24.2 C
Surakarta
Monday, 5 June 2023

Film “Teman Tidur” Bawa Pesan untuk Hentikan Fenomena Perisakan

JAKARTA – Film “Teman Tidur” karya sutradara Ray Nayoan yang tayang pada 30 Maret mendatang membawa pesan untuk menghentikan fenomena bullying atau perisakan yang terjadi di masyarakat terutama di lingkungan sekolah.

“Teman Tidur” bercerita tentang sekelompok remaja yang dihantui oleh arwah seorang gadis bernama Kelly (diperankan oleh Mutiara Sofya) yang diduga bunuh diri di asrama sekolahnya. Sebulan setelah kematiannya, Kelly ingin membalaskan dendamnya kepada pelaku yang telah merundung dan melakukan kekerasan kepadanya.

“Di film ini, kenapa ada wujud Kelly, karena ya itulah yang ‘menghantui’ kita selalu sebenarnya. Dan sama seperti film ini, kalau kita tidak speak up untuk menghentikan ini (perisakan dan kekerasan), itu akan terus berjalan. We have to speak up,” kata Ray saat konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut Ray, perisakan harus dilawan dan dihentikan. Ketika masyarakat mulai mendiamkan pelaku perisakan dan membiarkan perisakan terjadi, Ray menyebut hal itu merupakan “horor” yang sesungguhnya.

“Itu bahaya. Horor sebenarnya adalah ketika kita terutama mengamini kekerasan. Itu horor yang sangat horor, sih, menurut saya,” ujar Ray.

Senada dengan Ray, produser Dino Izaak menegaskan bahwa “Teman Tidur” bukan sekadar film horor thriller biasa yang melulu diidentikkan dengan jump scare. Yang membuat menarik, kata dia, film tersebut juga menampilkan gambar bernuansa gloomy alias muram serta musik orkestra saat puncak adegan.

Menurut Dino, film “Teman Tidur” diproduksi pada 2018 dan mulanya dijadwalkan tayang pada 2020. Namun, pandemi COVID-19 yang terjadi pada 2020 mendorong dampak pada film tersebut sehingga rilisnya mundur menjadi tahun ini.

Mengingat “Teman Tidur” tayang perdana pada saat bulan Ramadhan, Dino percaya film tersebut bisa memecah paradigma bahwa bioskop cenderung sepi saat Ramadhan. Dia juga percaya film lokal dapat menjadi tuan rumah di dalam negeri.

“Kita harus percaya membawa teman-teman semua nonton di Ramadhan untuk meramaikan film Indonesia, itu yang saya percaya. Jadi, kita yakin bahwa kita harus menjadi tuan rumah di tempat kita sendiri,” kata Dino.

Sementara bagi Ray, jadwal penayangan perdana “Teman Tidur” yang bertepatan dengan Hari Film Nasional memiliki makna tersendiri baginya sebagai pegiat film. Hal itu, menurut dia, juga merupakan kesempatan yang langka bisa berbarengan dengan peringatan Hari Film Nasional.

“Ketika dapat (jadwal penayangan) di Hari Film Nasional ada rasa yang beda. Apalagi film ini buat saya bloodsweet and swaetand tears. Benar-benar kita perjalanannya panjang, setelah kehilangan teman baik, dapat teman baik, dan akhirnya mudah-mudahan menghasilkan hasil yang baik,” kata Ray.

Film yang diproduksi oleh Robagu Pictures ini menampilkan aktor-aktor seperti Gunawan, Kalina Oktarani, Baskara Mahendra, Gesya Shandy, Rafael Tan, Daendra Puteri, Mutiara Sofya, Abigail, Devi Demplon, dan seterusnya. “Teman Tidur” dapat disaksikan di bioskop-bioskop di Indonesia mulai 30 Maret 2023.

JAKARTA – Film “Teman Tidur” karya sutradara Ray Nayoan yang tayang pada 30 Maret mendatang membawa pesan untuk menghentikan fenomena bullying atau perisakan yang terjadi di masyarakat terutama di lingkungan sekolah.

“Teman Tidur” bercerita tentang sekelompok remaja yang dihantui oleh arwah seorang gadis bernama Kelly (diperankan oleh Mutiara Sofya) yang diduga bunuh diri di asrama sekolahnya. Sebulan setelah kematiannya, Kelly ingin membalaskan dendamnya kepada pelaku yang telah merundung dan melakukan kekerasan kepadanya.

“Di film ini, kenapa ada wujud Kelly, karena ya itulah yang ‘menghantui’ kita selalu sebenarnya. Dan sama seperti film ini, kalau kita tidak speak up untuk menghentikan ini (perisakan dan kekerasan), itu akan terus berjalan. We have to speak up,” kata Ray saat konferensi pers di Jakarta, Senin.

Menurut Ray, perisakan harus dilawan dan dihentikan. Ketika masyarakat mulai mendiamkan pelaku perisakan dan membiarkan perisakan terjadi, Ray menyebut hal itu merupakan “horor” yang sesungguhnya.

“Itu bahaya. Horor sebenarnya adalah ketika kita terutama mengamini kekerasan. Itu horor yang sangat horor, sih, menurut saya,” ujar Ray.

Senada dengan Ray, produser Dino Izaak menegaskan bahwa “Teman Tidur” bukan sekadar film horor thriller biasa yang melulu diidentikkan dengan jump scare. Yang membuat menarik, kata dia, film tersebut juga menampilkan gambar bernuansa gloomy alias muram serta musik orkestra saat puncak adegan.

Menurut Dino, film “Teman Tidur” diproduksi pada 2018 dan mulanya dijadwalkan tayang pada 2020. Namun, pandemi COVID-19 yang terjadi pada 2020 mendorong dampak pada film tersebut sehingga rilisnya mundur menjadi tahun ini.

Mengingat “Teman Tidur” tayang perdana pada saat bulan Ramadhan, Dino percaya film tersebut bisa memecah paradigma bahwa bioskop cenderung sepi saat Ramadhan. Dia juga percaya film lokal dapat menjadi tuan rumah di dalam negeri.

“Kita harus percaya membawa teman-teman semua nonton di Ramadhan untuk meramaikan film Indonesia, itu yang saya percaya. Jadi, kita yakin bahwa kita harus menjadi tuan rumah di tempat kita sendiri,” kata Dino.

Sementara bagi Ray, jadwal penayangan perdana “Teman Tidur” yang bertepatan dengan Hari Film Nasional memiliki makna tersendiri baginya sebagai pegiat film. Hal itu, menurut dia, juga merupakan kesempatan yang langka bisa berbarengan dengan peringatan Hari Film Nasional.

“Ketika dapat (jadwal penayangan) di Hari Film Nasional ada rasa yang beda. Apalagi film ini buat saya bloodsweet and swaetand tears. Benar-benar kita perjalanannya panjang, setelah kehilangan teman baik, dapat teman baik, dan akhirnya mudah-mudahan menghasilkan hasil yang baik,” kata Ray.

Film yang diproduksi oleh Robagu Pictures ini menampilkan aktor-aktor seperti Gunawan, Kalina Oktarani, Baskara Mahendra, Gesya Shandy, Rafael Tan, Daendra Puteri, Mutiara Sofya, Abigail, Devi Demplon, dan seterusnya. “Teman Tidur” dapat disaksikan di bioskop-bioskop di Indonesia mulai 30 Maret 2023.

Populer

Berita Terbaru

spot_img