alexametrics
33.5 C
Surakarta
Friday, 12 August 2022

Mudahnya Perawatan Silver Dust, Putri Salju pada Tanaman Hias

Daunnya seolah terselimuti salju. Saat kali pertama memandang, kita seakan berada di Eropa saat musim dingin. Perawatannya pun mudah asalkan ia berada di tempat yang teduh.

MEMANDANG silver dust tidak pernah bikin bosan. Kesan elegan terlihat pada tanaman yang memiliki daun berwarna perak tersebut. Seakan tanaman itu terlapisi salju yang menggambarkan suasana musim dingin.

Daunnya memiliki tepian yang bergelombang dan menyirip. Tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi 30 sentimeter. Saat mekar, beberapa tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning. Namun, bunganya lebih sering dibuang karena bisa mengurangi jumlah dedaunan yang dimilikinya.

Keunikan tanaman dengan nama Latin Senecio cineraria ini bukan hanya itu. Daunnya seketika berubah warna menjadi hijau saat disiram air dan akan kembali setelah dua jam. Penyebabnya, permukaan daun tertutupi oleh bulu-bulu halus keperakan.

”Orang suka karena daunnya kayak beku,” ujar penghobi tanaman asal Surabaya, Alfan Alif.

Media tanam porous cocok untuk Senecio cineraria karena tidak menyimpan air terlalu lama. Dengan begitu, akar tanaman bisa ”bernapas.” Alfan menyarankan penggunaan media tanam campuran seperti cocopeat, sekam bakar, dan perlit. ”Rasionya seimbang menyesuaikan ukuran pot,” terangnya.

Tanaman yang masuk famili asteraseae itu cukup disiram satu kali sehari. Penyiraman harus dilakukan secara rutin supaya silver dust bisa berkembang dengan baik. Takaran air harus diperhatikan dan jangan sampai berlebih. ”Khawatir busuk kalau terlalu banyak,” kata pria kelahiran 1989 tersebut.

PERAWATAN MUDAH: Alfan Alif menunjukkan silver dust, koleksinya. Tanaman ini menggambarkan suasana musim salju karena daunnya berwarna silver. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Agar perkembangan optimal, peletakan tanaman juga perlu diperhatikan. Silver dust menyukai tempat yang teduh dan sejuk. Sebab, tanaman itu rentan rontok jika terlalu lama terkena terik matahari. ”Bisa sampai kering, lalu akhirnya mati,” ungkap pria keturunan Toraja tersebut.

Jangan lupakan pupuk. Pemberian nutrisi tambahan juga diperlukan agar tanaman dapat berkembang dengan baik. Alfan menyarankan penggunaan pupuk daun agar tunas cepat muncul. Atau, gunakan pupuk kompos, pupuk kandang, hingga pupuk organik. ”Cuma dua pekan sekali sudah cukup kok,” tuturnya.

Silver dust bisa diperbanyak dengan mudah lewat teknik stek batang. Caranya, potong satu batang silver dust s ecara miring dan beberapa daun paling bawah. Lalu, cukup tanamkan di pot kecil dan diberi penumbuh akar.

”Jangan lupa media tanam disiram air secukupnya,” tegas lulusan Program Studi Pariwisata Perhotelan Unair tersebut.

Berdasar pengalamannya di dunia tanaman selama 10 tahun, silver dust tidak rentan terhadap penyakit tertentu. Namun, satu batang atau daun yang kering harus segera dipotong agar tidak merambat ke batang yang lain dan membuat tanaman layu. ”Dicabut biasa aja, gak ada prosedur khusus,” kata pedagang bunga di Pasar Bunga Bratang, Surabaya, tersebut.

Silver dust berasal dari kawasan Mediterania Barat dan Tengah. Yakni, sepanjang barat laut Afrika, Eropa Selatan, hingga ujung barat Asia. Ia lebih sering ditemukan di daerah tebing dan pantai berbatu. Tanaman dengan subkingdom tracheobionta ini lebih sering diletakkan di dalam ruangan karena dimanfaatkan banyak orang sebagai tanaman hias. Selain itu, keberadaan silver dust bisa membantu memperbaiki kadar oksigen. ”Ditaruh di meja ruang tamu pun sudah cocok,” ujarnya.

Menurut Alfan, mengombinasikan silver dust dengan tanaman hias lainnya sangat mudah. Sebab, ia memiliki warna yang netral dan dapat membaur dengan warna apa pun. Terutama pada tanaman dengan warna bunga pink, ungu, hingga magenta. ”Nanti jadi kontras. Bagus kalau dilihat,” ungkapnya.

Tanaman ini memiliki penamaan yang berbeda di berbagai belahan bumi. Sebut saja silver dust, silver ragwort, jacobaea maritima, hingga Senecio cineraria. Namun, orang Indonesia lebih mengenalnya dengan nama tanaman putri salju.

SILVER DUST (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

MENGENAL SILVER DUST

  • Daunnya berwarna perak seolah tertutupi salju.
  • Tidak terlalu menyukai intensitas cahaya matahari yang terik. Lebih suka tempat yang teduh.
  • Perawatan tergolong mudah. Cukup disiram sehari sekali dan pemupukan dua pekan sekali.
  • Lebih sering dipajang sebagai penghias dalam ruangan.
SILVER DUST (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

 

 

 

 

Daunnya seolah terselimuti salju. Saat kali pertama memandang, kita seakan berada di Eropa saat musim dingin. Perawatannya pun mudah asalkan ia berada di tempat yang teduh.

