alexametrics
31.1 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Motivasi Terlecut karena Keluarga dan Suporter di Tribun

Fredy Setiawan, Penyumbang Medali Emas Perdana Indonesia di APG XI 2022

RADARSOLO.ID – Medali emas perdana Indonesia di ajang ASEAN Para Games (APG) XI 2022, diraih dari cabang olahraga (cabor) para bulu tangkis. Setelah kemarin sore (31/7), mengandaskan Thailand dengan skor 3-0 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS. Dari lima atlet andalan Indonesia peraih emas tersebut, terselip wakil Kota Solo Fredy Setiawan.

NIKKO AUGLANDY, Sukoharjo, Radar Solo

Capaian manis Indonesia di hari pertama APG XI, kemarin, tak lepas dari peran tunggal SL4 (kelas kecacatan) asal Kota Bengawan Fredy Setiawan. Tampil meladeni  Kitichokwattana Chawarat, Fredy menang dua set langsung (21-19 dan 21-12). Sekaligus membuka jalan bagi kemenangan pasangan ganda putra SU5-SU4 Hafizh Briliansyah Prawiranegara/Hary Susanto, serta tunggal putra Dheva Anrimusthi. Mereka juga berhasil mengatasi para wakil Negeri Gajah Putih.

Sebelumnya, di pertandingan melawan tim Vietnam, Indonesia juga menang telak dengan skor 3-0. Tampil di pertandingan pertama meladeni Ta Truc, Fredy menang dua stright set (21-10 dan 21-11). Disusul kemenangan pasangan Hafizh/Ukun atas Bul Minh Hai/Nguyen Van Thuong (21-5 dan 21-13). Di game ketiga, tunggal SU5 Indonesia Suryo Nugroho menuntaskan perlawanan wakil Vietnam Van Anh Tuan, juga stright set (21-10 dan 21-11).

“Puji Tuhan. Senang sekali bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia. Ini jadi motivasi buat saya, agar bisa lebih percaya diri lagi mainnya,” kata Fredy usai pertandingan.

Bermain di kota kelahiran, melecut rasa percaya diri Fredu. Apalagi setelah tahu, anggota keluarganya menonton langsung di atas tribun Edutorium UMS. Bersama ratusan suporter Indonesia yang tak pernah lelah berteriak, mengobar semangat para duta bangsa.

“Bangga karena ada keluarga yang nonton. Teman-teman dan suporter juga banyak yang hadir mendukung perjuangan kami. Semoga target medali bisa kami gapai lebih banyak lagi di pertandingan selanjutnya,” harap Fredy.

Mengandaskan perlawanan Vietnam dan Thailand tanpa kehilangan satu set pun, sejatinya langkah Indonesia tak semudah membalik telapak tangan. Mengingat masa adaptasi dengan venue pertandingan cukup singkat. Terutama mengatasi hembusan angin di Edutorium.

“Tadi (kemarin) anginnya terlalu kencang. Jadi saya harus cepat beradaptasi. Saya putuskan untuk main bola pendek. Karena main bola panjang susah sekali,” imbuh jebolan PB Purnama Solo ini.

Menilik sepak terjang Fredy, tak mengherankan jika atlet kelahiran Solo, 29 November 1991 tersebut mematok target cukup tinggi. Yakni menyapu bersih nomor tunggal, ganda putra, beregu, termasuk ganda campuran.

Di nomor tunggal putra SL4, Fredy Setiawan menduduki ranking kedelapan dunia. Tertinggi di antara kompatriotnya sesama atlet Indonesia. Bahkan bersama pasangannya Dwiyoko, Fredy menduduki peringkat keempat dunia, nomor ganda putra SL3-SL4. Sedangkan di nomor ganda campuran, bersama pasangannya Khalimatus Sadiyah, Fredy menduduki rangking ke-13.

Rentetan prestasi tersebut, tak lepas dari capaian membanggakan di ajang Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, yang digelar tahun lalu. Dia berhasil mempersembahkan perunggu bagi Indonesia.

Sebelumnya di ajang Asian Para Games Incheon 2014 dan Jakarta-Palembang 2018, Fredy merebut empat emas dan dua perak.

Soal persaingan di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di ajang APG, Fredy tercatat pernah meraih total tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Dari jumlah tersebut, dua emas diraihnya pada APG 2015 di Singapura.

