alexametrics
26.3 C
Surakarta
Thursday, 9 December 2021

Kembali Kerja di Kantor, Simak Tips Mudah Jalani Transisi dari WFH ke WFO

RADARSOLO.ID – Sejumlah instansi dan perusahaan telah kembali menerapkan bekerja di kantor (work from office/WFO), seiring dengan menurunnya kasus Covid-19. Transisi bekerja dari rumah (work from home/WFH) menuju WFO selama hampir 2 tahun pandemi Covid-19 telah menciptakan kendala tersendiri bagi sebagian orang.

WFH menciptakan kebiasaan baru yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari kaum pekerja. Misalnya waktu bangun tidur, pola makan, jam kerja hingga waktu interaksi bersama keluarga.

Sebaliknya, WFO memberikan tantangan baru karena pekerja harus kembali pada rutinintas yang melibatkan banyak energi. Yakni bangun lebih awal, menembus kemacetan lalu lintas, mengatur ulang pengeluaran untuk transportasi dan makan di luar rumah, hingga waktu makan dan istirahat yang berubah.

Jika WFH membuat seseorang bisa bekerja dari balik layar, WFO menuntut lebih banyak energi untuk bergerak, sehingga kondisi kesiapan fisik sangat diperlukan.

Ini tips singkat agar lebih mudah menjalani transisi dari WFH ke WFO, dilansir berbagai sumber pada Selasa (23/11):

Olahraga untuk Kembalikan Kebugaran Tubuh

Terlalu banyak rebahan, ditambah minimnya aktivitas fisik saat bekerja dari rumah (WFO) akan menghambat metabolisme tubuh. Ini berimbas pada menurunnya kebugaran.

Kondisi akan semakin buruk apabila tidak mengatur pola makan sesuai jadwal. Sehingga bobot tubuh menjadi tak ideal, kehilangan massa otot karena kurang gerak, bahkan berpotensi membuat jantung dan paru-paru melemah.

Hal tersebut tentunya akan menyulitkan untuk bergerak lincah saat beraktivitas normal, dan membuat lebih mudah merasa letih sehingga mengganggu produktivitas pekerjaan.

Guna mencegah hal itu, perlu kembali berolahraga dengan tingkatan yang disesuaikan secara bertahap.

Melansir American College of Sports Medicine (ACMS), manusia dianjurkan berolahraga minimum 30 menit setiap harinya untuk menjaga kebugaran tubuh.

Jangan cemas, 30 menit olahraga itu bisa disiasati dengan aktivitas ringan semisal jalan cepat, jogging, atau kombinasi antara keduanya. Jika bekerja di gedung perkantoran, Anda bisa memanfaatkan tangga manual untuk melatih kembali fisik secara bertahap.

Perhatikan Kesehatan Kulit

Terlalu lama berada di rumah juga membuat lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit. Tentunya butuh waktu untuk menyegarkan kembali wajah saat mulai WFO.

dr Kevin Andrian, lulusan Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya Jakarta menyebutkan pandemi menciptakan masalah kulit bernama skindemi. Gangguan ini tercipta akibat pemakaian masker yang terlalu lama sehingga menyebabkan kulit menjadi kusam, kemerahan, gata, dan mudah berjerawat.

Skindemi akan semakin buruk apabila sering membuka-tutup masker saat beraktivitas karena area wajah di sekitar masker menjadi rawan terpapar kuman dan tentunya juga menaikkan risiko terkena Covid-19.

Selain itu, penggunaan masker dalam waktu lama juga membuat pori-pori mudah tersumbat dan berpotensi menjadi tempat bakteri dan kuman berkembang biak.

Untuk itu, pastikan menggunakan masker yang bersih. Jangan lupa membawa beberapa helai masker cadangan saat berativitas di luar ruangan. Pastikan juga kebersihan tangan saat menyentuh masker dan wajah.

Utamakan Prokes

Protokol kesehatan adalah hal utama saat kembali bekerja di luar rumah. Jangan lupa untuk tetap menjaga jarak dengan rekan kerja atau saat memakai angkutan umum

Perhatikan juga kebersihan fasilitas kantor yang digunakan bersama-sama, kapasitas gedung, serta optimalkan aplikasi tracing semisal PeduliLindungi.

Berhenti Merokok

Ingat bahwa pandemi belum berakhir. Semua tetap diwajibkan menaati prokes dengan memakai masker dan membersihkan tangan saat beraktivitas di luar rumah.

Para perokok tentunya akan kesulitan menemukan tempat untuk merokok di luar ruangan karena harus melepaskan masker. Selain itu, rokok juga bisa menjadi media perpindahan bakteri hingga virus dari tangan perokok ke mulut.

Untuk itu, daripada memaksakan diri untuk merokok dengan risiko yang besar, termasuk berbagai penyakit yang disebabkan asap pembakaran rokok. Ada baiknya memikirkan untuk berhenti merokok secara total.

