25 C
Surakarta
Sunday, 4 December 2022

Stres Hadapi Anak Ogah Makan Sayur? Simak Tips Berikut Ini

RADARSOLO.ID – Setiap orang tua pasti ingin memberikan makanan bernutrisi dengan gizi seimbang bagi pertumbuhan anak yang optimal. Namun, dalam praktiknya tak sedikit anak yang pilih-pilih makanan, salah satunya ogah makan sayur.

Lantas bagaimana cara menghadapi dan mengatasi anak yang tidak suka sayur?

Peneliti Ekonomi Kesehatan Mutia A. Sayekti, SGz, MHEcon mengatakan, orang tua harus tahu dulu penyebab anak tak mau makan sayur. “Kita hilangkan atau kurangi penyebabnya,” kata Mutia dalam webinar, Senin (31/10).

Bisa jadi ada anak yang langsung menolak begitu melihat ada sayuran hijau di piringnya karena trauma merasakan pahitnya sayur mayur. “Rata-rata kalau pernah lihat hijau-hijau malas karena terbayang pahit. Atau pernah trauma makan sayur pertama kali enggak enak jadi menolak,” terang dia.

Jika hal itu yang terjadi, kata Mutia, orang tua bisa mengakali dengan mengolah agar tampilan sayur tertutup dengan bahan lain. Sehingga anak tidak tahu jika menu yang disajikan kepadanya adalah sayur.

Misalnya, mengukus sayur dan memotongnya kecil-kecil, kemudian mencampurkannya ke dalam bahan lain seperti telur agar rasa sayurnya tidak terlalu mencolok. Namun, dia mengingatkan agar orang tua tetap memperhatikan masalah nutrisi dengan cara memilih cara memasak yang tidak terlalu banyak menghilangkan gizi.

Bila telur dimasak dengan suhu tinggi, maka campurkanlah potongan-potongan sayur ketika telur sudah setengah matang agar kandungan nutrisinya tidak banyak menguap.

Orang tua diminta menerapkan pedoman prinsip “Isi Piringku” yang mengandung gizi seimbang. Pedoman Isi Piringku mengacu pada konsumsi pembagian piring makan menjadi 2/3 makanan pokok, 1/3 lauk pauk, 2/3 sayur dan 1/3 buah. (antara/ria)

RADARSOLO.ID – Setiap orang tua pasti ingin memberikan makanan bernutrisi dengan gizi seimbang bagi pertumbuhan anak yang optimal. Namun, dalam praktiknya tak sedikit anak yang pilih-pilih makanan, salah satunya ogah makan sayur.

Lantas bagaimana cara menghadapi dan mengatasi anak yang tidak suka sayur?

Peneliti Ekonomi Kesehatan Mutia A. Sayekti, SGz, MHEcon mengatakan, orang tua harus tahu dulu penyebab anak tak mau makan sayur. “Kita hilangkan atau kurangi penyebabnya,” kata Mutia dalam webinar, Senin (31/10).

Bisa jadi ada anak yang langsung menolak begitu melihat ada sayuran hijau di piringnya karena trauma merasakan pahitnya sayur mayur. “Rata-rata kalau pernah lihat hijau-hijau malas karena terbayang pahit. Atau pernah trauma makan sayur pertama kali enggak enak jadi menolak,” terang dia.

Jika hal itu yang terjadi, kata Mutia, orang tua bisa mengakali dengan mengolah agar tampilan sayur tertutup dengan bahan lain. Sehingga anak tidak tahu jika menu yang disajikan kepadanya adalah sayur.

Misalnya, mengukus sayur dan memotongnya kecil-kecil, kemudian mencampurkannya ke dalam bahan lain seperti telur agar rasa sayurnya tidak terlalu mencolok. Namun, dia mengingatkan agar orang tua tetap memperhatikan masalah nutrisi dengan cara memilih cara memasak yang tidak terlalu banyak menghilangkan gizi.

Bila telur dimasak dengan suhu tinggi, maka campurkanlah potongan-potongan sayur ketika telur sudah setengah matang agar kandungan nutrisinya tidak banyak menguap.

Orang tua diminta menerapkan pedoman prinsip “Isi Piringku” yang mengandung gizi seimbang. Pedoman Isi Piringku mengacu pada konsumsi pembagian piring makan menjadi 2/3 makanan pokok, 1/3 lauk pauk, 2/3 sayur dan 1/3 buah. (antara/ria)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/