“Bangga sekali bisa berjuang untuk Indonesia di ASEAN Para Games. Kami akan memberikan yang terbaik di lapangan,” koar atlet dengan tinggi 165 sentimeter (cm) tersebut. (*/fer)

RADARSOLO.ID – Medali emas perdana Indonesia di ajang ASEAN Para Games (APG) XI 2022, diraih dari cabang olahraga (cabor) para bulu tangkis. Setelah kemarin sore (31/7), mengandaskan Thailand dengan skor 3-0 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS. Dari lima atlet andalan Indonesia peraih emas tersebut, terselip wakil Kota Solo Fredy Setiawan.

NIKKO AUGLANDY, Sukoharjo, Radar Solo

Capaian manis Indonesia di hari pertama APG XI, kemarin, tak lepas dari peran tunggal SL4 (kelas kecacatan) asal Kota Bengawan Fredy Setiawan. Tampil meladeni  Kitichokwattana Chawarat, Fredy menang dua set langsung (21-19 dan 21-12). Sekaligus membuka jalan bagi kemenangan pasangan ganda putra SU5-SU4 Hafizh Briliansyah Prawiranegara/Hary Susanto, serta tunggal putra Dheva Anrimusthi. Mereka juga berhasil mengatasi para wakil Negeri Gajah Putih.

Sebelumnya, di pertandingan melawan tim Vietnam, Indonesia juga menang telak dengan skor 3-0. Tampil di pertandingan pertama meladeni Ta Truc, Fredy menang dua stright set (21-10 dan 21-11). Disusul kemenangan pasangan Hafizh/Ukun atas Bul Minh Hai/Nguyen Van Thuong (21-5 dan 21-13). Di game ketiga, tunggal SU5 Indonesia Suryo Nugroho menuntaskan perlawanan wakil Vietnam Van Anh Tuan, juga stright set (21-10 dan 21-11).

“Puji Tuhan. Senang sekali bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia. Ini jadi motivasi buat saya, agar bisa lebih percaya diri lagi mainnya,” kata Fredy usai pertandingan.

Bermain di kota kelahiran, melecut rasa percaya diri Fredu. Apalagi setelah tahu, anggota keluarganya menonton langsung di atas tribun Edutorium UMS. Bersama ratusan suporter Indonesia yang tak pernah lelah berteriak, mengobar semangat para duta bangsa.

“Bangga karena ada keluarga yang nonton. Teman-teman dan suporter juga banyak yang hadir mendukung perjuangan kami. Semoga target medali bisa kami gapai lebih banyak lagi di pertandingan selanjutnya,” harap Fredy.

Mengandaskan perlawanan Vietnam dan Thailand tanpa kehilangan satu set pun, sejatinya langkah Indonesia tak semudah membalik telapak tangan. Mengingat masa adaptasi dengan venue pertandingan cukup singkat. Terutama mengatasi hembusan angin di Edutorium.

“Tadi (kemarin) anginnya terlalu kencang. Jadi saya harus cepat beradaptasi. Saya putuskan untuk main bola pendek. Karena main bola panjang susah sekali,” imbuh jebolan PB Purnama Solo ini.

Menilik sepak terjang Fredy, tak mengherankan jika atlet kelahiran Solo, 29 November 1991 tersebut mematok target cukup tinggi. Yakni menyapu bersih nomor tunggal, ganda putra, beregu, termasuk ganda campuran.

Di nomor tunggal putra SL4, Fredy Setiawan menduduki ranking kedelapan dunia. Tertinggi di antara kompatriotnya sesama atlet Indonesia. Bahkan bersama pasangannya Dwiyoko, Fredy menduduki peringkat keempat dunia, nomor ganda putra SL3-SL4. Sedangkan di nomor ganda campuran, bersama pasangannya Khalimatus Sadiyah, Fredy menduduki rangking ke-13.

Rentetan prestasi tersebut, tak lepas dari capaian membanggakan di ajang Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, yang digelar tahun lalu. Dia berhasil mempersembahkan perunggu bagi Indonesia.

Sebelumnya di ajang Asian Para Games Incheon 2014 dan Jakarta-Palembang 2018, Fredy merebut empat emas dan dua perak.

Soal persaingan di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di ajang APG, Fredy tercatat pernah meraih total tiga emas, tiga perak, dan dua perunggu. Dari jumlah tersebut, dua emas diraihnya pada APG 2015 di Singapura.

“Bangga sekali bisa berjuang untuk Indonesia di ASEAN Para Games. Kami akan memberikan yang terbaik di lapangan,” koar atlet dengan tinggi 165 sentimeter (cm) tersebut. (*/fer)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/