alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Beri Bekal Santan dan Tinggalkan Panen agar Tertular Berhaji

Di Balik Semangat Warga Pesisir Antarkan Calon Jamaah Haji

RADARSOLO.ID – Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali siang kemarin (3/6) tidak hanya menerima kedatangan perdana calon jamaah haji (CJH) asal Jepara dan Pati. Tapi juga dipenuhi para kerabat CJH. Bukan sekadar mengantar. Terselip doa dan harapan di balik bekal yang dibawakan.

RAGIL LISTIYO, Boyolali, Radar Solo

Dari luar halaman AHD Boyolali, di bawah terik mentari, para kerabat dengan sabar menunggu CJH masuk embarkasi. Belum puas, mereka kembali berebut bersalaman dari sela-sela pagar.

Terlihat beberapa pengantar memberikan minuman dan makanan ringan. Yang cukup unik, ada satu tas kresek berisi santan kemasan dan satu gulung kain kasa. Bekal tersebut diterima dengan sukacita oleh CJH.

“Ini rombongan satu desa ikut mengantar semua. Ada 200 orang lebih ikut semua. Biar dapat berkah ketularan naik haji,” ungkap Madekur, kepala Desa Rotan, Kecamatan Sukolelo, Pati yang berjubel dengan pengantar lainnya.

Saking semangatnya, warga Desa Rotan swadaya menyewa bus. Terkumpul tujuh unit bus. Para pengiring ini bersedia tidak tidur. Mereka sibuk mempersiapkan banyak kegiatan. Antara lain pengajian yang digelar hingga pukul 01.00, berlanjut mengantarkan CJH ke AHD Boyolali, Jumat (3/6) subuh.

“Sampai sini rela panas-panasan biar kecipratan berkahnya. Di desa kami, ini sudah seperti tradisi wajib. Jadi semua pada ikut (mengantar CJH ke AHD Boyolali). Nanti waktu pulang (dari Tanah Suci), kami sambut lagi dengan pengajian,” kata Madekur.

Bambang Susanto, warga Desa Sukolelo, Pati, tidak kalah semangat. Bersama tetangganya, mereka urunan menyewa satu unit bus besar dan dua unit minibus. Sekitar 100 orang mengantar tujuh CJH asal dusunnya.

“Kami percaya, ketika mengantar orang ibadah, juga dapat pahala ibadah. Tadi juga titip doa agar yang di rumah selamat. Kami doakan yang berangkat haji selamat, sehat sampai pulang,” ungkapnya.

Rombongan Bambang tiba di AHD Boyolali sekitar pukul 10.20 dan langsung memenuhi sisi utara gerbang luar. Meskipun hanya bersalaman di sela pagar, dia mengaku puas. “Ini memang tradisi. Harapannya bisa menyusul naik haji,” ucapnya.

Triguno, salah seorang CJH asal Puncakwangi, Pati mengaku senang banyak kerabat dan warga desa mengantarkannya ke AHD Boyolali.

“Padahal saat ini baru musim panen. Tapi mereka rela meninggalkan pekerjaannya. Ingin mengantar dan melihat saudaranya berangkat haji. Saya terharu,” tuturnya.

Cukup lama Triguno menunggu untuk bisa ke Tanah Suci. Sejak 2011. Seharusnya dia berangkat 2020 lalu, tapi tertunda akibat pandemi.

Alhamdulillah tahun ini bisa berhaji. Nggak menyangka. Nanti di Tanah Suci, saya juga kirimkan doa buat tetangga dan kerabat yang mengantar. Biar ketularan naik Haji,” pungkasnya. (*/wa)

RADARSOLO.ID – Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali siang kemarin (3/6) tidak hanya menerima kedatangan perdana calon jamaah haji (CJH) asal Jepara dan Pati. Tapi juga dipenuhi para kerabat CJH. Bukan sekadar mengantar. Terselip doa dan harapan di balik bekal yang dibawakan.

RAGIL LISTIYO, Boyolali, Radar Solo

Dari luar halaman AHD Boyolali, di bawah terik mentari, para kerabat dengan sabar menunggu CJH masuk embarkasi. Belum puas, mereka kembali berebut bersalaman dari sela-sela pagar.

Terlihat beberapa pengantar memberikan minuman dan makanan ringan. Yang cukup unik, ada satu tas kresek berisi santan kemasan dan satu gulung kain kasa. Bekal tersebut diterima dengan sukacita oleh CJH.

“Ini rombongan satu desa ikut mengantar semua. Ada 200 orang lebih ikut semua. Biar dapat berkah ketularan naik haji,” ungkap Madekur, kepala Desa Rotan, Kecamatan Sukolelo, Pati yang berjubel dengan pengantar lainnya.

Saking semangatnya, warga Desa Rotan swadaya menyewa bus. Terkumpul tujuh unit bus. Para pengiring ini bersedia tidak tidur. Mereka sibuk mempersiapkan banyak kegiatan. Antara lain pengajian yang digelar hingga pukul 01.00, berlanjut mengantarkan CJH ke AHD Boyolali, Jumat (3/6) subuh.

“Sampai sini rela panas-panasan biar kecipratan berkahnya. Di desa kami, ini sudah seperti tradisi wajib. Jadi semua pada ikut (mengantar CJH ke AHD Boyolali). Nanti waktu pulang (dari Tanah Suci), kami sambut lagi dengan pengajian,” kata Madekur.

Bambang Susanto, warga Desa Sukolelo, Pati, tidak kalah semangat. Bersama tetangganya, mereka urunan menyewa satu unit bus besar dan dua unit minibus. Sekitar 100 orang mengantar tujuh CJH asal dusunnya.

“Kami percaya, ketika mengantar orang ibadah, juga dapat pahala ibadah. Tadi juga titip doa agar yang di rumah selamat. Kami doakan yang berangkat haji selamat, sehat sampai pulang,” ungkapnya.

Rombongan Bambang tiba di AHD Boyolali sekitar pukul 10.20 dan langsung memenuhi sisi utara gerbang luar. Meskipun hanya bersalaman di sela pagar, dia mengaku puas. “Ini memang tradisi. Harapannya bisa menyusul naik haji,” ucapnya.

Triguno, salah seorang CJH asal Puncakwangi, Pati mengaku senang banyak kerabat dan warga desa mengantarkannya ke AHD Boyolali.

“Padahal saat ini baru musim panen. Tapi mereka rela meninggalkan pekerjaannya. Ingin mengantar dan melihat saudaranya berangkat haji. Saya terharu,” tuturnya.

Cukup lama Triguno menunggu untuk bisa ke Tanah Suci. Sejak 2011. Seharusnya dia berangkat 2020 lalu, tapi tertunda akibat pandemi.

Alhamdulillah tahun ini bisa berhaji. Nggak menyangka. Nanti di Tanah Suci, saya juga kirimkan doa buat tetangga dan kerabat yang mengantar. Biar ketularan naik Haji,” pungkasnya. (*/wa)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/