Rokok juga menjadi biang keladi terciptanya bau mulut dan sejumlah penyakit oral lainnya, imbas residu hasil dari pembakaran. Sementara produk-produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses pembakaran tidak menghasilkan residu. (Antara)






Reporter: Antara News

RADARSOLO.ID – Sejumlah instansi dan perusahaan telah kembali menerapkan bekerja di kantor (work from office/WFO), seiring dengan menurunnya kasus Covid-19. Transisi bekerja dari rumah (work from home/WFH) menuju WFO selama hampir 2 tahun pandemi Covid-19 telah menciptakan kendala tersendiri bagi sebagian orang.

WFH menciptakan kebiasaan baru yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari kaum pekerja. Misalnya waktu bangun tidur, pola makan, jam kerja hingga waktu interaksi bersama keluarga.

Sebaliknya, WFO memberikan tantangan baru karena pekerja harus kembali pada rutinintas yang melibatkan banyak energi. Yakni bangun lebih awal, menembus kemacetan lalu lintas, mengatur ulang pengeluaran untuk transportasi dan makan di luar rumah, hingga waktu makan dan istirahat yang berubah.

Jika WFH membuat seseorang bisa bekerja dari balik layar, WFO menuntut lebih banyak energi untuk bergerak, sehingga kondisi kesiapan fisik sangat diperlukan.

Ini tips singkat agar lebih mudah menjalani transisi dari WFH ke WFO, dilansir berbagai sumber pada Selasa (23/11):

Olahraga untuk Kembalikan Kebugaran Tubuh

Terlalu banyak rebahan, ditambah minimnya aktivitas fisik saat bekerja dari rumah (WFO) akan menghambat metabolisme tubuh. Ini berimbas pada menurunnya kebugaran.

Kondisi akan semakin buruk apabila tidak mengatur pola makan sesuai jadwal. Sehingga bobot tubuh menjadi tak ideal, kehilangan massa otot karena kurang gerak, bahkan berpotensi membuat jantung dan paru-paru melemah.

Hal tersebut tentunya akan menyulitkan untuk bergerak lincah saat beraktivitas normal, dan membuat lebih mudah merasa letih sehingga mengganggu produktivitas pekerjaan.

Guna mencegah hal itu, perlu kembali berolahraga dengan tingkatan yang disesuaikan secara bertahap.

Melansir American College of Sports Medicine (ACMS), manusia dianjurkan berolahraga minimum 30 menit setiap harinya untuk menjaga kebugaran tubuh.

Jangan cemas, 30 menit olahraga itu bisa disiasati dengan aktivitas ringan semisal jalan cepat, jogging, atau kombinasi antara keduanya. Jika bekerja di gedung perkantoran, Anda bisa memanfaatkan tangga manual untuk melatih kembali fisik secara bertahap.

Perhatikan Kesehatan Kulit

Terlalu lama berada di rumah juga membuat lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit. Tentunya butuh waktu untuk menyegarkan kembali wajah saat mulai WFO.

dr Kevin Andrian, lulusan Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya Jakarta menyebutkan pandemi menciptakan masalah kulit bernama skindemi. Gangguan ini tercipta akibat pemakaian masker yang terlalu lama sehingga menyebabkan kulit menjadi kusam, kemerahan, gata, dan mudah berjerawat.

Skindemi akan semakin buruk apabila sering membuka-tutup masker saat beraktivitas karena area wajah di sekitar masker menjadi rawan terpapar kuman dan tentunya juga menaikkan risiko terkena Covid-19.

Selain itu, penggunaan masker dalam waktu lama juga membuat pori-pori mudah tersumbat dan berpotensi menjadi tempat bakteri dan kuman berkembang biak.

Untuk itu, pastikan menggunakan masker yang bersih. Jangan lupa membawa beberapa helai masker cadangan saat berativitas di luar ruangan. Pastikan juga kebersihan tangan saat menyentuh masker dan wajah.

Utamakan Prokes

Protokol kesehatan adalah hal utama saat kembali bekerja di luar rumah. Jangan lupa untuk tetap menjaga jarak dengan rekan kerja atau saat memakai angkutan umum

Perhatikan juga kebersihan fasilitas kantor yang digunakan bersama-sama, kapasitas gedung, serta optimalkan aplikasi tracing semisal PeduliLindungi.

Berhenti Merokok

Ingat bahwa pandemi belum berakhir. Semua tetap diwajibkan menaati prokes dengan memakai masker dan membersihkan tangan saat beraktivitas di luar rumah.

Para perokok tentunya akan kesulitan menemukan tempat untuk merokok di luar ruangan karena harus melepaskan masker. Selain itu, rokok juga bisa menjadi media perpindahan bakteri hingga virus dari tangan perokok ke mulut.

Untuk itu, daripada memaksakan diri untuk merokok dengan risiko yang besar, termasuk berbagai penyakit yang disebabkan asap pembakaran rokok. Ada baiknya memikirkan untuk berhenti merokok secara total.

Rokok juga menjadi biang keladi terciptanya bau mulut dan sejumlah penyakit oral lainnya, imbas residu hasil dari pembakaran. Sementara produk-produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses pembakaran tidak menghasilkan residu. (Antara)






Reporter: Antara News

Populer

Berita Terbaru