MEMANDANG silver dust tidak pernah bikin bosan. Kesan elegan terlihat pada tanaman yang memiliki daun berwarna perak tersebut. Seakan tanaman itu terlapisi salju yang menggambarkan suasana musim dingin.

Daunnya memiliki tepian yang bergelombang dan menyirip. Tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi 30 sentimeter. Saat mekar, beberapa tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning. Namun, bunganya lebih sering dibuang karena bisa mengurangi jumlah dedaunan yang dimilikinya.

Keunikan tanaman dengan nama Latin Senecio cineraria ini bukan hanya itu. Daunnya seketika berubah warna menjadi hijau saat disiram air dan akan kembali setelah dua jam. Penyebabnya, permukaan daun tertutupi oleh bulu-bulu halus keperakan.

”Orang suka karena daunnya kayak beku,” ujar penghobi tanaman asal Surabaya, Alfan Alif.

Media tanam porous cocok untuk Senecio cineraria karena tidak menyimpan air terlalu lama. Dengan begitu, akar tanaman bisa ”bernapas.” Alfan menyarankan penggunaan media tanam campuran seperti cocopeat, sekam bakar, dan perlit. ”Rasionya seimbang menyesuaikan ukuran pot,” terangnya.

Tanaman yang masuk famili asteraseae itu cukup disiram satu kali sehari. Penyiraman harus dilakukan secara rutin supaya silver dust bisa berkembang dengan baik. Takaran air harus diperhatikan dan jangan sampai berlebih. ”Khawatir busuk kalau terlalu banyak,” kata pria kelahiran 1989 tersebut.

PERAWATAN MUDAH: Alfan Alif menunjukkan silver dust, koleksinya. Tanaman ini menggambarkan suasana musim salju karena daunnya berwarna silver. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Agar perkembangan optimal, peletakan tanaman juga perlu diperhatikan. Silver dust menyukai tempat yang teduh dan sejuk. Sebab, tanaman itu rentan rontok jika terlalu lama terkena terik matahari. ”Bisa sampai kering, lalu akhirnya mati,” ungkap pria keturunan Toraja tersebut.

Jangan lupakan pupuk. Pemberian nutrisi tambahan juga diperlukan agar tanaman dapat berkembang dengan baik. Alfan menyarankan penggunaan pupuk daun agar tunas cepat muncul. Atau, gunakan pupuk kompos, pupuk kandang, hingga pupuk organik. ”Cuma dua pekan sekali sudah cukup kok,” tuturnya.

Silver dust bisa diperbanyak dengan mudah lewat teknik stek batang. Caranya, potong satu batang silver dust s ecara miring dan beberapa daun paling bawah. Lalu, cukup tanamkan di pot kecil dan diberi penumbuh akar.

”Jangan lupa media tanam disiram air secukupnya,” tegas lulusan Program Studi Pariwisata Perhotelan Unair tersebut.

Berdasar pengalamannya di dunia tanaman selama 10 tahun, silver dust tidak rentan terhadap penyakit tertentu. Namun, satu batang atau daun yang kering harus segera dipotong agar tidak merambat ke batang yang lain dan membuat tanaman layu. ”Dicabut biasa aja, gak ada prosedur khusus,” kata pedagang bunga di Pasar Bunga Bratang, Surabaya, tersebut.

Silver dust berasal dari kawasan Mediterania Barat dan Tengah. Yakni, sepanjang barat laut Afrika, Eropa Selatan, hingga ujung barat Asia. Ia lebih sering ditemukan di daerah tebing dan pantai berbatu. Tanaman dengan subkingdom tracheobionta ini lebih sering diletakkan di dalam ruangan karena dimanfaatkan banyak orang sebagai tanaman hias. Selain itu, keberadaan silver dust bisa membantu memperbaiki kadar oksigen. ”Ditaruh di meja ruang tamu pun sudah cocok,” ujarnya.

Menurut Alfan, mengombinasikan silver dust dengan tanaman hias lainnya sangat mudah. Sebab, ia memiliki warna yang netral dan dapat membaur dengan warna apa pun. Terutama pada tanaman dengan warna bunga pink, ungu, hingga magenta. ”Nanti jadi kontras. Bagus kalau dilihat,” ungkapnya.

Tanaman ini memiliki penamaan yang berbeda di berbagai belahan bumi. Sebut saja silver dust, silver ragwort, jacobaea maritima, hingga Senecio cineraria. Namun, orang Indonesia lebih mengenalnya dengan nama tanaman putri salju.

SILVER DUST (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

MENGENAL SILVER DUST

  • Daunnya berwarna perak seolah tertutupi salju.
  • Tidak terlalu menyukai intensitas cahaya matahari yang terik. Lebih suka tempat yang teduh.
  • Perawatan tergolong mudah. Cukup disiram sehari sekali dan pemupukan dua pekan sekali.
  • Lebih sering dipajang sebagai penghias dalam ruangan.
SILVER DUST (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

 

 

 

 

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/