28.1 C
Surakarta
Sunday, 28 May 2023

Pahami Adab Berbuka Puasa, dari Sisi Individu dan Sosial  

RADARSOLO.ID – Suara azan Magrib sangat dinanti umat muslim saat bulan Ramadan. Dengan berkumandangnya azan, mereka diperbolehkan melepas rasa dahaga dan lapar. Pastinya dengan adab yang baik dan benar.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Mokhamad Zainal Anwar menyampaikan, umat muslim sebaiknya menyegerakan berbuka puasa di awal Magrib. Secara individu, sikap tersebut mencerminkan akhlak yang baik dan hukumnya sunnah.

”Sebaliknya, menunda-nunda berbuka tidak baik. Karena tidak sejalan dengan sunnah Nabi dan menganggu kesehatan,” jelas pria yang akrab disapa Zainal ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sebelum berbuka, lanjutnya, umat muslim tidak boleh melewatkan doa. ”Pasti. Jangan lupa bahwa ketika masuk waktu berbuka merupakan waktu yang baik untuk berdoa,” tambahnya.

Untuk asupan setelah berpuasa, Zainal mengatakan, secukupnya saja. Pasalnya puasa bertujuan untuk menahan hawa nafsu. Jika mengikuti cara nabi, boleh mengawali berbuka dengan kurma atau air putih.

”Sebaiknya memang berbuka secukupnya, lalu salat Magrib. Agar perut tidak kaget juga,” tambahnya.

Pria yang juga Member Imam Besar Join Committee Masjid Raya Sheikh Zayed ini menambahkan, jika saat berbuka langsung konsumsi makan berat, cenderung butuh waktu untuk leha-leha. Dikhawatirkan umat muslim akan lebih lama menunda salat Magrib hingga terlalu mepet dengan salat Isya. Karena waktu Magrib itu cepat.

”Jadi bisa berbuka secukupnya, lalu salat Maghrib, kemudian bisa makan lagi,” katanya.

Setelah berbuka, tak lupa juga menutupnya dengan doa. Selain secara individu, Zainal juga menjelaskan adab berbuka puasa secara sosial. Di mana umat muslim dianjurkan ikut menyediakan makanan atau minumam untuk berbuka.

”Tentu semampu kita. Tidak harus dalam jumlah banyak juga,” imbuhnya.

Selain itu, ada adab juga bagi yang menerima makanan atau minuman untuk berbuka. ”Yakni menerima dengan baik. Kemudian mendoakan agar yang memberi bisa mendapatkan keberkahan, dibalas Allah berlipat ganda dan dibalas lebih baik,” terangnya. (nis/adi/ria)

RADARSOLO.ID – Suara azan Magrib sangat dinanti umat muslim saat bulan Ramadan. Dengan berkumandangnya azan, mereka diperbolehkan melepas rasa dahaga dan lapar. Pastinya dengan adab yang baik dan benar.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Mokhamad Zainal Anwar menyampaikan, umat muslim sebaiknya menyegerakan berbuka puasa di awal Magrib. Secara individu, sikap tersebut mencerminkan akhlak yang baik dan hukumnya sunnah.

”Sebaliknya, menunda-nunda berbuka tidak baik. Karena tidak sejalan dengan sunnah Nabi dan menganggu kesehatan,” jelas pria yang akrab disapa Zainal ini kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sebelum berbuka, lanjutnya, umat muslim tidak boleh melewatkan doa. ”Pasti. Jangan lupa bahwa ketika masuk waktu berbuka merupakan waktu yang baik untuk berdoa,” tambahnya.

Untuk asupan setelah berpuasa, Zainal mengatakan, secukupnya saja. Pasalnya puasa bertujuan untuk menahan hawa nafsu. Jika mengikuti cara nabi, boleh mengawali berbuka dengan kurma atau air putih.

”Sebaiknya memang berbuka secukupnya, lalu salat Magrib. Agar perut tidak kaget juga,” tambahnya.

Pria yang juga Member Imam Besar Join Committee Masjid Raya Sheikh Zayed ini menambahkan, jika saat berbuka langsung konsumsi makan berat, cenderung butuh waktu untuk leha-leha. Dikhawatirkan umat muslim akan lebih lama menunda salat Magrib hingga terlalu mepet dengan salat Isya. Karena waktu Magrib itu cepat.

”Jadi bisa berbuka secukupnya, lalu salat Maghrib, kemudian bisa makan lagi,” katanya.

Setelah berbuka, tak lupa juga menutupnya dengan doa. Selain secara individu, Zainal juga menjelaskan adab berbuka puasa secara sosial. Di mana umat muslim dianjurkan ikut menyediakan makanan atau minumam untuk berbuka.

”Tentu semampu kita. Tidak harus dalam jumlah banyak juga,” imbuhnya.

Selain itu, ada adab juga bagi yang menerima makanan atau minuman untuk berbuka. ”Yakni menerima dengan baik. Kemudian mendoakan agar yang memberi bisa mendapatkan keberkahan, dibalas Allah berlipat ganda dan dibalas lebih baik,” terangnya. (nis/adi/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img