25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Wedding Case ala Tionghoa: Prosesi Tingjing hingga Sangjit

RADARSOLO.ID – Awal bulan ini, YouTuber Jess No Limit dan Sisca Kohl menggelar prosesi Tingjing alias lamaran dalam adat Tionghoa di salah satu hotel di Kota Solo. Dilanjutkan prosesi Sangjit atau seserahan.

Etnis Tionghoa yang masih bingung dengan konsep pernikahannya, tak ada salahnya meniru wedding show case yang dihelat di salah satu hotel di Kota Solo, belum lama ini. Menariknya, prosesi sakral tersebut melibatkan YouTuber Jess No Limit dan Sisca Kohl.

Acara dikemas dalam balutan prosesi Tingjing. Jess No Limit memberikan kalung kepada calon istrinya Sisca Kohl. Setelah itu, berlanjut ke prosesi Sangjit atau seserahan. Lumrahnya, prosesi ini hanya diikuti keluarga besar kedua calon mempelai. Supaya tercipta suasana yang lebih intim dan sakral.

“Biasanya prosesi Sangjit di dalam ruangan tertutup. Karena memang konsepnya intimate. Tapi kami ingin membuat terobosan, bahwa prosesi sakral juga bisa diselenggarakan di luar ruangan alias outdoor. Sangjit bisa dilaksanakan dalam balutan suasana hangat, meski dilakukan di pinggir kolam renang,” ungkap Public Relations Adhiwangsa Hotel and Convention Solo Mahadewi Lourdes.

Lourdes membeberkan step by step prosesi Sangjit. Acara ini tidak jauh beda seperti prosesi tunangan pada umumnya. Pihak calon pengantin pria membawa beragam hantaran, yang bakal diserahkan kepada pihak calon pengantin wanita. Sembari menunggu kedatangan keluarga, acara dimeriahkan tarian kipas.

“Kemudian masuk acara inti, berupa serah terima baki. Isinya teh dan mi swa. Dilanjutkan pengalungan dan pemberian cincin. Lalu keluarga calon pengantin wanita mengembalikan baki ke keluarga calon pengantin pria. Dilanjutkan pemberian hampers,” bebernya.

Lourdes menambahkan, Sangjit adalah syarat wajib yang harus dilakoni oleh mempelai keturunan Tionghoa. Ibaratnya, prosesi Sangjit ini bukti komitmen dan keseriusan.

Sangjit bukan hanya mempertemukan keluarga besar, tapi sekaligus mempererat hubungan antara kedua belah pihak. Prosesi ini sangat sakral, karena ada momen meminta restu sebelum pernikahan. Jadi Sangjit bukan sekadar terima seserahan saja. Tapi juga melestarikan kearifan budaya Tionghoa,” urainya.

Sementara itu, pelaksanaan prosesi Sangjit tidak boleh serampangan. Sudah ditentukan waktunya, sesuai pernghitungan etnis Tionghoa. Sebaiknya dilakukan pada siang hari, sekitar pukul 11.00-13.00. (aya/fer)

RADARSOLO.ID – Awal bulan ini, YouTuber Jess No Limit dan Sisca Kohl menggelar prosesi Tingjing alias lamaran dalam adat Tionghoa di salah satu hotel di Kota Solo. Dilanjutkan prosesi Sangjit atau seserahan.

Etnis Tionghoa yang masih bingung dengan konsep pernikahannya, tak ada salahnya meniru wedding show case yang dihelat di salah satu hotel di Kota Solo, belum lama ini. Menariknya, prosesi sakral tersebut melibatkan YouTuber Jess No Limit dan Sisca Kohl.

Acara dikemas dalam balutan prosesi Tingjing. Jess No Limit memberikan kalung kepada calon istrinya Sisca Kohl. Setelah itu, berlanjut ke prosesi Sangjit atau seserahan. Lumrahnya, prosesi ini hanya diikuti keluarga besar kedua calon mempelai. Supaya tercipta suasana yang lebih intim dan sakral.

“Biasanya prosesi Sangjit di dalam ruangan tertutup. Karena memang konsepnya intimate. Tapi kami ingin membuat terobosan, bahwa prosesi sakral juga bisa diselenggarakan di luar ruangan alias outdoor. Sangjit bisa dilaksanakan dalam balutan suasana hangat, meski dilakukan di pinggir kolam renang,” ungkap Public Relations Adhiwangsa Hotel and Convention Solo Mahadewi Lourdes.

Lourdes membeberkan step by step prosesi Sangjit. Acara ini tidak jauh beda seperti prosesi tunangan pada umumnya. Pihak calon pengantin pria membawa beragam hantaran, yang bakal diserahkan kepada pihak calon pengantin wanita. Sembari menunggu kedatangan keluarga, acara dimeriahkan tarian kipas.

“Kemudian masuk acara inti, berupa serah terima baki. Isinya teh dan mi swa. Dilanjutkan pengalungan dan pemberian cincin. Lalu keluarga calon pengantin wanita mengembalikan baki ke keluarga calon pengantin pria. Dilanjutkan pemberian hampers,” bebernya.

Lourdes menambahkan, Sangjit adalah syarat wajib yang harus dilakoni oleh mempelai keturunan Tionghoa. Ibaratnya, prosesi Sangjit ini bukti komitmen dan keseriusan.

Sangjit bukan hanya mempertemukan keluarga besar, tapi sekaligus mempererat hubungan antara kedua belah pihak. Prosesi ini sangat sakral, karena ada momen meminta restu sebelum pernikahan. Jadi Sangjit bukan sekadar terima seserahan saja. Tapi juga melestarikan kearifan budaya Tionghoa,” urainya.

Sementara itu, pelaksanaan prosesi Sangjit tidak boleh serampangan. Sudah ditentukan waktunya, sesuai pernghitungan etnis Tionghoa. Sebaiknya dilakukan pada siang hari, sekitar pukul 11.00-13.00. (aya/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/