati dan debu. Jika tak dibersihkan, aplikator make up yang kotor meningkatkan risiko timbulnya masalah kulit seperti jerawat.

Berikut cara sederhana membersihkan aplikator make up:

  1. Kumpulkan aplikator yang akan dibersihkan

Sebelum membersihkan, kumpulkan aplikator make up yang akan dicuci. Aplikator yang masih baru sebaiknya juga dibersihkan. Meski belum dipakai bukan berarti bersih dari berbagai kotoran.

  1. Siapkan air hangat

Langkah berikutnya, siapkan air hangat suam-suam kuku yang diletakkan di wadah atau baskom kecil untuk merendam aplikator make up yang akan dibersihkan.

  1. Masukkan sabun berbahan lembut

Masukkan kurang lebih satu sendok makan pembersih berbahan lembut, seperti sabun pembersih wajah atau sampo bayi. Ingat, hindari menggunakan sabun badan, sabun cuci tangan, atau sabun cuci piring. Sebab, sabun yang berbahan keras dapat merusak bulu kuas make up.

  1. Bersihkan aplikator secara lembut

Cuci aplikator make up, seperti kuas, spons, dan beauty blender dengan sentuhan lembut. Mulai cuci kuas dengan mencelupkan bulu kuas ke air. Gosok bulu kuas dengan lembut pada telapak tangan atau bantalan khusus pembersih kuas. Tujuannya mengeluarkan kotoran yang terperangkap pada kuas make up. Lakukan hal serupa untuk aplikator lain

  1. Bilas dengan air mengalir

Setelah dicuci, bilas aplikator dengan air mengalir hingga semua busa dan kotoran benar-benar hilang. Ini bisa Anda pastikan dengan melihat kejernihan air yang digunakan untuk membilas aplikator. Jika air yang mengaliri aplikator sudah jernih, artinya sudah bisa dikatakan bersih dari sabun dan kotoran.

  1. Keringkan aplikator

Setelah bersih sepenuhnya, peraslah kelebihan air pada aplikator menggunakan tisu atau handuk kering. Letakkan aplikator di atas meja dengan alas handuk. Biarkan kepala kuas menggantung di tepi meja. Setelah itu, diamkan hingga bulu kuas dan aplikator lain kering dengan sendirinya.

Sebaliknya, sebisa mungkin hindari mengeringkan aplikator, seperti kuas dengan hair dryer atau menaruhnya secara vertikal di dalam wadah. Sebab, cara ini berpotensi merusak bulu kuas dan lem yang merekatkan kepala kuas dengan gagangnya. (mg5/ria)

 

RADARSOLO. ID – Anda yang hobi menggunakan make up, pasti juga memiliki koleksi aplikator make up komplit. Beragam jenis aplikator itu memang sangat membantu demi mendapatkan hasil make up maksimal. Namun, yang harus diingat jangan lupa untuk rutin membersihkan aplikator make up.

Berbagai aplikator, seperti kuas, spons, dan beauty blender sebaiknya dibersihkan setiap 7-10 hari sekali.

Kenapa harus dibersihkan? Aplikator make up menjadi tempat menumpuknya kotoran dari sisa make up, sel-sel kulit mati dan debu. Jika tak dibersihkan, aplikator make up yang kotor meningkatkan risiko timbulnya masalah kulit seperti jerawat.

Berikut cara sederhana membersihkan aplikator make up:

  1. Kumpulkan aplikator yang akan dibersihkan

Sebelum membersihkan, kumpulkan aplikator make up yang akan dicuci. Aplikator yang masih baru sebaiknya juga dibersihkan. Meski belum dipakai bukan berarti bersih dari berbagai kotoran.

  1. Siapkan air hangat

Langkah berikutnya, siapkan air hangat suam-suam kuku yang diletakkan di wadah atau baskom kecil untuk merendam aplikator make up yang akan dibersihkan.

  1. Masukkan sabun berbahan lembut

Masukkan kurang lebih satu sendok makan pembersih berbahan lembut, seperti sabun pembersih wajah atau sampo bayi. Ingat, hindari menggunakan sabun badan, sabun cuci tangan, atau sabun cuci piring. Sebab, sabun yang berbahan keras dapat merusak bulu kuas make up.

  1. Bersihkan aplikator secara lembut

Cuci aplikator make up, seperti kuas, spons, dan beauty blender dengan sentuhan lembut. Mulai cuci kuas dengan mencelupkan bulu kuas ke air. Gosok bulu kuas dengan lembut pada telapak tangan atau bantalan khusus pembersih kuas. Tujuannya mengeluarkan kotoran yang terperangkap pada kuas make up. Lakukan hal serupa untuk aplikator lain

  1. Bilas dengan air mengalir

Setelah dicuci, bilas aplikator dengan air mengalir hingga semua busa dan kotoran benar-benar hilang. Ini bisa Anda pastikan dengan melihat kejernihan air yang digunakan untuk membilas aplikator. Jika air yang mengaliri aplikator sudah jernih, artinya sudah bisa dikatakan bersih dari sabun dan kotoran.

  1. Keringkan aplikator

Setelah bersih sepenuhnya, peraslah kelebihan air pada aplikator menggunakan tisu atau handuk kering. Letakkan aplikator di atas meja dengan alas handuk. Biarkan kepala kuas menggantung di tepi meja. Setelah itu, diamkan hingga bulu kuas dan aplikator lain kering dengan sendirinya.

Sebaliknya, sebisa mungkin hindari mengeringkan aplikator, seperti kuas dengan hair dryer atau menaruhnya secara vertikal di dalam wadah. Sebab, cara ini berpotensi merusak bulu kuas dan lem yang merekatkan kepala kuas dengan gagangnya. (mg5/ria)

 

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/